System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 128


__ADS_3

"Sampai hari ini belum juga ada informasi tentang giok itu," ujar pria tua yang berjenggot.


"Aku penasaran siapa yang sudah mencurinya sampai saat ini masih belum mengembalikannya," ucap temannya.


"Aku juga begitu, bukankah giok itu tersimpan di tempat yang medan pengamannya cukup sulit di jangkau orang luar dan hanya dari keluarga kalian saja yang tahu," ucap temannya yang satu lagi.


"Ya aku juga merasa begitu, medan pengamannya tidak mungkin bisa terobos orang luar, tapi tidak mungkin juga orang dalam mengambilnya karena yang tahu hanya aku, kakakku yang sudah meninggal dan anak perempuanku," ucap pria jenggot itu.


Sultan makan pelan-pelan sambil mendengar pembicaraan mereka berdua.


"Sepertinya aku harus mencari tahu langsung dengan pemiliknya nih," ujar Sultan dalam hati.


"Pelayan, aku mau sempaye tahun 88," pinta Sultan dengan suara keras sengaja untuk menarik perhatian ketiga kakek tua itu.


"Bisa Anda tunggu sebentar, saya akan memberi memberi tahu kepada manejer saya dulu," ucap pelayan itu.


"Baiklah," angguk Sultan.


"Hey anak muda, kau bisa minum juga?" tanya pria jenggot itu.


"Saya hanya pemula," jawab Sultan tersenyum ramah.


"Mari gabung sini, kami juga rencana ingin minum-minum juga, siapa tau bisa mencicipi minuman pesananmu yang mahal itu," ucap pria itu tersenyum.


Sultan pun menuju meja mereka dan duduk di sana. "Ah tidak masalah, aku akan membelikan untuk kalian juga jika itu bisa," ucap Sultan.


"Ternyata kamu orang kaya luar biasa bisa beli 2 botol, biasanya hanya orang tertentu yang bisa beli minuman itu, karena harga mencapai milyaran," puji temannya.


"Oh ya, bagiku tidak masalah asal bisa mencicipi rasanya yang begitu unik, aku rasa itu sebanding," ucap Sultan berusaha bergaul masuk cerita dengan kakek-kakek.


"Wah... kau sangat dermawan, sepertinya kau pecinta minuman," puji kakek jenggot itu sambil tertawa.


"Tuan, saya manejer restoran ini, apakah Anda yang menginginkan sampanye tahun 88?" tanya manejer itu.


"Ya saya sendiri," angguk Sultan.


"Kami mengatakan jika harga sampanye tahun 88 harganya 5.000.000.000 per 1 botolnya," ucap manejer itu.

__ADS_1


"Yang lain?" tanya Sultan.


"Yang tahun 90 seharga 2.000.000.000," jawab manejer itu.


"Bukan, maksudku tahun di atasnya lagi," ucap Sultan.


"Tahun 79 harga 10.000.000.000," ucap manejer itu. Ia tampak kesal karena biasa orang bertanya dan tanpa membelinya dan malah membeli yang murah seharga jutaan.


"Baiklah, aku..."


"Tuan mau harga yang jutaan," potong manejer itu.


"Tidak, aku mau tahun 79 itu 2 botol," ucap Sultan.


"Wah, pria muda yang hebat," ucap teman pria jenggot itu.


Manejer itu terkejut sesaat, dan ia sangat senang. "Mari ikut saya," ujar manejer dengan mata berbinar.


Sultan pun mengikutinya dan ternyata menyuruhnya menyelesaikan administrasinya karena harga sampanye itu tidak main-main.


Tak lama kemudian Sultan datang dengan seorang pelayan yang membawakan sampanyenya.


Ting ting


Hadiah Anda di kurangi 20.000.000.000


"Kau benar-benar membelinya," ucap Pria jenggot itu.


"Tentu saja, aku tidak merasa ini terlalu mahal jika rasanya bagus," ucap Sultaan duduk di kursinya.


"Wah, kau sungguh dermawan," ucap pria itu tertawa senang.


"Mari minum," ucap Sultan mempersilakan.


Cisss


Mereka pun saling bersulang.

__ADS_1


"Akan ku buat kalian tak sadarkan diri kakek Tua," ujar Sultan tersenyum licik.


Mereka pun meminum habis 2 botol tersebut, tapi Sultan hanya pura-pura minum saja karena selain dia tidak kuat minum, ia juga ingin mencari informasi dari giok tersebut.


"Aku mau 2 botol lagi," pesan Sultan dan para kakek tua itu mulai sempoyong namun masih kuat minum.


"Kau ingin membuat kita tidak bisa pulang ya," ucap teman pria itu.


"Anggpa saja ini hadiah pertemuan kita," ucap Sultan. Sultan pun meletakkan uang 20.000.000.000 di atas meja dan manejer itu mengambilnya dengan hati-hati.


Ting ting


Hadiah Anda di kurangi 20.000.000.000


Sisa uang Anda 3.720.399.650.000.


"Mari minum lagi," ucap Sultan mempersilakan.


Mereka bertiga tanpa sungkan menuangkan botol minuman itu ke dalam gelas dan mereka benar-benar di buat mabuk.


"Tambah 1 botol lagi," pinta Sultan. Sultan meletakkan 10.000.000.000 di atas meja lagi.


Ting ting


Hadiah Anda berkurang 10.000.000.000.


Hadiah Anda Sisa 3.710.399.650.000.


"Hey anak muda kami sudah tak sanggup minum lagi," ujar mereka yang udah tepar.


Namun Sultan masih menyuguhkan tapi tetap juga mereka meminumkannya.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH


TERIMA KASIH

__ADS_1


mampir juga ke karyaku (System super kultivasi)


__ADS_2