
Ting ting
Misi selesai
Selamat Anda mendapatkan 20 poin
Poin Anda menjadi 430 poin.
Selamat Anda mendapatkan 800.000.000.000
Hadiah Anda menjadi 15.605.004.900.000
Tak lama makanan mereka pun sampai. Pelayan itu meletakkan makanannya di atas meja.
"SilakanTuan, Nona, di nikmati," ucap pelayan itu sopan.
"Terima kasih," jawab Qayla tersenyum. Pelayan itu pun pergi kembali ke dapur.
"Apa kita memang harus makan di sini?" tanya Qayla menatap makanannya.
"Iya, aku belum pernah mencicipi makanan di sini," ucap Sultan yang langsung melahap makanannya.
"Enak banget, pantesan kamu sering makan di sini," ucap Sultan sambil mengangguk-angguk.
"Sering? Perasaan aku cuma 1 kali makan di sini," ucap Qayla dalam hati.
"Kenapa kau hanya melihat makanannya? Kamu nggak suka?" tanya Sultan melihat Qayla yang hanya membolak-balik makanan dengan sendoknya.
"Iya, aku makan," ucap Qayla melahapnya pelan-pelan.
__ADS_1
Mereka berdua pun selesai makan.
"Berapa Billnya?" tanya Sultan kepada pelayan.
"1.900.000 Tuan," ucap pelayan itu.
"Ini uangnya," ucap Sultan mengukurkan uangnya kepada pelayan tersebut.
"Terima kasih Tuan," ucap pelayan itu menerima uangnya.
"Ya udah, ayo pulang," ajak Sultan.
Qayla hanya mengangguk.
Mereka pun segera menuju mobil dan beranjak dari cafe itu.
Saat di tengah perjalanan.
Peringatan!
Peringatan!
"Bahaya? Apa akan terjadi sesuatu?" tanya Sultan dalam hati sambil melihat dari kaca spion mobilnya.
Di belakang memang ada mobil tronton besar berjalan mendekati mobil Sultan, namun mobil itu terlihat bergerak semestinya dan biasa mobil besar seperti itu memang suka menyalip, tidak tahu jika mobil yang ini.
Benar saja, mobil ini memang menyalip tapi setelah ia menyalip mobil Sultan ia bergerak perlahan, dan ada kloningnya di belakang malah melaju ingin menabrak mobil Sultan.
Sedangkan di sebelah kanan pemabatas jalan dan sebelah kiri juga mobil tronton yang ingin memepet mobilnya.
__ADS_1
"Sultan, sepertinya kita di incar oleh seseorang, kita sekarang dalam keadaan tidak baik-baik saja," ucap qayla.
"Benar, tidak tahu siapa yang melakukannya, jika ketahuan, akan ku habisi dia," ucap Sultan.
Mobil yang di belakang mendorong mobil Sultan, sedangkan mobil yang di depan, malah mengeluarkan besi tajam dari baknya sedangakan mobil samping terus memepet mobil Sultan.
"Sultan!" teriak Qayla ketika melihat besi tajam itu menancap kaca mobil Sultan dan Sultan melindungi Tubuh Qayla dengan menundukkannya.
Mobil yang di samping memepet Mobil Sultan hingga sampai di pembatas jalan hingga memgeluarkan percikan api karena mobil Sultan dan pembatas jalan saling bergesekan.
Besi tajam itu menembus mobil Sultan hingga kebelakang, Untungnya Mereka menunduk cukup kuat, besi itu melewati kepala mereka.
"Qayla, kamu baik-baik sajakan?" tanya Sultan khawatir.
"Iya, aku baik-baik saja, cuma sampai kapan kita menunduk seperti ini?" tanya Qayla.
"Ya sudah, aku buka pintu, kita terjun ke jurang saja," ucap Sultan.
"Apa! Apa yang kamu pikirkan, jurang itu sangat jauh dan dalam," ucap Qayla.
"Udah, anggap saja kita terjuan saat kita naik di biang lala waktu itu," ucap Sultan.
"Eng... baiklah," ucap Qayla meskipun ia sangat takut.
Qayla berpindah ke tempat duduk Sultan dan Sultan segera memeluk Qayla dan mereka berdua pun melompat bersama, terjun ke juarang yang terjal dan dalam.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih