System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 153


__ADS_3

"Aku tidak bohong," ucap temannya berusaha menyakinkan.


"Aku minta kembalikan uang yang sudah yang aku investasikan," ucap pria itu.


"Kasih aku waktu, aku akan membayarkannya," ucap temannya lagi


"2 bulan yang lalu aku sudah mengatakan padamu, jika tidak ada uang yang masuk aku minta kembali uang yang sudah aku investasikan," ucap pria itu marah.


"Saat ini aku tidak punya uang untuk membayarnya, beri aku waktu 1 bulan lagi, akan ku kembalikan uangmu," ucap temannya memelas.


"Aku tidak peduli, jika tidak jual saja hotel ini, aku akan mengambil bagianku, sisanya terserah padamu," ucap pria itu emosi.


"Apa kamu bilang, ini usahaku jika di jual bagaimana dengan hotel yang sudah susah payah di bangun dan malah di jual begitu saja, sedangkan pelangannya sudah banyak, masa mau di jual, mikir donk," temannya balik marah.


"Kamu bilang sepi, sekarang sudah banyak pelanggan, emang kamunya yang sudah menghabisi uangnya sendiri, balikin uangnya! Jika tidak, aku sendiri yang akan memlelangkan hotel ini," bentaknya geram.


"Bagaimana jika aku yang mengakusisikannya," ucap Sultan dari atas balkon setelah puas melihat mereka adu mulut.


Pria itu mendonggakan kepalanya melihat pemilik suara tersebut.


Sultan turun dari tangga yang hanya mengunakan baju handuk tersebut hingga terlihat dadanya yang kekar.


"Apa Tuan serius?" tanya pria itu tak percaya.

__ADS_1


"Wah... di tampan sekali," ujar ibu-ibu pengunjung hotel tersebut.


"Ingin rasanya aku menceraikan suamiku dan menikah dengannya," ujar ibu-ibu yang lain.


"Tentu saja aku serius, sila katakan berapa harganya," ucap Sultan duduk di sofa tamu.


"700 milyar," ucap pria itu.


"1 triliun," jawab Sultan.


"Mau, mau, mau, mau," ucap keduanya berdiri di hadapan Sultan dengan mata berbinar seperti anak kucing mengibaskan ekornya menunggu tuannya memberi makan.


"Aku akan memberikan uangnya dengan Syarat ganti sekarang nama kalian menjadi namaku," perintah Sultan.


"Bawakan sartifikatnya aku akan memperlihatkan uangnya," ucap Sultan.


"Baiklah, bawakan surat-suratnya," perintah pria itu kepada temannya.


Temannya pun berlari mengambil surat-surat yang ia simpan di berangkas yang hanya ia dan temannya yang tahu.


Tak lama kemudian ia datang membawa surat-surat tersebut.


"Di mana uangnya?" tanya pria itu memegang surat tersebut.

__ADS_1


Sultan mengambil dari bawah meja sofa dan meletakkan di atas meja.


Mereka bingung karena Sultan datang tanpa membawa uang tadi saat ia turun dari tangga.


"Ini uang 1 triliunnya, sekarang ganti namaku dan panggil notaris kalian," perintah Sultan.


Pria itu pun langsung menelpon notarisnya untuk segera datang.


"Astaga! Untung banyak, untung banyak," ucap temannya mengosok-gosok tangannya karena tangannya sudah gatal ingin memegang uangnya. Padahal membangun hotel tersebut mereka berdua mengeluarkan biaya 400 miliyar saja.


Notaris itu datang membawa tasnya dan berjas rapi.


"Silakan duduk pak Hen, Perkenalkan Tuan ini yang akan membeli hotel ini," ucap Pria itu.


"Saya Hen yang akan menjadi notaris Anda selanjutnya," ucap Hen menjulurkan tangannya.


"Saya Sultan, mohon kerja samanya," ucap Sultan menyalami tangan Hen.


"Gantikan nama mereka menjadi namaku," perintah Sultan.


"Baik Tuan," ucap Hen mengantikan sartifikat yang baru lalu menandatanganinya.


"Tuan Sultan juga tanda tangan di sini," ucap Hen menyerahkan lembaran sartifikat tersebut dan Sultan menandatanganinya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2