
"Poinku sudah 100, aku harus mencari 400 poin lagi untuk mencukupi 500 poin untuk perlindungan Ibu," ujar Sultan menghitung.
"Mau kuliah udah telat, mending balik lagi ke rumah sakit deh," ujar Sultan, sistem otomatis berbelok arah menuju rumah sakit.
SULTAN
(Sistem, apa bisa belajar menyetir mengunakan poin?)
SISTEM
(Bisa Tuan)
SULTAN
(Kenapa kamu nggak bilang dari awal)
SISTEM
(Tuan tidak tanya)
SULTAN
(Oke oke, berapa poin yang harus aku habiskan untuk belajar)
SISTEM
(Anda bisa lihat di sistem)
Ting ting.
Pengunaan memerlukan 40 poin.
SULTAN
(Oke tukarkan, setelah ini aku mohon beri aku misi yang banyak agar aku bisa secepatnya mengumpul poin untuk melindungi ibuku)
SISTEM
(Misi sudah di program Tuan tidak perlu khawatir lagi, )
Ting ting.
memilih...
Memindahkan kepandaian...
Mulai transfer....
10%...
20%...
30%...
40%...
50%...
60%...
70%...
80%...
90%...
100%...
Selesai.
__ADS_1
Poin Anda di potong 40 poin.
zPoin Anda sekarang sisa 60 poin.
"Oke baiklah sekarang aku yang nyetir, hohoho... senang sekali bisa nyetir sendiri," teriak Sultan melajukan mobilnya mengarah ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit Sultan masuk ruangan di mana Tedi berada dan duduk kursi di dekat Tedi.
"Aku udah bisa naik mobil," ujar Sultan tersenyum.
"Baru bisa naik mobil?" tanya Tedi menekuk alisnya.
"Iya, angguk Sultan senang.
"Jadi selama ini yang nyetir mobil siapa?" tanya Tedi tak mengerti.
"Eh... itu ya... (menggaruk kepalanya yang tidak gatal) maksudnya baru benar-benar mahir sekarang nyetir mobilnya kemaren-kvemaren aku belum terlalu bisa," jawab Sultan cengengesan.
"Masa iya? Kamu bilang belum mahir, tapi kamu sudah bisa mengalahkan ku waktu balapan waktu itu, jika kamu mahir bisa ikut balapan beneran tuh," ujar Tedi nyengir.
Sultan bingung mau jawab apa. "Eh itu... aku pikirin lagi deh," jawab Sultan cengengesan.
"Ngomong-ngomong kamu kapan bisa pulangnya?"
"Mungkin dalam 4 hari ini, kata dokter untungnya aku ngak ada cidera dalam," jelas Tedi.
"Syukurlah kalau kayak gitu," angguk Sultan.
Ting ting.
Misi level SS.
Seorang pengusaha di tangkap mafia.
[Hadiah 80 poin]
"Tedi, sepertinya aku harus pergi dulu ya, ada urusan," ujar Sultan berdiri bersiap-siap pergi.
"Iya hehehe," ujar Sultan cengengesan karena nggak mungkin ia minta bantuan dengan orang sakit, Sultan melangkahkan kaki keluar rumah sakit dan menaiki mobilnya.
SULTAN
(Di mana tempatnya?)
SISTEM
(Di kota W)
SULTAN
(Itu jauh sekali kurang lebih 1 jam)
SISTEM
(Sistem yang kendalikan agar cepat sampai)
SULTAN
(Baiklah)
Sultan menuju ke kota W, sistem mengendalikan mobil dengan kecepatan tinggi sehingga polisi lalu lintas hanya melihat mobil tersebut bagaikan bayangan yang melesat di atas jalanan. Jika ada mobil di depan yang jalannya pelan mobil tersebut bagaikan terbang melewatinya.
Beberapa menit kemudian sampailah di markas para mafia itu.
SULTAN
(Sistem, untuk apa para mafia itu meculik pengusaha tersebut)
SISTEM
__ADS_1
(Karena pengusaha itu menetang mereka ikut dalam permainan saham, karena menurutnya mereka itu penjahat, takutnya di dalam mereka menjadi pengusaha dan usaha mereka hanya kedoknya saja tapi mereka melakukan hal yang kejam dan melakukan transaksi jual beli n*rk*ba dan semacamnya)
SULTAN
(Begitu ya, tapi tempatnya mewah sekali dan ada lampu kristal, lain kali ku belikan lampu kristal untuk ibu. Tapi berapa banyak para mafia itu?)
