System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 55


__ADS_3

"Aku sangat marah sekarang," ujar Sultan menghajar habis anak buahnya.


"Gila! Dia benar-benar monster," ujar bosnya terbelalak tak percaya.


"Siap penembakan," perintah bosnya. Para penembak siap menembak.


"Kamu sangat kuat, lebih baik bekerja sama dengan saya, atau nyawamu tidak bisa di selamatkan," ujar bos tersebut.


"Heh! Kau ingin mengajakku kerja sama dengan penjahat seperti kalian, JANGAN HARAP!" bentak Sultan mengambil batu kecil lalu menendangnya ke arah penembak jitu tersebut mengenai kepala hingga kepalanya berdarah.


"Tembak dia," perintah bos tersebut. Mereka menembak ke arah Sultan.


Dor dor dor.


Peluru tersebut mengarah ke arah Sultan, namun peluru tersebut tidak menembus tubuh Sultan. Dan itu membuat bos tersebut terbelalak.


Seketika ia terduduk gemetar semua badannya.


"Kamu... kamu... siapa kamu?" tanyanya ketakutan Sultan mendatanginya dan menarik kerah bajunya.


"Haish... sangat menyia-nyiakan tenagaku dan sangat di sayangkan lagi aku menghabisi anak buahmu, jika tidak aku bisa membuatmu jadi bawahanku tanpa melukai anak buahmu yang lain," ujar Sultan menyayangkan.


"Aku melupakan sesuatu, kau ingin mati seperti apa?" ulang Sultan.


"Ampun ampun, aku tak berani lagi, aku akan rela menjadi bawahanmu," ujarnya ketakutan. Sultan nyengir. Dia masuk perangkap.


"Ini bukan aku yang minta, tapi kamu sendiri yang suka rela, aku harap kamu memenuhi perintahku, aku tak yakin bisa menahan pukulanku jika kamu berkhianat," ancam Sultan.


"Baiklah, saya tak akan berkhianat, saya akan mengikuti perintahmu," angguknya angkat tangan.


"Jadi mulai sekarang ku perintahkan kalian jadi orang baik, jangan lagi melakukan hal jahat lainnya, jika kalau kalian ketahuan olehku, aku tidak akan segan-segan menggulung kalian menjadi dadar gulung," ancam Sultan.


"Iya iya, Tuan kami mengikuti perintah Anda," jawab bos tersebut.


"Siapa namamu?" tanya Sultan.


"Jay," jawabnya.


"Oke Jay, aku harap kamu mematuhi aturannya," ucap Sultan tegas


"Tapi jika kami berbuat baik, bagaimana kami bisa kaya," tanyanya tak terima.


"Yang penting hati ikhlas, masalah kaya akan menyusul seiringnya waktu, aku tidak melarang kalian menagih hutang, karena hutang memang harus di bayar, tapi jangan pakai kekerasan, biarkan mereka membayar dengan keiklasan hati mereka, yang kau bawa bukan sangarmu, tapi wibawamu," jawab Sultan.


Sultan pun pergi meninggalkan mereka dan menaiki mobil dan pergi begitu saja.


"Dia benar-benar brutal," ujarnya.


Ting ting.


Misi selesai.


Anda mendapatkan 40 poin


Poin Anda menjadi 200 poin.


Ting ting.


Menaklukan ketua mafia.


Anda mendapatkan 40 poin.


Poin Anda menjadi 240 poin.


"Wih aku harus mencari 260 poin lagi nih untuk perisai Ibuku, meskipun para mafia itu katanya ngikutin perintahku, suatu saat takutnya nanti mereka malah berkhianat dan melukai ibuku," angguk Sultan.

__ADS_1


SULTAN


(Kenapa dia ketua mafia, bukannya dia bos rentenir)


SISTEM


(Dia bos rentenir ia juga juga ketua mafia dan ia juga punya perusahaan yang baru masuk pasar, tapi mereka sudah banyak mengenalnya dan perusahaannya banyak di takuti oleh perusahaan yang lain)


SULTAN


(Lalu kenapa dia malah langsung takut denganku?)


SISTEM


(Tentu saja, apa yang Tuan takuti lagi jika peluru saja tidak sanggup menembus tubuh Tuan)


SULTAN


(Begitu ya)


SISTEM


(Tapi Tuan harus ingat, jangan sampai orang lain tahu kelemahan Tuan)


SULTAN


(Baiklah, terima kasih kamu sudah mengingatkanku)


Sultan meluncur melaju menuju arah rumahnya.


