System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 117


__ADS_3

"Aku jadi menyesal mengenalnya," ucap gadis itu menundukkan kepala.


"Setidaknya kau belum jadi mayat untuk menyesalinya," sahut Sultan.


"Ya, kau benar, untung saja aku bertemu denganmu," ucap gadis itu tersenyum kecut.


"Boleh aku sebuah permintaan?" tanya gadis itu melirik Sultan.


"Katakan," jawab Sultan fokus dengan kemudinya.


"Sebelum melakuan sesuatu, bolehlah aku mengetes dirinya sebentar, agar aku benar-bebar yakin jika aku sudah siap kehilangannya," ucap gadis itu pelan.


"Jika nanti ternyata dia masih mencintaimu, berarti gagal donk rencananya," jawab Sultan.


"Ku rasa mungkin itu tidak terjadi, aku hanya ingin menyakinkan jika hatiku benar-benar sangat marah dan membalaskan dendamku, jika pria yang sudah di atas langit, mana cukup wanita hanya 1," jawabnya.


"Hm? Tapi aku setia kok," jawab Sultan tersenyum memanjangkan lekuk mulutnya.


"Oh ya, aku tidak percaya," ucap gadis itu mencibir.


"Tentu saja, aku setia pada 1 wanita yaitu ibuku, kan aku di lahir 1 perut, bukan 2 perut, jadi nggak ada ibu yang kedua kecuali ibu-ibu," ujar Sultan terkekeh.


"Becanda aja kamu," ucap gadis itu tersenyum.


Perjalanan yang cukup jauh memakan waktu -+ 2 jam lamanya dan mereka berdua pun sampai di markas tersebut.


"Ini tempatnya, ayo masuk," ajak Gadis itu. Mereka pun turun dari mobil.


Beberapa penjaga berjaga di luar ketika melihat gadis itu datang, mereka langsung menghalangi.


"Apa maksudnya ini?" tanya Gadis itu.


"Anda di larang masuk," ujar penjaga itu.


"Kenapa? Kalian kan sudah mengenalku," ucap Gadis itu kesal.


"Ya, tapi Tuan melarang Anda," ucap penjaga itu.


"Mana mungkin, ini kalian sengajakan," ujar gadis itu menendang penjaga tersebut dan menyerobot masuk.


"Hey! Kamu di larang masuk!" teriak penjaga itu mengejar gadis itu yang masuk ke dalam, sedangkan gadis itu menarik tangan Sultan ikut ke dalam markas tersebut.


"Randi, Randi, di mana kamu!" teriak Gadis itu. Tapi tidak ada sahutan.


"Randi! Randi! Keluar kamu!" teriak gadis itu lagi.


"Oh, ternyata kamu pulang dengan selamat," jawabnya secara tiba-tiba keluar dari sebuah kamar dengan pakaian baju handuk.


"Iya," jawab gadis itu melemah.

__ADS_1


"Lalu? Untuk apa kau kesini?" tanya pria yang bernama Randi itu.


"Apa maksudmu? Karena aku selamat, tentu saja aku pulang," jawab gadis itu dengan nada rendah, sepertinya dia sangat penurut.


"Pulang? Ini bukan rumahmu untuk kamu pulang dan juga siapa gadis bersamamu?" tanyanya melihat ke arah Sultan.


"Dia temanku yang sudah menyelamatkanku, dan juga kenapa pengawal tidak memperbolehkanku masuk, apa ini perintahmu?" tanya gadis itu menatap Randi sayu.


"Ya begitulah, aku rasa aku tidak membutuhkanmu lagi, selain kau hanya bisa punya ilmu diri sedikit, sisanya kau tak punya apa-apa, beda dengannya, dia punya segalanya dan papanya adalah orang yang berkuasa," ucap Randi melihat ke arah wanita sek si yang keluar dari kamar tempat Randi keluar tadi.


"Randi, apa maksudmu? Tapi kau bilang jika aku pulang dalam keadaan selamat, kau akan menikahiku dan hidup bersamamu, tapi sekarang kenapa jadi seperti ini, siapa wanita itu?" tanya gadis itu tak terima.


