System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 278


__ADS_3

"Udah, kamu kan udah biasa sama Ibu," ucap Sultan menenangkan.


"Iya, tapi aku masih segan," ucap Qayla.


"Apa kamu butuh waktu sendiri untuk menenangkan pikiran?" Tanya Sultan.


"Perusahaan ini bagaimana?" tanya Qayla.


"Tenang, ada aku," ucap Sultan.


"Baiklah jika begitu, aku nggak ngapa-ngapain ya, aku duduk di sana, ada ruang kosong di sana," ucap Qayla menunjuk sebuah ruqng di sana.


"Ku pikir kamu nenang dirinya entah itu di taman, atau taman bermain, masa di ruang kosong," ucap Sultan.


"Ya udah, ayo kita ke taman bermain," ucap Qayla bersemangat.


"Ya udah, kita naik roller coaster," ajak Sultan berdiri.


"Kamu tolong jagain perusahaan ya, aku mau olahraga," ucap Qayla kepada sekretarisnya.


"Siap Nyonya," angguk sekretarisnya.


Sultan dan Qayla pun masuk mobil dan menuju taman bermain.


Sesampainya di sana Sultan segera membeli tiket untuk nail roller coaster.


Saatnya giliran mereka, Sultan dan Qayla pun naik.


1 2 3


Melajuuu....


Qayla memeluk Sultan erat.


"Pacar tangguhku ternyata takut sama roller coaster," ucap Sultan terkekeh.


"Berisik," tukas Qayla.


Qayla menjerit bersama penaik yang lain.


Ting ting


Misi level B


Seorang anak kecil hilang dari ibunya.


Hadiah 20 poin.


Hadiah 800.000.000.000


Seorang ibu menangis di tengah keramaian sambil memanggil anaknya.


Untung saja permainannya sudah selesai. "Kamu pusing nggak?" tanya Sultan.


"Sedikit," jawab Qayla.


"Kalau begitu kamu duduk di sini aja ya, jangan kemana-mana," ucap Sultan.


"Kamu mau kemana?" tanya Qayla.


"Ada seorang ibu kehilangan anaknya, aku ingin membantu mencari anaknya, " ucap Sultan.


"Ya udah pergilah," ucap Qayla.


"Kamu nggak apa-apa di tinggal sendiri nih?" tanya Sultan.


"Nggak apa-apa, hanya pusing sedikit, maaf ya nggak bisa membantumu," ucap Qayla.


"Kamu di sini aja ya, kalo udah ketemu aku langsung ke sini ya," ucap Sultan.

__ADS_1


Qayla mengangguk.


Sultan pun pergi ke arah ibu yang sedang menangis itu.


"Buk, apa yang bisa saya bantu?" tanya Sultan mendekati ibu tersebut.


"Anak saya hilang, tolong bantu carikan," ucap ibu itu.


"Boleh aku lihat fotonya?" tanya Sultan.


Ibu itu mengangguk dan memperlihat foto anaknya yang hilang.


Sultan pun melihat, anak itu berumur 2 tahun dan belum bisa ngomong.


"Baiklah, saya akan bantu carikkan, tapi ibu duduk di kursi di sana ya, yang ada perempuan di sana," ucap Sultan menunjuk ke arah Qayla.


"Baiklah," angguk ibu itu sambil menyeka air matanya.


Sultan pun berkeliling mulai mencarinya.


"Pak ada lihat anak ini?" tanya Sultan kepada salah satu pengunjung memperlihatkan fotonya.


"Tidak ada pak," jawab pengunjung itu mengeleng.


Sudah beberapa orang Sultan menanyakannya tapi hasilnya nihil.


Sultan akhirnya duduk di kursi santai sambil memandang sekeliling tiba-tiba seorang anak duduk di samping Sultan.


Sultan melihat sekilas anak di sampingnya lalu melihat yang lain.


Sultan melihat kembali anak itu dan melihat wajahnya.


"Lho ini wajahnya mirip sama yang di foto, ternyata dia malah datang sendiri," ucap Sultan.


Sultan pun langsung mengendong anak itu dan membawanya kembali.


Dari kejauhan sang ibu berlari dan memeluk anaknya sambil menangis.


"Terima kasih ya sudah membantu mencari anakku, terima kasih banyak," ucap ibu itu.


