
Sultan pun pergi kembali ke ruangannya.
"Nanti pulang ke rumah Tedi deh, lihat dia udah sembuh apa belum," ujar Sultan mengangguk-angguk sambil menyumpalkan ear phone di telinganya.
Braakkk.
Sultan melihat ke arah orang yang mengebrak mejanya dengan mengangkat alisnya.
"Kamu minta maaf sekarang," bentaknya.
Sultan membuka ear phone di telinga kirinya. "Minta maaf? Sama siapa?" tanya Sultan tak mengerti.
"Tentu saja denganku," jawabnya menatap tajam ke arah Sultan.
"Apa salahku?"
"Kau sudah menginjak kakiku," teriaknya marah.
"Kapan aku menginjak kakimu?"
"Tadi."
"Tadi kapan?"
"Ya Tadi."
"Kapan?"
"Pokoknya kamu minta maaf sekarang," ujarnya marah.
"Kamu nggak capek apa sudah turun dari pesawat (Sultan memperagakan tangannya terbang) kemudian datang ke kampus, (tanganya dua jari seperti berjalan kaki) dan sekarang memarahiku," ujar Sultan menopang dagunya kedua tangannya.
"Itu bukan urusanmu," teriaknya tak terima.
"Cie... akhir-akhir ini Sultan sering di cari wanita," ujar Alex.
"Haish... kalo bisa kalian ambil deh ketenaranku," ujar Sultan terkekeh.
"Kamu jangan mengalih pembicaraan," ujar wanita itu marah.
"Perhatian! Mahasiswi bernama Ailexcha, silakan ke ruang dekan sekarang, sekali lagi, Ailexcha harap ke ruang dekan sekarang," terdengar dari ruang pengeras suara kampus.
Wanita yang mengebrak meja Sultan tadi pergi begitu saja.
"Oh, jadi namanya Ailexcha," ujar Sultan mengangkat alisnya.
"Eh apa kalian dengar tadi malam ada yang datang ke kampus untuk menjemput bukunya ketinggalan, ketika ia melewati ruang jurusan manajement mereka melihat sosok hitam dan kedua mahasiswi itu langsung pingsan tadi pagi di temukan oleh penjaga sekolah dan mereka tidak berkuliah hari ini dan langsung di antar pulang ke rumah," ujar Rendi.
"Ah masa iya, perasaan selama ini adem anyem aja," jawab Alex merasa heran.
"Ada 1 tahun yang lalu juga begitu, ada mahasiswa dan mahasiswi pacaran masuk ke ruang jurusan akutansi dan mereka di kerjai oleh sosok itu habis-habisan sampai pingsan dan wajahnya sampai pucat pasi," tambah Rendi lagi.
"Wah ada misteri nih hantu di kampus nih," ujar Alex bersemangat.
SULTAN
(Apa yang kamu tahu masalah ini?)
SISTEM
(Itu penjaga sekolah melakukannya)
SULTAN
(Untuk apa dia melakukannya?)
SISTEM
(Itu karena banyaknya para mahasiswa dan mahasiswi berpacaran di kampus, bahkan ada yang sampai hamil, karena itu ia sengaja menakutinya)
SULTAN
(Tapi tadi malam kenapa dia menakuti 2 orang mahasiswi yang sedang ingin mengambil bukunya)
SISTEM
(Karena ia salah sangka yang ia pikir 1 lagi adalah pria, karena gayanya tomboy)
__ADS_1
SULTAN
(Owalah)
Ting ting.
Misi level D.
Temukan seseorang yang membuang bayi di kampus malam ini.
[Hadiah 40 poin]
SULTAN
(Kenapa dia membuang bayinya di kampus)
SISTEM
(Ia mengunakan kesempatan karena katanya kampus ini berhantu)
SULTAN
(Dia laki-laki apa perempuan?)
SISTEM
(Lihat saja nanti)
"Hey Alex dan Rendi, kalian mau ikut denganku nggak?" tanya Sultan. Mereka mendekati Sultan.
"Kemana?" Tanya mereka penasaran.
"Ke kampus malam ini, kita cari seseorang," jawab Sultan.
"Emang ada masalah apa?" tanya Alex penasaran.
"Ada deh, nanti juga akan tahu, sekalian kita nangkap hantu,"
"Eh serius kamu, kalo ada teman pemberani ginikan aku jadi bersemangat nih," ujar Alex senang.
"Oke, nanti malam kalian tunggu di persimpangan, kita sama-sama ke sininya," ujar Sultan membuat rencana.
xxx
Saatnya pulang kuliah.
