System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 241


__ADS_3

Sultan menjatuhkan ayah Michela di lantai dan tubuhnya yang tak berdaya itu.


Ibu michela menangis sesengukkan melihat suaminya seperti itu.


"Kau... kai kenapa kembali, kenapa kai tidak mati saja... sana kau temani anakmu di dalam peti mati!" teriak Ibu Michela dengan suara paraunya.


Ayah Michela terdiam tak berdaya, bukan saja hatinya yang sakit tapi tubuhnya yang di patahkan oleh Sultan juga sakit.


"Kenapa kau melakukan itu, dia anak satu-satunya, kau seharusnya menuruti keinginannya, bukannya dia sangat menyukai pria ini kenapa kau tidak membiarkan mereka bersama dan malah membunuhnya dan pada akhirnya anak yang jadi korban, kenapa kau bodoh sekali," teriak Ibu Michela.


"Benar saja, seharusnya aku mengikuti apa kata michela tidak membunuhmu di tempat tapi membunuhmu di tempat lain," ucap ayah michela menundukkan kepalanya.


"Kau masih saja ingin membunuhku meskipun anakmu sudah menjadi korban atas kekesalanmu," ujar Sultan.


"Bunuh saja dia, tak ada gunanya dia hidup lagi, aku sangat membencinya!" teriak Ibu michela.


"Iya, biarkan aku mati, hidupku sudah tak berguna lagi, dengan begitu aku bisa bertem dengan anak dan adikku," ucap Ayah Michela pasrah.


Dor!


Sebuah tembakkan dari jauh mengenai tubuh ayah michela dan ia mati di tempat.


Mereka melihat siapa yang menembaknya, tapi dia orang yang tidak di kenal.

__ADS_1


Ibu michela tambah ia menangis dan memeluk mayat suaminya.


"Kenapa kalian membunuhnya! Kenapa kalian tidak membiarkan dia hidup!" teriak ibu michela dengan suara yang hampir habis.


"Siapa Kamu?" tanya Sultan melihat pria itu.


"Aku adalah anak dari ayah yang ikut organisasi hitam itu dan karena organisasi itu ayahku mati," ucap pria itu di wajahnya ada bekas luka.


"Dari mana kau tahu tentang organisasi itu?" tanya Sultan.


"Aku mengikuti ayahku di saat itu, dia dan saudaranya menjebak ayahku yang mengatakan jika mereka akan memberi hasil yang memuaskan, tapi apa yang ayahku dapat melainkan pengkhiantan mereka, aku selamat karena aku pura-pura mati dab kami di buang di dalam hutan, karena aku masih hidup aku pun menguburkan jasad ayahku dan berlari keluar dari hutan, hampir saja aku di makan hewan buas di hutan itu, tapi aku masih di beri keselamatan, dia memang tak pantas hidup," ucap pria itu melihat ke arah tubuh yang bersimbah darah itu.


Ibu Michela pingsan seketika.


"Ya sudah aku akan membawanya ibu Michela ke rumah sakit, kamu beresin dia," ucap Sultan.


Sultan membopong ibu Michela ke dalam mobilnya dan segera membawanya kerumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit, Ibu Michela langsung di infus.


Sultan menelpon Aurora.


Tuuut

__ADS_1


Tuuu


Tuuut


"Halo Sultan ada apa?" tanya Aurora.


"Kamu di mana sekarang?" Sultan balik bertanya.


"Aku di rumah, ada apa?" tanya Aurora.


"Bisa kamu datang ke perawang medikal, Ibu Michela pingsan dan sekarang ia di rawat, saat ini nggak ada yang menjaganya, bisakah aku meminta bantuanmu untuk menjaganya?" tanya Sultan.


"Baiklah aku ke sana sekarang," ucap Aurora.


"Maaf Aurora merepotkanmu," ucap Sultan tak enak hati.


"Udah nggak apa-apa, aku juga sedang senggang," ucap Aurora.


"Baiklah jika begitu," ucap Sultan dan mereka pun memutuskan panggilannya.


Aurora masuk mobilnya dan segera bergegas berangkat kerumah sakit yang di sebutka Sultan.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2