
Sarah pun menunggu di depan rumah Sultan.
"Sayang udah malam, pulang yuk," ajak Sultan.
"Kamu pulang saja dulu ya, aku ada yang ingin ku kerjakan sedikit, aku mandi di sini saja, dan juga beli makanan untukku ya," ucap Qayla memegang dagu Syafiq.
"Kamu jangan terlalu capek, kan ada karyawan di sini mengerjakannya," ucap Sultan.
"Ada yang tidak mereka mengerti, dan aku yang harus mengerjakannya," ucap Qayla.
"Hm... baiklah jika begitu, aku pulang sebentar ya," ucap Sultan.
"Eh tunggu dulu," panggil Qayla.
"Ada apa?" tanya Sultan mengangkat alisnya.
"Temani aku mandi," ucap Qayla.
"Ha temani kamu mandi, ayo ayo ayo," angguk Sultan cepat.
"Bukan temani aku mandi di dalam, tapi tungguin di depan pintu jagain jangan ada yang masuk," ucap Qayla.
"Oooo," jawab Sultan kecewa.
Qayla mengambil baju baru dan perlengkapan mandi dari tokonya.
"Ayo," ajak Qayla menuju kamar mandi.
Qayla masuk ke kamar mandi dan Sultan ikut masuk. "Kamu tunggu di luar aja," ucap Qayla mendorong tubuh Sultan keluar. Dan Qayla pun menutup pintu.
Setelah mandi Qayla pun keluar. "Wih... seger, kamu nggak ngintipkan?" tanya Qayla menatap tajam Sultan.
"Gimana mau ngintip, pintunya tertutup rapat gitu," ucap Sultan manyun.
"Baguslah jika begitu, kamu pulang gih, tapi cepat kembali ya, jangan lupa bawa makanan," ucap Qayla mengingatkan.
"Iya sayangku cintaku my love-loveku," ucap Sultan bertubi-tubi. "Ya udah aku pulang, kamu baik-baik di sini ya," pesan Sultan mencium kening Qayla.
"Kamu yang hati-hati," jawab Qayla memegang keningnya.
"Iya, ya udah aku pergi dulu," pamit Sultan. Qayla mengangguk tersenyum.
Sultan masuk mobilnya dan menuju arah jalan pulang.
Ting ting
Misi level B
__ADS_1
Seseorang mabuk di tengah jalan.
Hadiah 20 poin.
Hadiah 700.000.000.000.
Sultan memelankan laju mobilnya sambil melihat kekiri dan kekanan. Tiba-tiba saja seseorang lewat di depan mobilnya dan Sultan pun memberhentikan mobilnya mendadak.
Pria itu langsung tumbang di depan mobil Sultan dan Sultan segera turun dari mobilnya.
Sultan mengangkat pria itu masuk kedalam mobilnya cepat-cepat sebelum orang melihatnya.
"Bapak mau kemana?" Tanya Sultan.
"Mau pulang," ucapnya dengan suara yang mabuk berat.
"Di mana rumah bapak? biar saya antarkan," tanya Sultan.
"Rumahku? Ayo tebak di mana rumahku," ucapnya sambil tertawa.
"Rumah bapak di mana?" tanya Sultan lagi mengulanginya.
"Kamu tebak saja deh di mana rumahku," ucapnya tertidur.
"Pak, rumahnya di mana? Saya antarkan pulang ke rumah," ucap Sultan meninggikan suaranya.
"Jalan Merdeka!" teriaknya dan ia terbaring lagi.
"Untunglah masih searah," ucap Sultan melajukan mobilnya. Dan saat sampai di sana Sultan bingung yang mana rumahnya, karena semua rumahnya sama.
Sultan mengangkat bapak itu dan mengetuk salah satu rumah di sana.
"Permisi!" panggil Sultan.
Seseorang membukankan pintu.
"Ada apa ya?" tanya pemilik rumah.
"Rumah bapak ini di mana?" tanya Sultan.
Pemilik rumah itu melihat wajah yang tertunduk itu. "Oh pak Anto ya, rumahnya ada di sana," ucap ibu itu menujuk rumah yang berada di timur.
"Boleh tunjukkan Buk?" tanya Sultan.
"Oh baiklah Ayo," ajak ibu itu berjalan terlebih dahulu menuju rumah pak Anto.
"Ini rumahnya," ucap Ibu tersebut, dan ia pun mengetuk pintu.
__ADS_1
"Permisi buk Anto," ucap ibu itu.
"Ya seberntar," ucap suara dari dalam rumah membuka pintu.
"Ini pak Anto, nggak tau kenapa," ucap ibu itu.
"Ya ampun pak, apa yang terjadi?" tanya ibu itu. "Dia kenapa?" tanya buk Anto melihat le arah Sultan.
"Sepertinya dia...,' ucapan Sultan terputus dan ia mendekati buk Anto itu dan berbisik.
"Dia sepertinya mabuk," ucap Sultan karena ia nggak enak sama terangga ibu Anto tersebut.
"Oh iya," angguk bu Anto dan kemudian ia mengangkatnya kedalam.
"Terima kasih ya," ucap buk Anto itu
"Sana-Sama, buk," ucap Sultan dan ia pun pergi pulang.
Sultan pun masuk ke mobilnya dan melaju di jalanan
Ting ting
misi selesai
Selamat Anda mendapatkan 20 poin
Poin Anda menjadi 440 poin.
Selamat Anda mendapatkan hadiah 700.000.000.000.
Hadiah Anda menjadi 10.936.740.000.000.
Sesampainya di rumah, terlihat Sarah duduk di depan teras rumah.
Sultan enggan untuk keluar, namun ia harus cepat keluar, ia tak mau Qayla menunggu.
"Sultan," panggil Sarah.
"Ada apa kamu ke sini?" tanya Sultan.
"Aku hanya ingin melihatmu," ucap Sarah tersenyum.
"Tidak ada hal penting lainnya?" tanya Sultan.
"Aku hanya ingin menanyakan, apa hubungan kamu sama wanita yang berfoto itu?" tanya Sahra.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih