System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 39


__ADS_3

Untuk membeli buah-buahan di toko buah untuk Tedi dan ibunya.Sedangkan mobil tadi sengaja Sultan tinggalkan di CAMP sebagai kejutan untuk Tedi.


Ketika Sultan sedang memilih buah yang akan di belinya tiba-tiba saja, Seorang perempuan tak sengaja menyenggol Sultan hingga jatuh buah dari tangannya.


"Eh maaf-maaf, aku ngak sengaja," ujar wanita itu mengambil buah tersebut dan memberikannya kepada Sultan.


"Ya ngak apa-apa," jawab Sultan menerima buah tersebut. Tapi apa yang di ambil Sultan wanita itu juga mengambilnya. Sultan berhenti mengambil buah tersebut dan menatap wajah wanita itu kesal.


"Kenapa kamu menatap ku seperti itu? Aku memang ingin membeli buah ini," ujar wanita itu memegang buah yang di pegangnya.


Ting ting.


Misi level B.


Membantu seorang anak yang di culik.


[Hadiah 20 poin].


SULTAN


(Di mana?)


SISTEM


(Di Sebelah toko mainan).


Sultan berlari ke arah toko tersebut dan mendapati seorang anak di angkat duduk di atas motor. Tapi karena anak itu masih kecil dia hanya diam saja tanpa berbuat apa pun dan tak lupa wanita tadi mengikuti Sultan.


Ketika motor itu beranjak pergi, Sultan menarik pegangan di belakang motor tersebut sehingga motor itu jatuh. Sultan langsung mengambil anak tersebut dan meletakkan di belakangnya dan menendang wajah pria itu hingga ia terpental. Sultan juga menendang perut temannya hingga tak bergerak.


"Lho ada apa ini?" tanya salah satu warga yang datang dan di ikuti warga yang lain.


"Dua orang ini yang ingin menculik anak ini," jawab Sultan memegang tangan anak tersebut. Para warga pun mengahajar kedua penculik tersebut.


Sultan menepuk pundak seorang bapak-bapak yang sedang asik memukul penculik itu. "Pak ngomong-ngomong ini anak mana ibunya?" tanya Sultan setelah bapak itu melihat ke arah Sultan.


"Oh maaf lagi asik tadi, saya antarkan anak ini kepada ibunya, saya kenal dengan anak ini, terima kasih sudah menyelamatkan anak ini," ucap bapak itu.


"Ya sama-sama Pak," jawab Sultan dan ia pergi. Masalah penculik itu terserah mereka mau di apakan.


Ting ting.


Misi selesai.


Anda mendapatkan 20 poin.


Poin Anda menjadi 220 poin.


"Hehehe, sepertinya sudah cukup untuk memprogram sistem," ujar Sultan nyengir.


"Oh ya, ngomong-ngomong sejak kapan kamu sadar jika ada penculikan? Di sana tidak di dekat toko permainan tadi tidak ada yang menyadarinya?" Tanya wanita tadi yang masih membututi Sultan.


"Untuk apa kau mengikutiku?" Tanya Sultan berhenti dan menghadap ke arah wanita tadi.


"Oh ya perkenalkan, namaku Sativa siapa namamu?" Tanya wanita itu mengulur tangannya sambil tersenyum. Sultan hanya melihat tangan wanita itu.


"Sultan," jawab Sultan tanpa membalas jabatatan tangan Sativa dan pergi.


"Hey... sebenarnya kau sombong atau kalem?" Tanya Sativa yang masih mengikuti Sultan.


Sultan menatapnya sayup Sativa. "Berhenti mengikutiku, pulang ke rumah atau kau akan di culik nanti," ujar Sultan datar.

__ADS_1


"Aku ini sudah gadis, mana ada orang mau menculikku," ujarnya terkekeh.


"Iya ya, kamu mana mungkin laku di jual," ejek Sultan.


"Dasar pria yang menyebalkan, aku tidak pernah bertemu dengan pria yang menyebalkan sepertimu," ujarnya marah.


"Ya Sudah, jika begitu jangan mengikutiku adek kecil," ucap Sultan membalikkan badan.


