
Sultan pun menyerahkan uang 500 miliyar kepada Han.
"Ambil bagianmu 7.000.000.000 pak Han," ucap Sultan.
"Terima kasih Tuan, terima kasih banyak," ucap pak Han senang.
Ting ting
Hadiah Anda di kurang 500 miliyar
Sisa hadiah Anda 4.499.800.000.000
"Dan juga untuk Qayla dan Ibu, aku memberikan uang 1.499.800.000.000 untuk bayar karyawan di semua perusahaan," ucap Sultan.
"Baiklah, akan kami jalankan usahanya," ucap Qayla tersenyum.
Ting ting Hadiah Anda di kurangi 1.499.800.000.000
Sisa hadiah Anda 3.000.000.000.000.
"Oh ya Ibu hari ini mau lihat rumah kita, kalau sudah jadikan ibu mau pindahin barangnya," ucap Ibu.
"Oh ya udah, ini juga sudah jam 09:45 menit, aku hari ini bolos kuliah, aku ada urusan sebentar," ujar Sultan.
"Oh baiklah jika begitu, hati-hati," pesan Ibu.
__ADS_1
"Iya hati-hati Sultan," ulang Qayla.
"Ya," angguk Sultan pergi menuju mobilnya. Qayla melihat kepergian Sultan sampai ia masuk mobilnya.
Sultan pun melaju menuju rumah sakit tempat seseorang yang di rawat.
Sesampainya di sana Sultan masuk ke dalam rumah sakit tersebut.
"Apa tidak ada seseorang yang masuk ke sini kan?" tanya Sultan melirik kiri dan kanan.
"Sepertinya tidak ada, entah mereka tidak tau tempatnya atau mereka memang tidak mencariku lagi," ucap Derry.
"Ya, semoga secepatnya kau di oplas," ucap Sultan.
"Kau benar, apa lagi aku masuk me sana tanpa data yang akurat, ingat namaku Suqay jika di organisasi, jika terjadi sesuatu, katakan padaku, dan aku beberapa hari lagi akan perhi ke negara B," ucap Sultan.
"Semoga kau baik-baik saja nanti, jika terjadi apa pun padamu beri tahu aku, aku akan berusaha membantumu," ucap Derry.
"Ya, ya sudah aku pergi dulu," pamit Sultan yang ia langsung melangkahkan kaki keluar dari ruangan tersebut.
Ketika Sultan keluar ada 2 orang manyelinap. "Ketua, Suqay mengunjungi seseorang di rumah sakit," ujar bawahan ketua memata-matai Sultan.
"Periksa siapa yang ia kunjungi," perintah ketua tersebut.
"Baik Ketua," ucap mereka lewat alat komunikasi.
__ADS_1
Mereka masuk ke ruangan Derry dan mereka langsung di hadang oleh 2 orang bawahan Sultan.
"Siapa kalian?" tanya bawahan Sultan.
"Minggir sana!" bentak pria itu. Namun keduanya tetap tidak pergi.
Mereka pun menghajar ke dua anak buah Sultan hingga pingsan dan kedua pria itu mendekati Derry yang tadi ia sempat mengirim sinyal pertolongan lewat ponselnya.
Pria itu membuka kain kasa di wajah Derry dan terlihatlah wajah Derry yang luka.
"Ketua dia adalah..."
Buk!
Sebuah hantaman keras memukul pundak Kedua pri itu dari belakang membuat kedua pria itu rubuh ke lantai.
"Syukurlah kamu datang Sultan, sepertinya mereka sudah tau tempat aku berada," ucap Derry panik.
"Benar, jika kau di pindahkan sekarang itu akan beresiko luka pada tubuhmu," ucap Sultan juga sangat khawatir, karena takutnya mereka kembali mengirim bantuan lagi karena pembawa pesan mereka terputus.
"Biarkan aku operasi sekarang sebelum mereka datang," pinta Derry.
"Tapi kau masih dalam perawatan," ucap Sultan.
BERSAMBUNG
__ADS_1