System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 54


__ADS_3

"Katakan di mana alamat bosmu?"


"Di jalan cahaya," jawab pria itu.


Buuk.


Sebuah tinju mendarat di wajah pria itu hingga ia pingsan.


"Cahaya apaan cahaya? Isinya penjahat semua," umpat Sultan. Ia menarik kedua pria itu dan membawanya masuk ke mobil tersebut. Sultan memutar mobilnya dan melaju di jalanan menuju tempat tujuan.


Sultan tidak tau jika ada jalan cahaya di kotanya, ia mengikuti intruksi dari sistem. Sampailah akhirnya ke tempat tujuan dan mendapati rumah yang sangat mewah. Sultan mengeluarkan kedua pria itu dari dalam mobilnya kemudian menyeretnya.


"Hey bosnya penjahat, keluar kamu," teriak Sultan dari halaman rumahnya.


"Siapa anak itu?" tanya bos tersebut dan ia pun keluar. Sultan melempar anak buah tersebut hingga kedepan kaki bosnya.


Dua orang pria yang ada di samping bos tersebut sangat kaget melihat wajah Sultan membuatnya mengingat masa lalu


"Wah... kita bertemu lagi sahabat lama," ujar Sultan tersenyum menyeringai dan membuat mereka bergelik ngeri.


"Ada apa kamu datang ke sini dan menghajar anak buahku sedemikian rupa?" tanyanya datar.

__ADS_1


"Aku datang meminta kalian jangan kejam dengan seseorang, jadilah rentenir baik dan dermawan dan jangan lupa jujur juga. Kalo hutangnya 25 juta ya 25 juta aja jangan minta tambah, jadi manusia punya hati dikit donk, biar di katain manusia," ujar Sultan menasehati.


"Heh! Anak muda, kamu tidak perlu menguruiku, kau sudah menghajar anak buahku jangan harap bisa keluar hidup-hidup dari sini," ancam bos tersebut.


"Tuan sebaiknya jangan, dia itu bukan manusia, dia itu monster," larang orang di sampingnya mengingat waktu kejadian dia dan temannya yang 1 lagi di campak dari jendela ketika mereka mengintrogasi seorang pengusaha dan semua anak buah di habisi ia sendiri makanya ia patah tangan dan tulang pinggangnya dan temannya patah tulang kakinya dan punggungnya ketika di jatuh dari jendela, tidak mati saja mereka sudah bersyukur.


"Kenapa? Kalian takut? Bawahan saya banyak, saya tidak yakin tidak bisa menangkapnya, kemudian kita siksa," ujar bos itu menyeringai.


"Heh teman lama, katakan kepada dia, jika ingin berakhir buruk lebih baik dengarkan nasehatku," saran Sultan.


"Tuan lebih baik dengarkan dia saja agar tidak terjadi seperti kami Tuan," saran pria itu.


"Heleh! Emang dasarnya kalian yang pengecut," ujar tuan itu marah. Mereka berdua hanya saling pandang dan sama-sama mengangkat bahu.


"Jangan salahkan aku jika aku kejam, salahkan diri kalian karena tidak mendengar saran dariku," ujat Sultan memasang kuda-kuda. Ketika mereka menyerang, dengan sigap Sultan menarik kepalanya dan melemparnya, menarik tangannya lalu memutar dan membantingnya, Sultan masuk ke dalam pertempuran menghajar mereka satu persatu.


Sultan meloncat di atas kepalanya lalu menginjaknya memutar kepala mereka dan mematahkannya. beberapa orang dari kejauhan menodongkan senjata api dan ada juga 2 orang penembak jitu.


"Berhenti! Atau kamu di tembak mati," ancam Tuan itu dengan suara lantang.


"Hm... kirain apa?" ujar Sultan mencibir.

__ADS_1


"Jika kamu tidak takut mati berhenti memukul anak buahku atau jika kau punya nyawa tambahan kau boleh melakukannya," ujar bosnya membuat pilihan.


"Heh!" Sultan nyengir ia menarik baju anak buahnya lalu melempar ke arahnya kakinya. Bos itu melihat anak buahnya di sakiti ia membelalakkan matanya.


"Kau berani melakukannya?" tanyanya dengan nada tinggi.


"Apa yang mau aku takutkan, melakukan lebih dari ini pun aku sama sekali tidak takut" jawab Sultan santai.


"Kurang ajar! Dasar bocah tengil! Brandal! habisi dia," perintah bosnya.


"Seenaknya kau bilang aku brandal," ujar Sultan tak terima. Ia menarik 4 orang sekaligus dan memutarnya lalu membantingnya ke tembok hingga tembok itu runtuh.


"Ibuku saja yang melahirkanku tidak ada mengatakan aku brandal, kalian para penjahat ini malah mengataiku," ujar Sultan sambil menarik kepala anak buahnya lalu membenturnya kelantai menarik tangan anak buah yang lain membalikkannya lalu mematahkan tangannya.


"Mari kita lihat siapa yang berandal," ujar Sultan marah meninju kepala anak buahnya hingga tengoraknya retak dan copot giginya. Sultan juga menendang anak buah yang lain hingga patah tulang rusuknya, tak habis di situ.


"Lihatlah nanti, aku akan kasih kamu 1 nafas terakhir untuk membuat pilihan mati dengan cara apa," ujar Sultan sambil menyelipkan kepala anak buahnya di ketiaknya dan meninju perutnya hingga muntah darah. Menarik kakinya lalu melintir kebelakang dan melemparnya ke kolam air pancuran. Sultan juga mengangkat tubuh 2 orang dan menghempasnya ke lantai dan menginjaknya kemudian menendangnya ke arah kolam pancuran tadi.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE DAN HADIAH.

__ADS_1


TERIMA KASIH


MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN🤗🤗🤗


__ADS_2