
"Tidak masalah bagiku, luka di seluruh tubuhku lebih sakit dari pada operasi plastik yang hanya di wajah dan mengunakan bius," ucap Derry
"Baiklah, aku akan menanyai dokternya dulu," ucap Sultan segera berkonsultasi dengan dokternya.
Tak lama Sultan dan Dokter masuk keruangan.
"Lho kenapa mereka berempat tidur di sini?" tanya Dokter tersebut melihat 4 orang pria berjejer di lantai.
"Iya Dokter mereka terlalu mengantuk, aku akan membawa mereka pulang nanti," ucap Sultan cengengesan.
"Begini, jika kamu ingin operasi sekarang kemungkinan akan ada resiko yang terjadi, entah itu luka di wajah lama sembuh atau wajah mu menjadi tidak seperti yang kau inginkan," jelas dokter ahli operasi plastik tersebut.
"Aku tidak peduli dengan perubahan wajahku dokter, aku ingin merubah wajahku yang sangat jauh berbeda dengan wajah ini," pinta Derry.
"Baiklah, kita akan melakukan operasi plastik sekarang," ujar dokter itu mantap dan ia segera memanggil perawatnya untuk segera menyediakan peralatan dan ruang operasi.
"Syukurlah Sultan, mereka tidak mengenali ku lagi," ucap Derry bersuka cita. Sultan mengangguk.
Perawat pun datang membawa bed roda dan mengangkat Derry ke sana lalu membawa ke ruang operasi.
Sultan memegang nadi di leher anak buahnya dan mereka hanya pingsan dan tidak ada cidera apa pun.
__ADS_1
"Mereka berdua pasti akan bangun, dan untuk 2 orang ini aku harus singkirkan mereka berdua," ucap Sultan membawa keduanya masuk mobilnya dan membawa mereka ke tempat pembuang terakhir.
Sesampainya di sana Sultan membuang kedua orang itu di pengilingan sampah raksasa untuk di hancur sampah menjadi gampang terurai.
Sultan melihat kedua pria itu tergiling dan bersimbah darah bersama sampah tersebut dan ia berdiri sejenak di sana.
"Aku benar-benar berubah sekarang menjadi orang yang kejam, membunuh orang hal yang mudah bagiku," ucap Sultan merenungi dengan perubahan hidupnya.
"Tuan, Anda sedang apa di sini, tempat ini sangat berbahaya jika Tuan jatuh di sana tidak bisa di selamatkan," ucap pekerja itu memperingati.
"Oh iya, aku hanya ingin membuang sampah saja tadi, maaf menganggu pekekerjaan Anda, aku permisi dulu," ucap Sultan menundukkan kepala memberi hormat dan kemudian ia pergi.
"Sepertinya jika di lihat dari wajahnya ia ada masalah, apa jangan-jangan ia berpikir ingin terjun ke tempat pengilingan sampah ini, untung saja aku datang tepat waktu, jika tidak, ada seseorang bunuh diri di sini," ucap pekerja itu lega.
Triring
Triring
"Halo," jawab Sultan.
"Datang ke markas sekarang," perintah ketua tersebut.
__ADS_1
Sultan mematikan ponselnya dan menancap gas melaju di jalanan.
Tak lama Sultan sampai di markas. Sultan datang pada ketua itu.
"Ada hal penting apa ketua memanggilku?" tanya Sultan.
"Apa kai sudah melakukan pada 2 orang suruhanku?" tanya Ketua tersebut.
"Ya aku melakukan sesuatu pada mereka," jawab Sultan jujur.
"Di mana mereka?" tanya Ketuanya lagi.
"Sudah ku buang entah ke mana," jawab Sultan ngasal.
"Kenapa kau melakukannya?" tanya Ketua itu bersitegang.
"Dia sudah menyakiti saudaraku, apa aku harus duduk diam melihat saudaraku di pukuli? Membiarkan mereka melakukannya dan aku tidak melakukan apa pun?" tanya Sultan balik.
"Jika kau terikat oleh sesuatu kau tidak akan bisa berkembang," ucap ketua itu.
"Jika seandainya terjadi sesuatu padaku, merekalah yang pertama menyelamat dan berjuang untukku," jawab Sultan tegas
__ADS_1
BERSAMBUNG