"Kau memang selamat, tapi misimu gagal, aku tidak membutuhkan wanita tak berguna sepertimu," ucapnya tajam.


"Jadi maksudmu, meskipun misinya berjalan lancar dan aku pulang dengan selamat pun kau tetap tidak membutuhkanku?" ucap gadis itu dengan mata berkaca-kaca.


"Ya hasilnya tetap akan sama, mau itu misi selesai atau tidak, mau kau pulang dengan selamat atau mati, aku tidak perduli, kau hanya teman ranjangku dan bukan apa-apa bagiku," ucap Randi dengan bangganya.


"Berarti janjimu hanya bohong belaka?" tanya gadis itu merasa dadanya sesak.


"Aku tidak pernah berjanji apa pun padamu, kau yang mengatakannya, aku hanya bilang iya saja dengan ucapanmu, tidak ada mengatakan janji," jawab Randi tanpa bersalah.


Gadis itu terdiam menundukan kepala dan meneteskan air mata. "Ternyata aku yang terlalu polos mencintaimu, sedangkan selama ini kau hanya mengangapku mainanmu, untuk apa aku berjuang di medan perang bersama teman-temanku, berkorban nyawa untukmu, tapi balasan yang menyakitkan yang ku dapat, sia-sia semua nyawa teman-teman yang mati hari ini. Kau memang kejam Randi, kau gunakan nyawa dan darah temanmu demi kekuasaanmu!" teriak gadis itu dengan suara parau menahan isak tangisnya.


"Heh! Mereka bukan temanku, tapi mereka bawahanku, siap bekerja untukku, sama seperti dirimu," ucap Randi berbicara tanpa merasa bersalah.


Gadis itu mengengam erat tangannya, ia sangat geram.


"Benar, kau yang terlalu naif, dan aku tidak menyukai wanita naif, habisi dia sekarang!" perintah Randi yang kemudian membalikkan badan sambil merangkul pinggang gadis itu masuk kamar.


"Randi! Gantikan nyawa teman-temanku, atau aku akan mempersembahkan darah dan kepalamu untuk mereka!" teriak gadis itu berapi-api.


Tapi Randi tidak mengubris ucapan gadis itu dan mereka berlenggak lenggok masuk kamarnya.


Para penjaga itu pun menembak ke arah Sultan dan gadis itu.


SULTAN


(Gunakan poinku untuk melindunginya dari peluru)


SISTEM


(Siap Tuan)


Menggunakan poin.


Membuat perisai sementara.


Loading...

__ADS_1


Mulai...


10%...


"Berlindung di bawah tubuhku," ucap Sultan meringkukkan tubuhnya untuk melindungi gadis itu dari serangan senjata api sebelum perisainya selesai.


20%...


30%...


40%...


Dor! Dor!


Dor! Dor!


50%...


60%...


70%...


"Aduh," sebuah peluru mengenai jari gadis itu hingga keluar darah, Sultan mengengam jari gadis itu menahan agar darahnya tidak keluar lagi.


80%...


90%...


100%...


Selesai.


Poin Anda di potong 100 poin.


Poin Anda menjadi 900 poin.


Sultan pun berdiri. "Hey apa yang kau lakukan? Aku bisa mati tertembak," ucap gadis itu panik.


"Udah, kau tidak apa-apa sekarang," jawab Sultan. Dan benar saja saat mereka yang masih menembak ke arah Sultan dan gadis itu, mereka tidak di tembus dengan peluru.


"Ini kenapa bisa seperti ini? Ini sangat ajaib," ucap wanita itu kagum.


"Ingat, ini hanya sementara, dan setelah ini kau tetap jadi orang biasa setelah keluar dari markas ini, aku hanya bisa membantumu saat ini saja di luar itu aku tidak bisa bantu seperti ini lagi dan perisai ini terbatas, jangan terlena, dan cepat lakukan apa yang ingin kau lakukan," ucap Sultan.


"Benar, aku akan melakukan sesuatu," ucap gadis itu yang masuk ke dalam ruang rahasia yang dulu tak sengaja ia temukan.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH

__ADS_1


TERIMA KASIH


__ADS_2