SISTEM
(Sekitar 70 orang)
SULTAN
(Ramai weyyy)
SISTEM
(Karena mereka ada 2 kelompok)
SULTAN
(Baiklah jika begitu aku segera masuk)
Sultan pun masul lewat pintu depan yang sedang di jaga oleh 4 orang yang memegang senjata api.
"Siapa kamu? Dan untuk apa kamu kesini?" tanya penjaga itu.
"Aku ingin bertemu bos kalian dan aku adalah kakek bos kalian," jawab Sultan berlagak.
"Mana ada kakek semuda ini, mana kartu pengenalnya?
"Ini," tunjuk Sultan dan kartu pengenal tersebut adalah milik orang yang di samping kananya .
"Lho inikan punya saya, kapan dia mengambilnya?" Tanya penjaga itu heran. penjaga itu kembali kartu pengenalnya dari tangan Sultan.
"Orang yang tidak berkepentingan di larang masuk, bos kami sedang sibuk," tukasnya.
"Ayolah, aku ada kepentingan ingin bertemu bos kalian," ujar Sultan.
"Tidak bisa, lebih baik kamu pergi atau kami akan membunuhmu," ancam penjaga itu.
"Sepertinya kalian tidak bisa di ajak bicara baik-baik, apa kalian tau? Orang sombong cepat matinya," ujar Sultan mencibir.
"Sana pergi," teriak penjaga itu.
"Baku hantam yang kalian maukan?" ujar Sultan menarik kerah bajunya dan lalu menghantam kepalanya ke tembok. Penjaga yang lain menodongkan senjata apinya dan menembak ke arah Sultan dan Sultan menarik moncong senjata api itu lalu mematahkannya, mereka sangat terkejut seketika itu mereka ingin lari, Sultan menangkap ke duanya lalu menendang kaki dan perutnya dan melemparnya tembok.
Sultan masuk ke pintu 2 dan di sana ada 8 orang penjaga mereka bersiap menembak ke arah Sultan, tanpa pikir panjang lagi Sultan menarik kepalanya dan menghamtamkan ke lantai dan mereka menyerang Sultan dengan sigap Sultan menarik tangannya dan mematahkannya, Sultan menarik baju 2 oarang dan melemparny ke atas plafon dan jatuh ke tubuh temannya. Sultan juga menarik kedua kepalanya lalu mengadukannya dan menedang bokong mereka.
Masuk ke pintu ke 3.
"Astaga kenapa pintunya banyak sekali," keluh Sultan. Di sana ada 40 orang penjaga ketika melihat Sultan datang mereka menodong senjata apinya.
"Siapa kamu? Apa kamu sudah mendapat izin dari penjaga pintu pertama?" tanyanya curiga.
"Heh! Aku mau masuk manapun tidak perlu meminta izin," jawab Sultan yang langsung mnyerbu ke arah mereka menebak ke arah Sultan dan Sultan salto untuk menghindarinya dan malah mengenai temannya di belakang. Sultan mencibir karena peluru itu tidak mngenainya.
"Penjaga seperti apa kalian? Teman sendiri di tembak," ejek Sultan dan itu membuat mereka geram.
"Tangkap dia, aku benar-benar ingin menghabisi dia dengan tanganku," teriak penjaga yang menembak temannya tadi.
Mereka berusaha menangkap Sultan, namun Sultan menghindar terus menerus.
"Aku tidak percaya jika kita sebanyak ini tidak bisa menangkap dia sendiri," ujarnya geram.
"Baiklah jika ininyang kalian mau," ujar Sultan yang memulai aksinya, ia meninju kepala penjaga itu lalu melemparnya ke belakang, menarik kedua orang lainnya lalu mematahkan kepalanya, menedang penjaga yang lain dan menarik kakinya dan melepar ke dinding, menedang perutnya hingga tersudut. Sultan juga menjambak rambut penjaga yang lain lalu menghantam wajahnya. Sultan meringankan tubuhnya dan menarik kepala penjaga itu dengan kakinya dan memutarnya hingga ia jatuh.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN VOTE DAN HADIAH
__ADS_1
TERIMA KASIH