
"Kurang ajar!" ucap bos itu geram lalu menembank ke arah Qayla dan Sultan berbalik badan dan memeluk Qayla.
Dor!
Tubuh Sultan di tembak Bos mafia itu.
"Sungguh membuat orang iri, pasangan yang sangat romatis dan rela mati melindungi kekasihnya," ucap bos itu menyunggingkan senyumnya.
Qayla mendonggakkan kepala melihat ke arah wajah Sultan dan Sultan malah tersenyum lucu.
Sultan melihat kebelakang lalu melepaskan pelukannya. "Aku tidak segampang itu mati, tali jika dia tertembak olehmu, jangankan nyawamu yang tak berharga itu, secuil dagingmu pun tidak tersisa di bumi ini," ucap Sultan.
Tak lama kemudian para bala bantuan datang masuk dan langsung menangkap Qayla dan bos besar itu menodongkan senjatanya kekepala Qayla.
"Qayla, jangan bergerak," ucap Sultan ketika melihat Qayla ingin menghantam orang yang menyenderanya, Sultan sangat takut jik bos mafia itu menarik pelatuknya karena saat ini Qayla tidak punya perisai. Sekuat apa pun tenaga Qayla tapi ia masih bisa di tembus oleh peluru.
"Kamu jangan bergerak atau aku akan menembaknya dan serahkan dirimu," ancam bos mafia itu.
"Aku harus melakukan seauatu untuk menyelamatkan Qayla," ucap Sultan dalam hati.
Sultan mengangkatkan tangannya menyerahlan diri.
"Habisi dia dengan apa pun!" perintah bosnya.
"Baik Bos," ucap mereka yang menghajar Sultan dengan sesuka hatinya.
(Gunakan poin untuk pelindungan Qayla)
Memuat...
Loading...
Mulai...
10%...
20%...
__ADS_1
30%...
40%...
50%...
"Tunggu saja kau setelah selesai nanti," ucap Sultan dalam hati.
60%...
Melihat Sultan di hajar para pengawal itu, Qayla ingin menolong Sultan. "Jangan gegabah Qayla," ucap Sultan ketika Qayla ingin beraksi.
70%...
Qayla pun menahan dirinya agar tidak melakukan apa pun.
80%...
90%...
100%...
Ting ting
Poin Anda di kurangi 200 poin
Sisa poin Anda 1240 poin
"Mati saja kau!" teriak Sultan menarik tangan pria yang memukulnya dan mematahkan tulangnya.
Krak!
Krak!
Bunyi suara patahan tulangnya lalu melipatnya tubuhnya menjadi 4 lipatan.
"Sepertinya kau tidak sayang dengan nyawanya," ucap bos mafia itu dan dia menembak ke arah Sultan.
__ADS_1
"Selamat tinggal Sultan, semoga kita berjodoh di kehidupan selanjutnya," ucap Qayla menutup matanya.
Sultan malah tersenyum mendengar ucapan Qayla.
"Sekarang juga nggak apa-apa," jawab Sultan.
DOR!
Sebuah tembakan mengarah di kepala Qayla. tapi...
Qayla membuka matanya dan ternyata ia masih hidup.
"Eh, apa senjata apinya tidak ada peluru?" tanya anak buahnya. Setelah di cek masih ada dan bos itu kembali menembakkannnya.
Dor!
Tapi tetap saja hasilnya sama, bekas peluru yang menembak kepala Qayla berasap.
"Kau bisa menghajar sepuasnya Qayla sebagai balas dendam," ujar Sultan.
Qayla pun beraksi, Ia menarik tangan pria yang menyenderanya lalu menghempasnya ke lantai menarik tangannya hingga putus.
Terdengar jeritan pria itu dan saking sakitnya ia pun pingsan.
"Astaga! Dia lebih kejam dari pria itu," ucap Bosnya.
"Kau sudah mengusikku maka Aku akan membalasnya," ujar Qayla mendekati para anak buahnya, sedangkan bosnya Sultan yang melawannya.
Qayla menghajar anak buahnya melemparnya ke dinding lalu menghempasnya kelantai lalu menginjaknya. Perkelahian mereka tidak bisa di hentikan oleh pemilik bar dan juga mereka tak bisa melapor dengan polisi karena pemilik bar dan bos mafia itu bekerja sama, jika ia melapor, maka ia juga akan di tangkap, bagaimana dengan nasib barnya.
Bos itu Sultan menangkapnya tampa terluka dan melipat tangannya kebelakang dan mendudukkannya di lantai.
"Qayla, kau ingin dia?" tanya Sultan.
"Aku sangat ingin nyawanya," jawab Qayla dengan mata yang tajam.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih