
Sebelum berangkat Sultan sempat menghubungi ibu hanya beberapa menit, untuk berpamitan dan doa restu.
"Tetap jaga dirimu dan cepatlah kembali," ucap Ibu menangis.
" Iya Ibu, aku akan secepatnya pulang setelah masalahnya selesai, ya sudah Ibu aku pergi dulu," ucap Sultan berpamitan.
"Baiklah, semuanya siap, di sana tidak ada pendaratan, jadi kalian Turun mengunakan parasut saja," ucap Ketuanya.
Semua sudah siap memakai baju khusus, memasang parasut dan membawa senjata api, Sultan di khususkan membawa Senjata api yang berupa bom tembak yang beratnya 50 kilo gram.
"Suqay, kau bisa melaju di air, maka dari itu ikuti pesawat ini, aku akan terus berkomunikasi denganmu," ucap Sultan
Tin! Tin!
Sultan sudah memberi alat pelacak di monitor mobilnya agar Suqay tidak kehilangan jejak Sultan.
"Semua, berangkattttt!"
Dooooooor!
Sebuah tembakan menandakan keberangkatan di mulai.
Semua masuk di dalam pesawat pribadi yang setiap 1 pesawat mengangkut 200 orang.
__ADS_1
"Ketua ada sebuah mobil yang melaju di dalam air mengikuti pesawat kita," ujar salah satu pekerja khusus komputer dan satelit itu pesawat itu memberi tahu.
"Cepat cari tahu, apa itu berbahaya atau tidak!" perintah ketuanya.
"Sepertinya tidak ada orang di dalamnya dan juga sudah di cek jika mobil itu tidak punya peralatan lainnya yang berbahaya," jawab pekerja itu setelah melacak mobil Sultan.
"Baiklah, abaikan saja dia, kita ada hal yang lebih penting dari itu, kamu pantau terus mobil itu," jawab ketuanya.
"Baik ketua," angguk pegawai itu
Sekitar 2 jam perjalanan di dalam pesawat, akhirnya mereka sampai.
"Semua turun!" perintah ketua, dann mereka turjun dari atas ketinggian ribuan kaki dari permukaan tanah.
Berhubungan Sultan membawa beban yang sangat berat ia lebih cepat sampai ke bawah dan di sana sudah banyak yang berdatangan, dan juga ada sebagian dari mereka yang sudah 2 hari menunggu.
"Kau membawa alat ini, apa tidak berat kawan?" tanya salah satu dari mereka.
"Lumayan juga," angguk Sultan tersenyum.
"Kau pasti ketuanya di salah satu markas ya?" tanya temannya.
"Iya," jawab Sultan lagi duduk di dekat mereka.
__ADS_1
"Ayo minum dulu, kau pasti kelelahan membawa benda yang menyebalkan ini," ucap pria itu menyerahkan minuman kepada Sultan.
"Terima kasih," ucap Sultan menerima minuman tersebut.
Dari kejauhan terlihat lampu Suqay berkedip, Sultan tersenyum karena Suqay bisa mengikutinya.
"Eh, mobil siapa itu?" tanya salah satu yang melihat lampu mobil berkedip, Suqay segera bersembunyi di balik pepohonan dan merubah warna yang sama dengan dedaunan.
"Mana? Tidak ada pun," ujar temannya menjengah.
"Ada tadi di sana, aku melihatnya," ujar pria itu berusaha menyakinkan.
"Ah salah lihat mungkin kau, mana ada orang datang bawa mobil ke sini, orang semuanya naik pesawat," jawab temannya mencibir.
"Benar juga, bagaimana bisa di dalam pesawat membawa mobil. Apa aku yang salah lihat ya?" tanyanya sambil mengaruk-garuk kepalanya.
Setelah semuanya sampai, semuanya di suruh berdiri.
"Berdiri semuanya atur barisan"! perintah ketuanya.
Semuanya berdiri dengan menyandang senjata di dadanya masing-masing.
"Hari ini kita istirahat, besok kita mengatur tempat masing dan besoknya lagi kita akan memperluas kekuasaan, ini semua atas perintah kepala organisasi," ucap ketua itu.
__ADS_1
BERSAMBUNG