System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 58


__ADS_3

Ke esokkan harinya seperti biasa Sultan berangkat ke kampus. Dan terlihat seorang yang di kenalnya.


"Tedi," panggil Sultan. Ia berlari menuju ke arah Tedi dan memeluknya.


"Kamu sudah sembuh, maaf aku kemaren ingin mampir ke rumahmu tapi gara-gara mau nangkap hantu, jadinya lupa," jelas Sultan.


"Kamu nangkap hantu kok nggak ngajak aku sih," ujar Tedi menyenggol Sultan.


"Mana ku tau kalo kamu udah sembuh, tapi kamu beneran udah sembuh nih?" tanya Sultan mengecek tubuh temannya itu.


"Iya aku udah sembuh," ujar Tedi loncat-loncat.


"Oke! Aku akan bawa kamu ke tempat yang pernah aku janjikan waktu itu," ujar Sultan merangkul pundak Tedi. Mereka berdua masuk ke ruangannya.


"Heh! Masalah kita belum selesai," ujar Ailexcha marah ketika Sultan dan Tedi baru saja ingin duduk.


"Siapa dia?" tanya Tedi mendekat kepada Sultan.


"Oh dia cewek yang berfisik kuat," jawab Sultan sengaja mengeraskan suaranya.


"Apa kamu bilang," ujar Ailexcha membelalakkan matanya.


"Tuhkan? Dia masih punya tenaga buat marahin aku," jawab Sultan sambil tertawa.


"Kamu pikir ini lucu," teriaknya mengebrak meja.


"Kau mengejar-ngejarku seperti ini apa tidak lelah?" tanya Sultan sambil berdiri.


"Jangan ge-er kamu, aku ingin kamu minta maaf sekarang," ujarnya lagi.


"Maaf," ujar Sultan singkat.


"Aku tidak terima maaf mu seperti ini," ujarnya marah.


Ting ting.


Misi level A.


Membantu seorang menemukan kaca matanya


[Hadiah 10 poin]


"Ayo ikut aku sekarang," ajak Sultan kepada Tedi.


"Ke mana?" tanya Tedi.


"Cari sesuatu," jawab Sultan menarik tangan Tedi.


"Mau ke mana kamu? Dasar pria yang tidak tanggung jawab," omel Ailexcha.


SULTAN


(Makasih udah ngasih aku misi di saat aku tak tau lagi harus berbuat apa)


SISTEM


(Sama-Sama Tuan, tapi misi tidak punya jam, bisa saja saat Tuan bersenang-senang misi tiba-tiba muncul).


SULTAN


(Tidak masalah, tapi di mana tempat orang yang kehilangan kaca matanya)

__ADS_1


SISTEM


(Di taman kampus)


Sultan langsung menuju taman bersama Tedi dan melihat seorang pria yang sedang mencari-cari sesuatu.


"Kaca matamu hilang di mana?" tanya Sultan. Pria itu melihat ke arah Sultan heran.


"Aku tidak ingat, tapi masih di sekitar sini," jawabnya. Sultan dan Tedi membantunya mencari. Tak lama terlihatlah oleh Sultan kaca mata tersebut di balik daun. Sultan mengambilnya dan menyerahkan kaca mata tersebut.


"Ini kaca matammu," ujar Sultan mengulurkan kepada pria itu.


"Terima kasih sudah membantuku," ucapnya menerimanya lalu memakainya.


"Ya sama-sama," angguk Sultan.


"Tapi dari mana kamu tahu jika aku kehilanga kaca mataku?" tanyanya penasaran.


"Kan kamu mencari-carinya, dan aku pikir itu kaca matamu," jawab Sultan. Pria itu hanya mangut-mangut.


Ting ting.


Misi selesai.


Anda mendapatkan 10 poin.


Poin Anda menjadi 310 poin.


"Oke masuk ke ruangan lagi yuk," ajak Sultan, mereka berdua masuk kembali. Tak lama dosen masuk ruangan dan dosen itu lagi-lagi Aurora. Aurora tersenyum kepada Sultan, Sultan membuang wajahnya ia sungguh tak mau berurusan dengan perempuan, karena perempuan itu rumit.


"Baiklah saya akan memulai pembagian materi hari ini, tentang desian ruang yang sempit, tapi sebelum itu mari kita bertanya kepada mahasiswa senior kita Sultan. Sultan, apa yang di maksud dengan ruang sempit?" tanya Aurora.