"Pria brengsek, mata keranjang, pria mesum, di bagian mananya ku yang kecil," teriak Sativa menyilangkan tangan di dadanya.


"Dia mengataiku dan memakiku, padahal aku baru bertemu dengannya beberapa jam yang lalu, Haiss... perempuan memang yang tidak bisa di mengerti," ujar Sultan dan kembali ke toko buah tadi dan membelinya.


"Kau membeli banyak sekali untuk siapa?" tiba-tiba Sativa berdiri di samping Sultan. Sultan langsung lesu.


"Hay Nona, apa pekerjaanmu adalah seorang penguntit?" tanya Sultan kesal.


"Hey hey, kamu salah besar, biasanya aku di untit orang," jawabnya percaya diri.


"Jadi untuk apa sekarang kau menguntitku?" tanya Sultan melangkahkan kaki pergi kearah mobilnya.


"Wah, mobilmu keren sekali, ini adalah edisi terbatas," ujarnya mengelus mobil Sultan.


Bruumm....


Mobil melaju kencang meninggalkan sisa-sia debu di belakang.


"Uhuk uhuk uhuk, Sialan! kamu pikir aku ngak bisa mobil sepertimu apa?" Teriaknya kesal.


"Akhirnya lolos juga dari gadis itu," ujar Sultan lega. Mobil pun melaju menuju rumah sakit.


Sultan masuk ke rumah sakit dan menemui Tedi yang masih terbaring lemas.


"Kamu mencari mereka? Lalu, kau tidak apa-apakan?" tanya Tedi khawatir.


"Udah, kamu tak perlu khawatir, kamu kayak kenal aku baru beberapa hari, jika kamu ingin melihat mobilmu lagi ayo semangat lagi dan minum obat, makan yang banyak biar cepat sembuh," nasehat Sultan sambil tersenyum.


"Iya, aku akan cepat sembuh biar kita bisa balapan lagi," ujar Tedi nyengir, Sultan langsung manyun, dalam keadaan sekarat aja masih ingat balapan.


"Udah sana pulang, ini sudah hampir malam, Ibumu pasti sendirian tuh," ujar Tedi.


"Kalo gitu aku pulang ya, besok aku ke sini lagi, kamu juga jaga kesehatan," pesan Sultan.


"Iya iya," jawab Tedi dan Sultan beranjak pergi pulang menuju rumahnya.


Sesampainya di rumah.


"Udah pulang Sultan gimana keadaan Tedi?" Tanya ibu khawatir.


"Dia... sedikit parah, hanya sedikit saja," jawab Sultan sambil menyerahkan sekantong plastik buah kepada ibunya. Ibu menerimanya dan melihat isi dalamnya.


"Wah buahnya seger banget," ujar ibu membawanya masuk dapur.


"Ibu aku masuk kamar mau istirahat," kata Sultan.


"Ya ya," jawab ibu yang berada di dapur mengeluarkan buah dari plastik tersebut. Sultan pun masuk kamarnya.


SULTAN


(Sistem, poinku sudah ada 220 poin, sekarang masukkan menjadi program)


SISTEM

__ADS_1


(Baik Tuan)


Ting ting.


Memindai prangkat...


Proses...


Memprogram...


Loading...


Mulai...


10%...


20%...


30%...


40%...


50%...


60%...


70%...


80%...


90%...


100%...


Memprogram Selesai...


Poin Anda di potong menjadi 200 poin.


Sisa poin Anda 20 poin.


"Haish... aku harus mencari poin yang lebih banyak lagi untuk melindungi," ujar Sultan menghempaskan tubuhnya ke ranjang empuknya.


SULTAN


(Sistem, sejak insiden istana negara, aku tidak ada lagi menerima misi yang besar lagi).


SISTEM


(Anda beristirahat saja dulu, sekarang tidak ada, tapi bisa saja tiba-tiba ada).


SULTAN


(Baiklah)


Sultan memejamkan matanya kemudian ia tertidur karena lelah habis bertarung dengan sekelompok geng cakar Srigala yang payah itu.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN APA SAJA, VITE DAN JUGA HADIAH.


TERIMA KASIH

__ADS_1


__ADS_2