System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 281


__ADS_3

"Iya, aku ingin mencari kalung dan sepasang cincin pernikahan," ucap Sultan.


"Baik Tuan, Anda datang di toko yang tepat, di sini kami menyediakan cincin pasangan, silakan Anda pilih," ucap pemilik toko tersebut.


"Baiklah," angguk Sultan melihat cincin untuk melamar Qayla.


"Saya pilih yang itu mbak sama kalung berlian yang ini juga," ucap Sultan.


"Baik Tuan," ucap pemilik itu mengambilkan untuk Sultan.


Sultan mengetes cicinnya dan itu pas untuknya.


"Berapa semuanya?" tanya Sultan.


"1 triliun," jawab pemilik toko itu.


"Baiklah," angguk Sultan yang kembali ke mobilnya mengambil uang.


"ini uannya mbak," ucap Sultan.


"Baik, terima kasih," ucap pemilik toko itu senang.


Sultan pun membawa perhiasannya masuk ke dalam mobil.


Ting ting


Hadiah Anda di kurang 1.000.000.000.000


Hadiah Anda menjadi 8.001.740.000.000


Sultan pun langsung ke rumah orang tua Qayla untuk memintanya datang ke hotel.


"Baiklah, dengan senang hati kami akan datang," ucap Ayah Qayla.

__ADS_1


"Baiklah, nanti malam ada yang jemput kalian, aku harap kalian merestui kami," ucap Sultan.


"Aduduh siapa yang nggak mau punya menantu sepertimu," ucap Mam Qayla.


"Terima kasib Bu," ucap Sultan.


"Jangan panggil Ibu donk, panggil Mama," ucap Mama Qayla tersenyum.


"Ya ya ya, panggil Bapak, Papa juga," ucap orang tua itu mengangguk setuju.


"Iya Pak, Eh Pa," ucap Sultan gagap.


"Oh iya, aku ada sedikit uang untuk Papa dan Mama beli baju," ucap Sultan meletakkan setas uang berjumlah 500 milyar.


"Ehem.... ini bukan hanya bisa beli baju sehelai, tapi bisa beli beberapa toko baju nih, terima kasih banyak ya menantu," ucap Papa Qayla menerima uang dengan senang hati.


Sultan mengulum senyumnya merasa geli dengan panggilan papa Qayla.


"Baiklah Pa, Ma, aku pamit dulu," ucap Sultan.


Sultan mengangguk dan ia pun beranjak dari tempat duduknya dan menuju mobilnya.


Sultan menuju hotelnya melihat persiapan di sana.


"Bagaimana apa sudah siap?" tanya Sultan kepada Jeff.


"Sudah Tuan, dan konsumsinya akan kami pastikan akan datang tepat waktu," cap Jeff.


"Terima kasih ya Jeff atas kerja keras kalian," ucap Sultan.


"Sama-sama Tuan," angguk Sultan.


xxx

__ADS_1


Malam pun tiba, Sultan segera menelpon pengawalnya untuk menjemput Papa dan Ibu Qayla.


Sedangkan ia sendiri bersiap-siap dengan stel jas yang di pilih oleh Qayla.


Qayla juga memakain gaun putih panjang, ia tampak seperti bidadari yang turun dari langit.


"Sayang kok kamu cantik banget sih?" tanya Sultan tersenyum.


"Kok kamu ngomong aku cantik, hari biasanya nggak ada tuh muji aku," ucap Qayla manyun.


"Kamu mau aku puji terus setiap hari?" tanya Sultan terkekeh.


"Menyebalkan!" ucap Qayla mengkerucutkan bibirnya.


"Ayah dan Ibu udah datang tuh," ucap Sultan melihat Ayah dan ibunya keluar dari rumah.


Ayah dan ibu Sultan masuk ke dalam mobi.


"Udah siap?" tanya Sultan.


"Udah, Ayo berangkat," ucap ibu.


Sultan pun melajukan mobilnya menuju hotelnya.


Tak lama mobil Papa dan Mama Qayla juga sampai di tempat.


"Ini orang tua Sultan ya?" tanya Mama Qayla.


"Iya, wah Orang Tua Qayla ternyata masih muda ya," ucap Ibu Sultan.


"Kalian bisa aja," ucap Mama Qayla tertawa.


"Ayo masuk ke dalam," ajak ibu Sultan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2