System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 224


__ADS_3

"Ha?" Qayla terkejut. "Jika tidak ada kesempatan kedua kenapa kau menyuruhku untuk datang ke sini?" tanya Qayla nyesek.


"Kau memang tak punya ke sempatan kedua, karena kesempatanmu tiada batasnya," ucap Sultan tersenyum.


Qayla jadi galau, mendengar gombalan Sultan.


"Ya udah, ayo ikut aku keperusahan yang lain, kita akan menjatuhkan 2 perusahaan sekali gus," ajak Sultan menarik tangan Qayla masuk ke mobilnya.


"Mobil aku gimana?" tanya Qayla melihat mobilnya.


"Udah tinggalkan saja di sini, nanti setelah selesai kita jemput," ujar Sultan.


"Ya udah," angguk Qayla setuju.


Mereka pun segera berangkat menuju di salah satu perusahaan.


Sultan masuk di sebuah perusahaan yang cukup besar bersama Qayla dan menuju meja penerimaan tamu.


"Selamat datang Tuan, Nona, ada yang bisa kami bantu?" tanya oegawai itu sopan.


"Apa Ceo kalian kalian ada di tempat?" tanya Sultan.


"Ada Tuan," Angguk pegawai itu.


"Bisakah kamu menghubunginya, saya ingin bertemu dengannya dan ingin mengajaknya bekerja sama dengannya," jawab Sultan.


"Maaf sebelumnya Anda dari perusahaan mana?" tanya pegawai itu.


"Perusahaan Kesultanan," jawab Sultan.


"Maaf Tuan, kami belum mendengar nama perusahaan ini sebelumnya," ucap Pegawai itu.


"Tentu saja, karena perusahaanku baru saja di bangun," jawab Sultan.


"Baiklah Tuan, harap menunggu sebentar ya," ucap pegawai itu segera menelpon Ceonya.


Tuuut


Tuuut


Tuuut

__ADS_1


"Ada apa! Kan sudah aku katakan jangan mengangguku, sebelum aku keluar!" ucap Coe itu dengan nada tinggi.


"Maaf Tuan, ini ada hal penting, ada sebuah perusahaan yang mengajak perusahaan kita untuk bekerja sama," ujar pegawai itu memberi tahu.


"Perusahaan apa?" tanyanya.


"Perusahaan Kesultanan," jawab pegawai itu.


"Perusahaan apaan tuh, norak sekali namanya!" ejek Ceo itu.


"Sialan! Dia mengatakan nama perusahaanku norak, akan aku jatuhkan perusahaanmu 2x lipat," ucap Sultan geram.


"Bilang dengannya, perusahaanku tidak ingin bekerja sama dengan perusahaan norak sepertinya," ucap Ceo itu menutup telponnya.


Pegawai itu meletakkan telponnya dengan pelan.


"I-itu Tuan, maaf, ceo kami tidak ingin bekerja sama dengan perusahaan Anda, mungkin di lain waktu Anda bisa datang lagi, karena ceo kami sedang sibuk," ucap Pegawai itu merasa tak enak hati.


"Yakin jika kalian tidak mau bekerja sama denga perusahaanku?" tanya Sultan menyakinkan.


"Hm... ku rasa Ceo tidak mau Tuan," jawab pegawai itu.


"Baiklah jika begitu," ucap Sultan dan mereka keluar dan Sultan berhenti di tangga dan kemudian ia memotret perusahaan itu dan kemudian ia mengetik di laptopnya.


Memuat...


Loading...


Mulai...


10%...


20%...


30%...


40%...


50%...


60%...

__ADS_1


70%...


80%...


90%...


100%...


Selesai


Poin Anda di potong 150 poin


Sisa poin Anda 530 poin.


Seketika perusahaan ituenjadi panik.


"Ayo kita pergi ke perusahaan selanjutnya," ajak Sultan. Dan mereka kembali masuk mobil dan beranjak dari perusahaan itu.


Tuuut


Tuuut


Tuuut


"Ada apa lagi!" bentak ceonya.


"Halo Tuan, perusahaan kita turun drastis," ujar pegawai itu.


"Ada apa?" tanya Ceo itu bangun karena ia sedang main dengan sekretarisnya.


"Tidak tahu Tuan, tiba-tiba saja saat 2 orang itu pergi angka persen di pasaran kita turun sekarang berada di angka 50% dari 71%," jelas pegawai itu.


Ceonya pun memakai kembali bajunya dan segera keluar dari ruangannya.


"Di mana orang itu?" tanya cei itu.


"Sudah pergi Tuan," ucap pegawai itu dan angka persenannya terus saja menurun dan sekarang berada di angka 40%," ujar pegawai itu.


Bersambung


Jangan lupa like vite komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2