
"Apa kamu bilang!" ucap Sultan geram. Ia mendekati pria itu dengan kekuatannya ia mencabut paksa kepala pria itu memisahkan dari tubuhnya saking geramnya. Darah bergenangan di lantai dan tubuh tanpa kepala itu rubuh di lantai di dinatas darahnya bersamaan kepalanya Sultan menghempaskan ke tubuh tak bernyawa itu.
Mereka yang ada di sana sangat kaget terbelalak dan ketakutan, mereka tak percaya jika Sultan sangat sadis dan kejam.
"Yang berani menghinaku dan keluargaku, aku akan mencabik habis tubuhnya," ancam Sultan.
Mereka bergelik ngeri. "Astaga! dia benar-benar kejam," bisik salah satu pria kepada temannya.
"Sssttttt," temannya meletakkan jari telunjuk di bibirnya.
"Sudah cukup! Meskipun dia menghinamu tapi dia juga bagian dari kita," ucap ketua.
"Aku tidak peduli siapa dia, yang berani berkata seperti itu denganku, akibatnya juga sama," ucap Sultan tegas.
"Baiklah, aku tidak mau kau mengulangi hal yang sama Suqay," ucap ketua pasrah.
"Aku akan mengulanginya lagi jika ada yang melakukan lagi," balas Sultan tak bergeming.
"Hahahaha... Baiklah-baiklah, saya suka pria sepertimu," ucap ketua tertawa sambil mengangguk-angguk.
Semua orang melihat ke arah Ketua tersebut merasa aneh dan heran, ia tertawa di saat salah satu anggotanya mati di depannya.
"Baiklah, baiklah, kamu pulanglah," ucap ketua itu melambaikan tangan menyuruh Sultan untuk pergi.
Sultan pun pergi meninggalkan mereka melangkahkan kaki keluar dari markas tersebut dan menuju mobilnya.
"Ketua, kenapa kau melepaskannya begitu saja setelah membunuh salah satu anggota kita, kenapa ketua tidak menghukumnya?" tanya bawahannya tak mengerti isi kepala ketuanya.
"Dia berbeda, ia tidak takut apa pun, kejam, sadis dan tidak suka di ganggu, orang sepertinya dirinya sudah siap di bawa ke medan perang, aku suka dengan tabiatnya yang keras," ucap ketuanya sambil menatap kelergian Sultan. "Bersihkan mayat itu," perintah ketuanya.
Mereka pun bersama-sama, membersihkannya.
"Hey kamu jangan pergi dulu!" teriak seseorang yang suarany Familiar.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Sultan menongolkan kepalanya dari jendela mobil.
"Biarkan aku masuk ke mobilmu sebentar," ucap pria itu. Sultan pun membukakan pintu untuknya.
"Apa mobilmu kedap suara?" tanya pria itu. Sultan pun menyentuh di layar mobilnya agar menjadi kedap suara, perlahan-lahan mobilnya menjadi terlapis dua.
"Ada yang ingin kau sampaikan?" tanya Sultan.
"Iya," angguknya. "Aku tahu kau masuk keorganisasi ini pasti ada tujuannya kan, bukan benar-benar ingin bergabungkan?" tebak pria itu.
"Ya, lalu? Kau ingin mengatakannya lagi dengan pria paruh baya itu?" tebak Sultan.
"Tidak, aku sudah berpikir jika aku akan mengikutimu untuk melakukan sesuatu di organisasi," jawab pria itu.
"Apa yang bisa kamu lakukan?" tanya Sultan.
"Aku akan mencari informasi sebanyak-banyaknya dan juga mencari kelemahannya agar bisa menghancurkan mereka, aku berkhianat itu demi mereka, tapi apa balasan yang ku dapat? Sebuah pengkhianatan juga, untuk apa aku berbaik hati lagi dengan mereka," ucap Pria itu geram.
"Namamu Beni kan?" tanya Sultan.
"Jika kau ingin bekerja sama denganku, aku akan berusaha melindungimu, tapi ingat, ini ke inginanmu buka permintaanku," ucap Sultan.
"Aku tau, aku akan mengikutimu untuk bersama menghancurkan organisasi ini," ucap Beni yakin.
"Berikan nomormu, agar aku bisa menghubungimu," ucap Beni lagi.
"Baiklah, ini nomor yang biasa aku pakai, bukan nomor dari organisasi," ucap Sultan memperlihatkan nomornya dan Beni pun mencatatnya. "Kau cepatlah keluar sebelum mereka curiga," ucap Sultan.
"Terima kasih sudah menerimaku," ucap Beni. Sultan mengangguk dan kemudian membukankan pintu untuk Beni.
Beni pun keluar dari mobil Sultan dan kembali ke markas.
"Ada apa kamu dengan Suqay?" tanya salah satu temannya kepo.
__ADS_1
"Tidak ada apa-apa, hanya kagum dengannya, sungguh pria yang luar biasa," ucap Pria itu tersenyum sambil mengangguk-angguk.
"Jika di lihat dia memang sungguh pemberani," ucap mereka mengangguk-angguk.
Sultan melajukan mobilnya di jalanan dengan kecepatan tinggi.
Ting ting
Misi level B
2 orang pencuri mengendap-endap di salah satu rumah warga di kota T jalan Mahoni.
Hadiah 20 poin
Hadiah 500.000.000
"Oh di kota T ya, ya udah aku sekalian pulang," ucap Sultan.
Sesampainya di rumah, pintu rumah terbuka. "Ada apa malam begini rumah kok maaih terbuka?" tanya Sultan heran.
Sultan pun segera turun dari mobilnya dan masuk rumah, ternyata ada tamu.
"Untuk apa mereka bertamu malam-malam begini?" pikir Sultan.
"Eh Sultan, kok kamu baru pulang?" tanya sahabatnya yaitu Tedi.
"Eh ngapain malam-malam begini datang kerumahku, ganggu Ibu tidur aja," omel Sultan.
"Ada hal penting nih," ujar Tedi serius.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH
__ADS_1
TERIMA KASIH