"Ruang sempit, ruang yang tidak luas," jawab Sultan dengan malas, semua mahasiswa di dalam ruangan tertawa.


"Saya tau ruang sempit itu ruang yang tidak luas, tolong penjelasan yang lebih terperinci lagi," perintah Aurora.


"Ruang sempit adalah ruangan lingkup terbatas yang hanya memiliki ruas-ruas yang kecil dan penempatan yang tidak luas," jawab Sultan.


"Benar sekali, mari kita lanjutkan lagi," ujar Aurora.


xxx


Saatnya pulang dari kampus, Sultan memenuhi janjinya yang ingin membawa Tedi ke suatu tempat, mereka berdua pun masuk mobil.


"Nih pake penutup mata dulu," ujar Sultan mengulurkan selembar kain.


"Misterius banget sih," jawan Tedi mengambil kain tersebut lalu mengikat di matanya. Sultan melesatkan mobilnya menuju tempat tujuan.


20 menit perjalanan, sampailah di tempat tujuan. Sultan menuntun Tedi keluar dari mobil dan Tedi berdiri di tengah-tengah halaman yang cukup luas.


"Ayo di buka penutupnya," ujar Sultan. Tedi pun membukanya.


"Surprise," ujar Sultan.


"Lho? Ini tempat apa Sultan eh ada mobil aku," ujar Tedi bingung.


"Ini adalah CAMP tempat para pencuri itu mengambil mobilmu, dan aku datang buat balas dendam dan akhirnya mereka pergi tapi sebelum dia pergi, aku sudah minta CAMP ini untuk kamu," ujar Sultan


"Wah tempatnya bagus juga, ini bisa jadi tempat tongkrongan kita, aku mau ngetes mobilku dulu," ujar Tedi masuk ke mobilnya. Untungnya mobil tersebut masih bagus dan masih hidup.


Ting ting.

__ADS_1


Misi level D.


Meredakan 2 kelompok perusahaan yang sedang bersiteru.


[Hadiah 40 poin]


"Hm Tedi maaf ya nggak nemenin kamu lama-lama di sini ada sesuatu yang harus ku urus," ucap Sultan sedih.


"Aku ikut," ucap Tedi tegas.


"Ya udah deh, ayolah," ajak Sultan.


SULTAN


(Alamatnya di mana?)


SISTEM


(Jalan bunga tulip di sana ada gedung sebuah perusahaan fashion)


SULTAN


(Apa yang mereka perdebatkan?)


SISTEM


(Salah satu dari mereka ingin keluar dari usaha itu dan minta kembalikan uang yang ia invertasikan karena dia ingin buka usaha lain sedangkan yang 1 lagi juga ingin membuka usaha lain menurut mereka fashion ini tidak menguntungkan)


SULTAN


(Begitu ya, oke akan aku selesaikan)


Sultan melajukan mobilnya menuju arah yang sudah di beri tahu oleh sistem. Sesampainya di sana 2 orang yang sedang berdebat dengan membawa para pengawalnya masing-masing.


"Ayo masuk," ajak Sultan.


"Orang itu sedang berantem, nggak apa-apa kalo kita masuk nih Sultan?" tanya Tedi khawatir.


"Apa yang kamu takutkan?" tanya Sultan.


"Aku tidak takut, aku hanya khawatir kita akan mengaggu perseteruan mereka yang seru itu," ujar Tedi mencibir.


"Nah itu dia, kita justru datang ke sini untuk menganggu mereka," jelas Sultan. "Udah ayo turun," ajak Sultan lagi.


"Moga-moga saja ada sesuatu yang seru di tonton," ujar Tedi mengosok-gosokkan tangannya. Sultan menatap Tedi dengan mata sayu.


"Emang kamu pikir ini pertunjukan apa," jawab sultan manyun. Mereka berdua masuk ke ruanga tersebut.


"Maaf pak orang luar di larang masuk," larang salah satu kariawan tersebut.


"Saya ada urusan dengan masing-masing dengan direktur kalian," jawab Sultan.


"Tapi Anda bisa lihatkan jika mereka sedang dalam keadaan yang tidak menyenangkan," jelas pegawai itu.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE DAN HADIAH


TERIMA KASIH


Mampir juga ke karya aku (Sistem miliyader and foya-foya)

__ADS_1


__ADS_2