System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 89


__ADS_3

"Aku pilih kamu saja sebagai sekretarisnya dan kamu sebagai manejernya," ujar Sultan menunjuk asal.


"Apa kamu yakin kamu memilih mereka Sultan?" tanya Qayla.


"Tenang saja kamu kerja sama denganku nggak bakalan bankrut," jawab Sultan yakin.


"Ya terserah kamu deh," ujar Qayla pasrah.


"Dan ini aku bayar gaji kalian di muka, untuk gaji koki 14 juta perorang, sedangkan pelayan 5 juta perorang, untuk gaji OB dan OG 7 juta per orang, untuk manejer 10 juta dan sekretaris 11 juta, aku membayar gaji kalian melihat seberapa banyak tenaga dan pikiran yang mereka keluarkan, jika kalian kerjanya bagus aku tambah 2x lipat," ucap Sultan menyerahkan uang kepada sekretarisnya, agar sekretaris yang bagi-bagi uang tersebut.


"Terima kasih bos," ucap koki tersebut senang yang biasanya mereka di gaji 5 juta.


"Terima kasih bos."


"Terima kasih bos." ucap mereka senang.


Mereka pun bagi-bagi uang sambil tertawa sambil menciumi uangnya.


"Kamu emang royal ya," puji Qayla.


"Ya kita harus mengutamakan mereka dahulu, jika hati mereka senang pasti kerja mereka juga pasti bagus dan cuan mengalir dengan sendirinya," jelas Sultan tersenyum.


"Ya emang harus begitu, tapi kebanyakan perusahaan mereka harus kerja keras dulu baru di gaji dan gaji mereka malah kecil tidak sesuai dengan tenaga mereka," sambung Qayla mengangkat bahu.


"Bener, ngomong-ngomong masih ada waktu, kita main keluar yuk," ajak Sultan.


"Kemana?" tanya Tedi.


"Ke tempat romantis," jawab Sultan tersenyum mengejek. Tedi langsung manyun.


"Mentang-mentang ada gebetan, teman di lupain," ujar Tedi mencibir.


"Hahaha... aku bencanda kok, tapi lain kali kalo nggak mau jadi pocong kesepian, lebih baik cari gebetan juga biarnya air liurmu nggak netes melihat orang sedang bermesraan," bisik Sultan di telinga Tedi sambil tertawa.


"Asem lu! Kamu aja baru nemu," ujar Tedi menyikut perut Sultan.


"Udah, ayo kita pergi, kamu bawa mobil sendiri" ajak Sultan membukakan pintu mobil untuk Qayla.


Sedangkan Tedi masuk ke mobilnya dengan wajah manyun.


Mereka pun melajukan mobilnya menuju suatu tempat dan tak lama kemudian sampailah tempat yang di tuju yaitu taman hiburan.


"Aku pikir ke mana? Ternyata di sini," jawab Tedi.

__ADS_1


"Mau main apa?" tanya Sultan.


"Main roller coaster," jawab Tedi.


"Ya udah kamu aja naik roller coaster, aku dan Qayla naik biang lala," jawab Sultan menarik tangan Qayla memuju di pembelian tiket.


"Sultan... tega banget sih, ya udah deh, selamat bersenang-senang, aku cari gebetan ah," ujar Tedi jail.


Sultan segera membeli tiket dan memberikan 1 untuk Qayla.


"Ayo sekarang giliran kita," ajak Sultan. Qayla mengangguk setuju sambil tersenyum dan mengikuti Sultan.


Mereka pun masuk ke dalam biang lala tersebut. "Oh, apa kamu tau? Kalo naik biang lala jika sudah sampai tempat yang tertinggi kamu berdoa, dan doa mu pasti terkabulkan," ucap Sultan yang duduk di hadapan Qayla.


"Oh ya, dari mana kamu tau?" tanya Qayla tersenyum.


"Sebenarnya mitos sih, tapi kamu boleh mencobanya," jawab Sultan sambil melihat ke arah luar.


"Oke! Aku akan coba," angguk Qayla.


Ting ting.


Misi level S.


[Hadiah 60 poin]


Sultan menarik nafas panjang lalu menghempaskan. "Ayolah, aku ingin bersantai sebentar dengan orang yang ku sukai," keluh Sultan dalam hati.


