System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 67


__ADS_3

"Jika berjodoh, kita akan bertemu lagi," ucap Qayla pergi. Ia bagaikan putri turun dari kayangan, lembut dan mempesona membuat hati Sultan bergetar.


"Oh Tuhan, inikah cinta?" tanyanya dalam hati. Sepertinya ia terkena panah asmara.


Gadis itu pun hilang dari pandangannya dan seketika ia melihat ke arah tiang listrik tersebut.


"Makasih ya tiang listrik, kau sudah menghalangiku untuk menyenggolnya, bisa saja jika aku benar-benar menyenggolnya dia akan marah, sebaiknya aku foto ini tiang listrik sebagai kenang-kenangan," ucap Sultan memotret tiang listrik tersebut.


"Sultan! Kamu di mana?" teriak Tedi dari kejauhan. Ia mencari-cari Sultan tapi tidak di temukan.


Tedi mencarinya sambil celingak-celinguk di rumah orang, mencarinya di kolong mobil dan sampai mencari di saku celananya, mana tau ada sembunyi di sana. ( Apa hubungannya?)


Mendengar namanya di panggil Sultan segera menyebrangi jalan dan menepuk pundak Tedi.


"Hey ngapain kamu melihat isi dalam botol itu?" tanya Sultan penasaran karena Tedi meletakan mulut botol di mata kanannya.


"Eh kamu, kirain kamu ada di dalam botol," jawabnya becanda. "Nih talinya," ujarnya menyerahkan kepada Sultan.


Note: ban pecah di ganti jadi mesin rusak.


Sultan pun mengikat tali di bokong mobilnya dan lalu mengikat di muncung mobil Tedi.


"Ayo masuk," ajak Sultan. Tedi pun masuk ke mobil Sultan.


Sultan pun menghidup mesin mobilnya dan pelan-pelan mobil tersebut mulai berjalan.


"Haisshh... kacau, masa mobil mahal buat menderek," omel Sultan.


"Biasa aja kali, kamu kalo rusak bisa beli lagi," celoteh Tedi. "Lagian itu mobil baru, kok bisa rusak ya?" ujarnya heran.


"Ya iyalah, pas aku datang ke CAMP mobilmu di buat meresing sama mereka nggak tau selama beberapa hari itu entah apa yang dia utak atikkan mobilmu, yang nama tangan jahil, mau baru 1 detik aja baru beli bisa rusak, jadi nggak usah heran," jawab Sultan sambil menyetir mobilnya.


Sekitar 1 kilo meter, akhirnya sampai di bengkel khusus mobil dan mereka masuk area bengkel lalu memhentikan mobilnya.

__ADS_1


Melihat mobil sport masuk, para bengkel pun berdiri.


"Ini bukannya mobil Sport edisi terbatas itu kan... wah... benar-benar keren," ucap salah satu karyawan di sana.


"Iya Bang," jawab Sultan yang sudah keluar dari mobilnya sambil menyengir.


"Ada yang bisa kami bantu?" tanya pemilik bengkel tersebut.


"Ini Bang mobil saya mogok nggak mau jalan, tolong di periksa kali aja dia mau sesuatu biar mau jalan lagi," ujar Tedi.


"Wah... ini juga mobil sport pengeluaran terbaru? Kalian anak orang kaya dari mana? Anak Sultan ya?" tanya pemilik bengkel tersebut.


"Kami bukan anak Sultan, tapi kami emang Sultan," celetuk Tedi.


"Udah nggak usah dengerin dia, coba Abang lihat apa yang rusak mobilnya," pinta Sultan.


"Baiklah, tunggu sebentar ya," ujar pemilik bengkel tersebut. Para kariyawan pun memeriksa mobil tersebut. Mekanik yang tadinya lagi mengerjakan mobil rusak lainnya malah memberhentikan pekerjaannya dan datang membantu mekanik lainnya melihat kerusakan mobil Tedi.


Mereka pun meneliti kerusakannya dan ternyata...


"Ha??" Tedi bingung. "Tapi bukannya bahan bakarnya masih full itu," ujar Tedi masuk ke mobilnya dan menunjuk amper bahan bakarnya.


"Mungkin ada kerusakan bagian penunjuk bahan bakarnya Bang, Bagusin ampernya," perintah pemilik bengkel kepada kariyawannya.


Mereka mengangguk dan mulai mengerjakannya.


"Hey ngapain rame-rame mengerjakannya, memperbaiki ini cukup 1 orang saja, kalian kerjakan yang lain," ujar pemilik bengkel karena semua karyawannya menyerbu ke mobil Tedi.


"Yeee... jarang-jarang ada mobil mahal masuk ke bengkel kita bos, apa lagi mobil sport edisi terbatas, berapaan itu mobil Bang?" tanya pegawai itu kepada Sultan.


"Murah aja kok, cuma 250 aja," jawab Sultan berdiri menyender ke depan mobilnya.


"Masa ia cuma 250 juta," ujar pegawai itu mencibir.

__ADS_1


"250 miliyar," jawab Sultan.


"Alamaaak... itu duit bisa buat beli bengkel ini 250 buah," ujar pegawai itu. Sultan hanya menyengir sedangkan pemilik bengkel menatap sayup ke arah kariyawan yang celoteh itu.


"Kamu... sana kerja," perintah bosnya.


"Eh... baik bos tapi sebentar, biarkan saya berfoto dulu," ujar kariyawan itu berdiri di samoing Sultan.


Ckret...


Ckret...


"Makasih ya Bang, kalo mobilnya ada kerusakan mampir aja ke sini ya," ujar kariyawan itu berlari menuju mobil rusak lainnya.


"Sudah siap Bang," ujar kariyawan yang memperbaiki mobil Tedi tadi.


"Kalo begitu terima kasih, berapaan Bang?" tanya Tedi.


"200.000," jawab pemilik bengkel.


Tedi mengambil uangnya lalu menyerahkan kepada pemilik bengkel tersebut.


"Harus nyari bahan bakar lagi nih," ujar Tedi menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Di sebelah sana ada jual bahan bakar eceran, beli aja sana menjelang ketemu SPBU," saran Sultan. Tedi langsung nyelonong pergi membeli bahan bakar di sana.


"Udah nggak ada lain kan? Aku mau pulang. Ini udah malam," ucap Sultan.


"Ya udah, aku juga mau pulang," jawab Tedi ketika mobilnya sudah di beri minum.


Mereka pun berpisah arah, Sultan langsung melajukan mobilnya di jalanan menuju arah pulang.


BERSAMBUNG

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE VOTE SARAN DAN HADIAH


TERIMA KASIH


__ADS_2