System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 216


__ADS_3

"Sultan, kau mendiamiku seperti ini apa karena kejadian malam itu? Coba saja tak terima ajakan Yuda, mungkin aku sudah mengangkat telponmu dan pergi acara denganmu. Jadi aku harus apa biar dia seperti dulu lagi, di tambah masalah perusahaan juga, aku nggak becus mengurusnya, dia pasti sangat marah," ucap Qayla terbaring di tempat tidurnya sambil meratap.


Sultan pun segera pulang menaiki mobilnya dan melaju pergi.


Ting ting


Misi level B


Menolong seorang wanita yang di di pukul pacarnya di hotel perkasa.


Hadiah 20 poin


Hadiah 500.000.000.000.


Sultan memutar mobilnya menuju arah hotel perkasa.


Sesampainya di sana Sultan masuk dan chek in terlebih dahulu agar ia tidak di curigai oleh orang jika dia sedang nencari seseorang.


Sultan berjalan sendiri menyusuri jalan yang di sampingnya terdapat kamar-kamar.


"Di kamar mana ya kira-kira?" tanya Sultan mencari-carinya.


Terdengar suara teriakan yang sangat keras, Sultan langsung menendang pintunya hingga pintunya tumbang dan ternyata isinya orang yang sedang nganu-nganu.


"Ah maaf-maaf Bang," ucap Sultan menegakkan kembali pintu kamarnya dan ia pun pergi lari dengan cepat.

__ADS_1


"Astaga! Untung saja mereka tak sempat mengejarku," ucap Sultan berhenti di depan sebuah kamar.


Trankkkk!


Sebuah vas hias terdengan pecah. Sultan langsung menendang pintunya.


Terlihatlah seoranj787g gadis kepalanya berdarah terbaring di kasur. Sultan pun masuk lalu menendangnya pria itu.


"Kamu berani ya membunuh di hotel," ucap Sultan menangkap pria itu lalu menarik tangannya dan memutarnya kebelakang.


Sultan lalu menekan tombol untuk memanggil pelayan hotel.


"Ada yang bisa kami bantu Tuan. Astaga! Cepat panggil satpam kalian!" perintah Sultan.


"Kalian segera telpon Polisi, aku akan membawa wanita ini ke rumah sakit," ucap Sultan menyerahkan pria itu ke pada satpam dan Sultan segera membopong wanita itu dan membawa masuk ke mobilnya, jika menelpon ambulan akan memakan waktu.


"Itu bukannya Sultan? Siapa yang Sultan bawa itu?" tanya Qayla lewat dengan mobilnya memelan laju kendaraannya karena niatnya Qayla ingin menuju perusahaan Sultan dan ingin meminta maaf.


Sultan bergegas melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat. Qayla juga mengikutinya dari belakang.


Sesampainya di sebuah rumah sakit Sultan membopongnya masuk ke rumah sakit dan juga Qayla mengikutinya.


"Dok tolong ini kepalanya terluka," ucap Sultan.


"Baik, bapak harap tunggu di luar," ucap suster itu lalu menutup pintu.

__ADS_1


Qayla ragu-ragu ingin mendekati Sultan setelah sekian lama ia mengumpulkan keberaniannya untuk menghampiri Sultan ruang UGD pun terbuka.


Sultan langsung menghampiri dokter itu dan Qayla mengurungkan niatnya untuk menghampiri Sultan.


"Bagaimana keadaannya dokter?" tanya Sultan.


"Lukanya sudah kami jahit dan ternyata istri bapak hamil memasuki usia kandungan 3 minggu," ucap dokter itu tersenyum.


"Apa? Istri? Apa Sultan sudah beristri?" tanya Qayla dalam hati.


"Apa? Hamil? Apa dia baik-baik saja?" tanya Sultan cemas.


"Ya hanya luka di kepalanya membuat ia merasakan pusing," ucap dokter itu.


Qayla pun pergi dengan hati yang sangat sakit, ia masuk mobilnya dan pergi meninggalkan rumah sakit.


"Anu dokter, dia bukan istri saya, dia hanya kebetulan orang yang saya tolong saja," ucap Sultan mengaruk kepalanya.


"Oh maaf-maaf, saya pikir karena Anda panik saya mengira itu istri Anda," ucap dokter itu.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2