"Gimana Sultan jadi nanti malam?" tanya Alex memastikan.
"Ya jadilah," jawab Sultan pasti.
"Oke kami tunggu jam 20.00, awas kalo kamu nggak datang," candanya.
"Iya iya," jawab Sultan menuju parkiran dan menaiki mobilnya.
SULTAN
(Kapan orang itu datang ke kampus?)
SISTEM
(Nggak tau jam berapa yang pasti orang itu sudah punya niat begitu)
Sultan mengangguk-angguk.
"Okelah kalau begitu kita tunggu nanti malam," ujar Sultan melajukan mobilnya.
Ting ting.
Misi level D.
Menolong seorang bapak-bapak yang sedang di tindas.
[Hadiah 40 poin]
SULTAN
(Misi 1 belum kelar kenapa nambah misi yang lain?)
__ADS_1
SISTEM
(Ini misi dadakan, karena seseorang butuh pertolongan)
SULTAN
(Di mana alamatnya?)
SISTEM
(Di kediamannya jalan gang Nedim)
Sultan memutar mobilnya dan masuk gang beberapa meter dari jalan raya, jalan yang penuh dengan bebatuan sekitar 800 meter dari jalan raya terlihatlah sebuah rumah yang di tutup.
SULTAN
(Di mana rumahnya?)
SISTEM
(Rumah kayu sebelah kiri)
SULTAN
(Tapi rumahnya tutup? Apa ada orang?)
SISTEM
(Mereka sengaja agar tidak mencari perhatian orang)
Sultan langsung menuju rumah tersebut dan benar saja ada kegaduhan di dalamnya. Sultan menendang pintu tersebut hingga jebol membuat mereka terkejut.
"Siapa kamu?" tanya pria memakai jaket hitam dan berbadan besar.
Sultan tak peduli dengan pertanyaan pria itu, ia mendekati bapak paruh baya yang sedang menagis yang terduduk di lantai sambil memeluk anak laki-lakinya yang masih berumur 9 tahun.
"Bapak baik-baik saja?" tanya Sultan berjongkok di dekat bapak tersebut.
Bapak itu mengangguk sambil menagis. "Kami tidak apa-apa Nak," jawab bapak itu menepuk-nepuk pundak Sultan.
"Oh kamu anaknya ya, bayar hutang Bapakmu 20 juta beserta bunganya 5 juta, jika tidak rumah ini akan jadi milik kami," ujar pria itu ketus.
Sultan berdiri lalu berkata, "Kalian lebih baik pergi atau kalian menyesal nanti," ujar Sultan serius.
"Bagaimana kami bisa pergi uangnya saja belum di bayar," jawab pria itu.
"Baiklah, jika uangnya saya bayar apa kalian akan pergi?" tanya Sultan.
"Ya," jawabnya mengangguk tersenyum kepada kawannya.
"Baiklah, jika begitu tunggu di sini sebentar," ujar Sultan mengeluarkan uang 25 juta dari tas sistemnya.
"Ini uangnya, aku harap kalian jangan kembali lagi," ujar Sultan melempar uang tersebut.
"Ini kurang 5 juta lagi," ujarnya terkekeh.
"Itu sudah pas 25 juta," jawab Sultan mengeraskan suaranya.
"Uang kamu 'Kan banyak, cuma nambah 5 juta kamu..."
Buuukk.
Sultan langsung menghantam wajahnya hingga ia terduduk. Sultan menarik bajunya kemudian meninjunya beberapa kali hingga berdarah. Melihat temannya di hantam Sultan pria itu juga ingin meninju ke arah Sultan, namun Suktan tangkap dan memutarkan tangannya kebelakang.
"Kalian di kasih hati minta jantung, katakan siap bos kalian," ujar Sultan mengeratkan putaran tangannya.
"Aduh aduh, sakit sakit sakit... Bos, bos kami dia tidak bisa di temui," ujarnya menjaga rahasia.
"Oh apa tunggu nyawamu melayang baru kamu akan memberi tahunya?" tanya Sultan menambah erat plintirannya.
"Aduh aduh aduh, bos ada di kediamannya," jawab pria itu mengaku sambil menahan rasa sakitnya.
"Ayo antar aku ke tempat bosmu," ujar Sultan mengambil uang dari tangan pria yang ia tonjok tadi dan memberikannya kepada bapak tersebut.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE DAN HADIAH
__ADS_1
TERIMA KASIH