Semua orang di taman bermain menjerit histeris ketika ada melihat api dari dalam rumah hantu tersebut dan api itu semakin membesar.


"Qayla aku ingin turun, kamu di sini aja apa ikut aku," ujar Sultan bersiap ingin terjun.


"Kamu serius mau terjun dari ketinggian ini," jawab Qayla panik.


"Yakin, mau ikut nggak?" tanya Sultan sekali lagi.


"Tapi nggak apa-apa kan jika kita terjun?" tanya Qayla ketakutan.


"Tenang saja, aku akan melindungi tubuhmu," jawab Sultan.


Qayla pun mengangguk, meskipun ia tau itu akan sangat menyakitkan dan bisa saja kena cidera patah tulang, tapi ia percaya pada Sultan jika mereka akan baik-baik saja.


Sultan memeluk tubuh Qayla dan segera terjut, tentu saja membuat Qayla menjerit ketakutan dan semua warga juga ikut menjerit melihat Aultan dan Qayla jatuh karena mereka pikir itu adalah sebuah kecelakaan bermain.

__ADS_1


Bruuuukkk!


Tubuh Sultan mendarat di tanah, tapi Qayla tetap tak bergerak dari pelukan Sultan dan mata terpejam. Untung saja jatuhnya tubuh Sultan yang si bawah dan Qayla di atas, jadinya Qayla baik-baik saja.


"Sukurlah mereka tak apa-apa," jawab dalah salah satu warga melihat Sultan baik-baik saja.


"Qayla kita sudah sampai," ujar Sultan.


"Sampai kemana?" tanya Qayla yang masih ketakutan.


"Ke surga," jawab Sultan tertawa.


"Apaaa? Jadi kita sudah mati," rengek Qayla segera membuka mata. "Eh kita masih di tempat tadi," ujarnya setelah sadar.


"Kamu di sini, aku pergi menyela.atka orang dulu ya," ujar Sultan segera berlari masuk dalam kobaran api.


"Sultan, hati-hati!" teriak Qayla. Sultan mengangguk.


"Semoga kamu baik-baik saja Sultan," doa Qayla dengan menutup tangannya erat dan ia sangat khawatir.


"Ada anak yang nekat masuk kobaran api, dia sungguh nekat, menolong orang sih boleh saja, tapi kalo tapi tidak perlu mengorban diri seperti itu," ucap salah satu warga yang berada di sana.


Tak lama kemudian Sultan pun keluar membawa seorang anak dan seorang ibu, ia menentengnya seperti membawa barang.


Sultan masuk lagi dan kembali membawa 3 orang, 1 di pundaknya dan dua di tangan kiri dan kanan.


Untung saja tidak ada korban jiwa dan orang yang menyadari ada kebakaran dan segera keluar dan hanya ada beberap orang terperangkap meskipun mereka ada yang kena luka bakar namun mereka selamat.


Setelah menyelamatkan para warga tersebut Sultan langsung terbaring di atas rerumputan dan Qayla langsung menghampiri Tedi juga menghampiri Sultan karena ia belum sempat naik roller coasternya karena asik mengoda burung pipit.


"Sultan kamu baik-baik saja?" tanya Qayla khawatir sambil memukul pipi Sultan pelan karena Sultan terbaring tak bergerak dengan mata terpejam.


Namun Sultan tetap terdiam tak menjawab.


"Sultan Ayo donk bangun," ujar Qayla mulai panik.


"Kamu nggak usah panik Qayla, dia nggak akan mati semudah itu, dari biang lala aja jatuhnya puluhan meter aja dia hidup, apa lagi cuma masuk kobaran api beberapa kali, kalo kamu nggak percaya nih aku siram ya pake air," ujar Tedi bersiap mau menumpahkan air dari botol yang ia pegang.


Seketika Sultan terbangun karena mendengar Tedi akan menyiramnya dengan air. "Dasar teman nggak ada akhlak, dia pikir aku tanaman maen siram aja, nggak bisa lihat orang mau romantis dikit, dasar nggak peka," omel Sultan dalam hati.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE VOTE KIMEN DAN HADIAH

__ADS_1


TERIMA KASIH


__ADS_2