"Sultan udah pulang?" tanya ibu.


"Iya," jawab Sultan.


"Ibu minta tolong antarkan Ibu ke pasar bentar, buat beli kebutuhan untuk stok," ujar ibu.


"Bukan itu, Ibu mau beli peralatan mandi juga dan kebutuhan lainnya, Ibu juga ingin beli sayur, sekali-kali Ibu juga pengen masak," jelas ibu.


"Oh baik Bu," ujar Sultan masuk ke kamarnya dan berganti pakaian. Sesudah berganti pakaian Sultan keluar dari kamarnya.


"Tapi sana kamu makan dulu," suruh ibu.


"Nggak usah Bu, kita langsung pergi aja takut kemalaman pulang, kasian Ibu nanti," ujar Sultan.


"Ya udah deh, ayo," ajak ibunya, mereka masuk mobil dan Sultan melajukan mobilnya.


Sesampainya di pasar ibu segera mencari kebutuhannya. Sultan membantu ibunya membawakan barang-barangnya.


Ting ting.


Misi level B.


Seorang nenek di bohongi oleh penjual.


[Hadiah 20 poin]


Sultan celingak celinguk dan terlihatlah seorang nenek yang berdiri di barang dagangan seorang pria.


"Ibu, kita belanja di sana yuk," ajak Sultan mengandeng tangan ibunya, ibu pun mengikutinya.


"Ini berapa?" tanya si nenek kepada penjual.


"5000 Nek," jawab penjual. Nenek pun mengambilnya 1. Nenek menyodorkan uang 50.000 lalu si nenek pergi. Penjual itu hanya mentap kepergian nenek tersebut kemudian ia memasukkan uang tersebut ke dalam tasnya tanpa memanggilnya.


Sultan berlari ke arah nenek dan menuntunnya ke arah penjual tersebut.

__ADS_1


"Nenek, tadi beli apa?" tanya Sultan.


"Ini," tunjuk si nenek. Sultan melihat saja ke arah penjual tersebut


"Bang harga ini paling nggak sampe puluhankan?" tanya Sultan


"Eh iya, pas mau ngembaliin Neneknya pergi," jawab penjual itu.


"Abangkan bisa memanggilnya," jawab Sultan. Abang penjual itu terdiam kemudian mengambil uang kembaliannya.


"Ini Nek uangnya," ucap pria itu mengulur uang tersebut.


"Untung saja ketahuan, kalo nggak ludes uang Nenek ini," Omel Sultan.


"Terima kasih ya Nak," ucap nenek itu Sultan mengangguk dan nenek itu pun pergi.


Ting ting


Misi selesai.


Anda mendapatkan 20 poin.


Poin Anda menjadi 260 poin.


"Ya udah Bu, kita cari perlengkapan lainnya di sana," ajak Sultan.


"Haish... kasian Nenek itu, bisa saja dia juga di bohongi di tempat lain," ujar ibu menyayangkan. Mereka pun pergi ke tempat tujuan dan membeli perlengkapan lainnya.


"Ayo kita pulang, semuanya sudah Ibu beli," ajak ibu.


"Yakin nih nggak ada yang ketinggalan?" tanya Sultan memastikan.


"Iya," jawab ibu yakin. Sultan membawa belanjaan ibu ke mobilnya dan kemudian mereka beranjak pergi menaiki mobil dan pergi menuju arah pulang.


Tak lama kemudian sampai di rumah Sultan menyelonong ke dapur dan menyantap makanan di meja.


"Hah! Tadi nggak mau makan, sekarang baru kelaparan," ejek ibu.


"Iya Bu, oh iya nanti malam Sultan mau ke kampus Bu," ujar Sultan.


"Ngapain malam-malam ke kampus?" tanya Ibu heran.


"Mau nangkap hantu," jawab Sultan santai.


"Mana ada hantu bisa di tangkap," ujar ibu mengangkat alisnya.


"Lihat saja besok ketahuan hantunya," jawab Sultan.


"Oh maksudnya hantunya itu manusia," ujar ibu memastikan.


"Iya Bu," angguk Sultan.


"Tapi hati-hati," pesan ibu.


"Iya setelah menangkapnya Sultan langsung pulang," jawab Sultan. Setelah selesai makan Sultan masuk kamar dan segera mandi.


Tririring...


Tririring...


Tririring...


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN VOTE DAN HADIAH

__ADS_1


TERIMA KASIH


__ADS_2