System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 84


__ADS_3

Tak lama kemudian direktur tersebut datang.


"Selama sore Tuan, sangat senang bertemu dengan Anda," ujar direktur itu senang dan menyodorkan tangannya.


"Selamat sore juga, senang bertemu Anda," ujar Sultan membalas jabatan tangan direktur tersebut.


"Anda mengatakan jika Anda ingin mengakusisikan tempat ini?" tanya direktur itu tanpa basa basi.


"Ya, saya memang ingin membeli tempat ini, agar tidak ada lagi kejahatan di sini seperti yang saya alami barusan," ujar Sultan sambil mengangguk-angguk.


"Saya juga sudah lama ingin menjual tempat ini karena sangat sering para pegawai saya di lecehkan oleh pria mesum itu, dan sering berganti pegawai," jelas direktur itu sedih.


"Lalu kenapa tidak lapor kepada Polisi?" tanya Sultan menekuk alisnya.


"Kami sangat ingin melaporkan kepada polisi, tapi kami juga sering mendapat ancaman dan itu juga tejadi kepada diri saya sendiri, saya hampir saja kehilangan tangan saya karena berusaha memberontak, ada salah satu karyawan kami tidak menerima ajakan pria mesum itu pada akhirnya mereka membuatnya hidup segan mati tak mau, dan ia pun bunuh diri," jelas direktur itu sedih.


"Lalu kenapa tidak menutup tempat ini?" tanya Sultan lagi.


"Kami sudah menutupnya, sayangnya mereka punya koneksi luas sehingga saya tidak bisa menutupnya karena alasan keluarga saya di ancam, kami sempat ingin keluar negeri bersama semua kekurga saya, sayangnya kami di jegat di tengah jalan di suruh pulang lagi, kami benar-benar punya masalah besar, ketika mendengar Tuan ingin membelinya, saya sangat senang," ujar direktur itu dengan mata berkaca-kaca.


"Baiklah saya akan membeli perusahaan ini, tapi Anda harus segera menganti nama saya, untuk masalah kucing-kucing nakal itu saya akan memberesnya nanti, saya sungguh tak sabar ingin menghajarnya," ujar Sultan mengepalkan tangannya.


"Apa Anda yakin ingin menghabisi mereka? Mereka itu punya kekuasaan tersembunyi yang tidak kami tahu," ujar direktur memperingati.


"100% yakin, aku benar-benar ingin memukul mereka semua," ujar Sultan geram.


"Baiklah saya akan mengambil berkasnya untuk segera di urus, Tuan bisa melihat-lihat tempat ini yang akan di pandu oleh manejer, saya tinggal sebentar ya Tuan," ujar Direktur itu segera pergi mengambil berkas tersebut.


"Mari Tuan saya antarkan Anda bekelilig," ajak manejer tersebut.


"Ayo," ucap Sultan dan di ikuti Tedi dan gadis tadi masih mengekor.


"Tempat ini cukup Luas, aku menyukainya." angguk Sultan.


Manejer itu diam-diam memberi tahu kepada bos besar pria seram tadi.


"Tuan, tempat ini akan segera berpindah tangan, sepertinya yang akan membeli tempat ini, adalah bocah kaya yang menghamburkan uangnya." begitulah pesan singkat yng kirim oleh manejer tersebut.

__ADS_1


"Bagus, pantau terus," balas bos besar itu.


Setelah puas berkeliling hari pun sudah malam, direktur itu juga sudah membawa berkas dan surat kepemilikan.


"Tuan, sebelum berkas ini di tanda tangan, bagaimana jika kita buka harga," saran direktur tersebut.


"Baiklah jika begitu, silakan Anda buka harga terlebih dahulu," ujar Sultan menyenderkan tubuhnya ke sofa.


"50 miliyar, bagaimana?" tanya Direktur.


"Setuju," jawab Sultan mengangguk.


Mereka pun berjabat tangan tanda setuju, Sultan juga menyerahkan uang 50 miliyar dan direktur itu menyerahkan berkas untuk di tanda tangani oleh Sultan dan Sultan menanda tanganinnya.


"Tuan, tempat ini sudah resmi menjadi milik bocah ini, ia bernama Sultan," pesan singkat tersebut dari manejer kembali mengirim kepada bos besarnya.


"Apa direktur itu sudah pergi?" tanya bosnya.


"Sebentar lagi dia akan pergi setelah menanda tangani surah penyerahan kepemilikan."


"Baiklah jika begitu,"


"Ya saya juga berharap kedepannya seperti itu juga," jawab Sultan tersenyum.


Direktur itu pamit pergi membawa sejumlah uang dan tanpa di sadari sang manejer juga menghilang.


Manejer itu segera menelpon bos besarnya. "Halo Tuan Pak kamil sudah pergi membawa uang 50 miliyar."


"Baik saya akan mengirim anak buah lainnya untuk mencuri uang itu, kita selesaikan direktur itu, mungkin dia akan lari ke luar negeri lagi, kita masih punya banyak waktu untuk menghabisi bocah itu," ujar bos tersebut.


"Baik Tuan, saya akan mengikuti pak kamil itu dan berbagi lokasi dengan Anda," ujar manejer itu lewat telpon.


"Baiklah," jawab bos itu dan segera mematikan panggilannya.


"Diam-diam manejer tersebut membututi pak kamil dari belakang mengunakan mobilnya.


"Eh, manejer tadi kemana perginya?" tanya Sultan.

__ADS_1


"Tidak tau," jawab Tedi mengangkat bahunya sambil melihat sekeliling.


"Baiklah, mari kita pulang dan untuk para karyawan kalian bisa membersihkan besok saja, kalian sudah kelelahan lebih baik kalian istirahat dan untuk kamu saya kasih kamu libur 2 hari sebagai konpensasi atas kejadian yang tidak mengenakan tadi. Dan Tedi kamu bisa antar dia pulang ya, aku ada sedikit urusan," ucap Sultan.


"Siap," jawab mereka.


Ting ting.


Misil level C


Menolong pak kamil dari perampokan.


"Tedi aku ada urusan mendadak, jadi tolong kalian tetap di sini, tidak, Tedi antar mereka semua di rumah masing-masing, jika kalian pulang sendiri-sendiri aku takut jika akan terjadi sesuatu pada kalian, kalau ada apa-apa cepat kasih tau aku ya, aku pergi dulu," ujar Sultan pamit dan langsung menuju mobilnya.


SULTAN


(Di mana tempatnya?)


SISTEM


(Di rumah pak kamil jalan manggis)


Sultan melajukan mobilnya menuju arah yang di sebutkan.


Sesampainya pak kamil di rumah tiba-tiba sekelompok pria datang termasuk manejernya.


"Serahkan uangnya atau kamu dan keluargamu tidak akan selamat," ancam pria seram itu.


"Uang? Saya tidak punya uang," jawab direktur itu ketakutan.


"Jangan bohong! kamu membawa uang sebesar 50 miliyarkan setelah menjual tempat itu, cepat serahkan uangnya!" perintahnya.


"Dari mana kalian tau aku membawa uang tersebut?" tanya Kamillb memeluk erat tasnya.


"Aku memberinya tau."


BERSAMBUNG

__ADS_1


JANGAN LUPA LILE KOMEN VOTE DAN HADIAH


TERIMA KASIH


__ADS_2