"Iya sama-sama," angguk Sultan. "Ibu jaga anaknya terus ya," pesan Sultan.


"Iya, ya udah saya pulang dulu ya," ucap ibu itu berpamitan.


"Ya Bu," jawab Sultan.


Ibu itu mengendong anaknya dan pergi masuk ke dalam mobilnya.


Ting ting


Misi selesai


Selamat Anda mendapatkan hadiah 20 poin


Poin Anda menjadi 450 poin.


Selamat Anda mendapatkan hadiah 800.000.000.000


Hadiah anda menjadi 11.836.739.300.000.


"Sayang, kepalamu masih pusing lagi?" tanya Sultan.


"Nggak lagi," jawab Qayla mengeleng kepala.


"Oh baguslah, ayo kita cari makanan dulu," ajak Sultan mengandeng tangan Qayla.


"Makan di mana?" tanya Qayla.


"Di sana ada jual iga panggang, ayo kita cicip makanan di sana," ajak Sultan.

__ADS_1


"Ya sudah, ayo," angguk Qayla.


"Bang iga panggangnya 2 porsi ya," pesan Sultan.


"Siap bang, duduk saja dulu ya, iganya di panggang dulu," ucap penjual iga.


"Oke bang," jawab Sultan mengancungkan jempol.


"Gimana setelah naik roller coasternya, nggak gugup lagikan ketemu sama calon mertua?" tanya Sultan.


"Hm... entahlah, padahal aku sama ibu udah biasa bersama waktu mengurus perusahaan, tapi nggak tau kenapa sekarang kok aku malah gugup ya?" Qayla bertanya-tanya.


"Kamu udah bilang belum sama orang tuamu kalau kita udah pacaran?" tanya Sultan.


"Belum, aku belum belum pulang, kalau nelpon aku kadang nggak ingat mau ngomonginnya setelah selesai bicara baru ingat mau mengatakannya," ucap Qayla.


"Udah nggak apa-apa, nqnti biar aku sendiri yang ngomong sama orang tua kamu, kalo nggak biar Ayah aja yang ngomong langsung sama orang tua kamu," ucap Sultan.


"Masa orang tua di suruh datang buat ngomong kalau kita pacaran," ucap Qayla menekuk alisnya.


"Ya nggaklah, mereka datang ingin mengambil kamu sebagai menantu mereka," ucap Sultan.


"Ha? Kau ingin melamarku?" tanya Qayla.


"Tentu saja setelah Ayah dan ibuku pulang," ucap Sultan.


"Aku nggak gampang lho buat di lamar, kamu harus melewati dulu rintangan dariku," ucap Qayla.


"Apa?" tanya Sultan.


"Kamu punya helikopter, kamu harus bisa naik helikopter," ucap Qayla.


"Ah gampang, cuma naik ajakan? Aku bisa naik," ucap Sultan.


"Bukan naik aja, kamu jadi penerbangnya," ucap Qayla.


"Oke, aku sewa orang buat nerbanginnya ntar aku duduk di sampingnya," jawab sultan enteng.


"Huh! Orang kaya beda ya, semuanya selesai dengan uang," keluh Qayla.


"Hehehe... jangan salahin aku donk, siapa suruh aku kaya, dan kamu jatuh cintanya sama aku," ucap Sultan terkekeh.


"Mulai deh," ucap Qayla.


"Ini bang, makanannya sudah siap, sila di nikmati," ucap Penjual iga itu.


"Hm... baunya saja sangat enak, apa lagi rasanya," ucap Sultan memotong iganya.


Sultan menyuapi Qayla.


"Hm enak," angguk Qayla.


Tiba-tiba saja polisi datang.


"Eh ada apa ini?" tanya Qayla heran.


"Yang para penjual yang menjual makanan yang bahannya di campur dengan daun ganja harap segera menyerahkan diri," ucap polisi itu.


Namun tidak ada yang datang menyerahkan diri.


"Jika kalian ada yang ketahuan, maka hukuman kalian lebih berat," ucap polisi itu.


Semuanya hening tak bersuara.


"Sekali lagi, serahkan diri kalian atau hukumannnya bertambah berat peringantan kedua," ucap polisi itu lagi.


Ada seorang penjual tukang bakso dia mengumpulkan uangnya lalu memasukkan ke dalam saku celananya diam-diam melarikan diri.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2