System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 276


__ADS_3

Qayla pun memasak makanannya, Qayla membuat salmon tumis bombay dan omlet Telur.


"Wangi apa ini?" tanya Sultan bangun dari tidurnya.


Wanginya membawa ia menuju dapur.


"Sayang, kamu ngapain?" tanya Sultan.


"Emang nggak liat?" ucap Qayla mengaduk-aduk ikannya.


"Nggak, aku nggak liat, aku hanya melihat senyum manismu di pagi hari," ucap Sultan mengodanya.


"Hm... gombal," ucap Qayla tersenyum.


"Ayo makan, ikannya udah masak nih," ucap Qayla menyajikannya di atas meja.


"Kamu bukan hanya pandai bertarung kamu juga pintar masak," ucap Sultan kagum.


"Oh ya, terima kasih atas pujiannya, cepat makan, habis ini kita langsung ke perusahaan," ucap Qayla.


Sultan pun menyantap makanannya. "Hm... enak," puji Sultan.


"Siapa dulu donk yang masak," ucap Qayla bangga.


"Nanti kalo kita nikah kamu yang masak ya," ucap Sultan.


"Kalo sempat," ucap Qayla.


"Berarti kamu setuju nikah sama aku," ucap Sultan tersenyum.


"Menurutmu?"


"Ya pasti setuju, oh ya nanti malam acara kita, kamu pilih baju yang cantik dan juga pilih baju untukku juga," ucap Sultan.


"Baiklah," ucap Qayla mengangguk setuju.


Selesai makan, Sultan pun segera mandi. Tak lama kemudian mobil Sultan pulang beserta mobil mewah lainnya.


"Lho? mobil emang kemana tadi malam?" tanya Qayla heran.


Seorang pria keluar dari mobil.


"Nona, selamat pagi," sapa pria itu kepada Qayla yang sedang duduk di teras sambil melihat pemandangan.

__ADS_1


"Ya selamat pagi kembali," jawab Qayla.


Pria itu adalah pria yang mereka selamatkan tadi malam.


"Apa Anda kekasihnya Tuan rumah ini?" tanya pria itu.


"Iya," jawab Qayla.


"Ada di mana dia?" tanya Pria itu.


"Dia sedang mandi," jawab Qayla.


"Oh begitu ya, saya tunggu di sini saja, tapi ngomong-ngomong terima kasih sudah menyelamatkan saya, jika tidak ada kalian, saya mungkin entah apa yang terjadi sekarang," ucap pria itu.


"Sama-sama, tapi yang lebih banyak berjasa itu adalah dia," ucap Qayla.


"Anda sama banyaknya," ucap pria itu.


"Ngomong sama siapa?" tanya Sultan dari dalam rumah menuju teras rumah.


"Eh bapak," ucap Sultan melihat seorang pria yang duduk di kursi bagian kiri.


"Oh Anda sudah selesai mandinya," ucap Pria itu berdiri menyalami Sultan.


"Syukurlah, atas analisis Anda semuanya benar, bahwa pengawal saya sendiri yang memang berkhianat, saat ini mereka sedang saya tahan dan di kawal oleh pengawal yang lain, dan ternyata mereka pingsan karena pengawal saya berkhianat itu memberi mereka minum obat tidur. Aku datang ke sini sendiri ingin mengucapkan ribuan terima kasih, sebagai tanda terima kasih saya ingin memberikan sesuatu," ucap pria itu.


Pria itu mengeluarkan sebuah chip yang berisi data penting.


"Sepertinya ini sangat berharga," ucap Sultan.


"Ya ini memang sangat berharga, tapi untuk orang yang menyelamatkan saya itu sepantasnya," ucap pria itu.


"Baiklah saya terima, tapi saya tidak ingin benda ini Anda berikan gratis kepada saya, saya akan membelinya," ucap Sultan.


"Saya memberi Anda sebagai tanda terima kasih, Anda tidak perlu membayarnya," ucap pria itu menolaknya.


"Anggap saja sebagai uang capek Anda," ucap Sultan yang langsung menuju kamarnya dan mengambil uang tersebut.


Sultan keluar dengan tas yang berisi uang. "Ini ambillah uangnya, meskipun tidak banyak, setidaknya membantu biaya pengoperasian kinerja Anda," ucap Sultan.


"Jika begitu saya sangat berhutang jasa dengan Anda, saya akan melakukan yang terbaik, jika proyek saya selesai, saya akan memberi tahu Anda," ucap pria itu.


"Baiklah jika begitu, terima kasih," ucap pria itu. "Jika begitu saya pamit dulu," pamit pria itu membawa setas berisi uang.

__ADS_1


Ting ting


Hadiah Anda di kurang 700.000.000.000


Sisa hadiah Anda 11.036.739.300.000


Pria itu pun pergi masuk mobil dan beranjak dari rumah Sultan.


"Apa itu?" tanya Qayla penasaran.


"Mari kita lihat," ajak Sultan masuk ke dalam kamarnya mengambil laptop dan duduk di sofa.


Qayla juga ikut duduk di samping Sultan.


Sultan pun membuka chip tersebut melalui laptopnya.


Sultan membuka file dan di sana ada peningkatan sistem.


Sultan sangat terkejut melihat isi filenya.


"Kenapa ini bisa terjadi?" tanya Sultan dalam hati.


"Ini apa Sultan?" tanya Qayla tak mengerti.


"Ehm... entahlah, besok saja kita lanjutkan memahaminya, sepertinya butuh pemahaman tinggi, ya udah kita ke perusahaan saja yuk," ajak Sultan menutup laptopnya.


"Ya udah ayo," angguk Qayla setuju.


Mereka berdua pun menuju mobilnya dan masuk ke sana.


"Kamu nggak kuliah?" tanya Qayla.


"Ini hari minggu sayang," ucap Sultan mengosok kepala Qayla.


"Ya udah kita langsung ke perusahaan," ucap Qayla.


Mereka pun menuju perusahaannya.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2