System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 119


__ADS_3

Gadis itu terdiam sesaat dan tak lama ia pun berlutut menagis di depan mayat Randi dengan genangan darah.


"Bukan itu yang aku mau dengarrrrrrr!" teriak gadis itu mengelengkan kepalanya.


"Kau pasti bohongkaaaan! Aku benci kamu, aku sangat membencimuuuuu, kau pria tak punya hati nurani, kau pria brengsek! Kau pria yang paling jahat, dan kau berani mengatakan kau mencintaiku di sisa nafasmu, kau pasti bohongkannnnn!" teriak gadis itu dengan isak tangisnya.


"Untuk apa kau tangisi orang yang sudah mati, sekarang saatnya kau memulai hidup barumu," ucap Sultan.


Gadis itu bangun dan melihat isi kotak tersebut. "Ini semua bukti kejahatannya, ini yang kau maukan?" tanya gadis itu sambil menyeka air matanya.


"Ya, aku akan mengambilnya," ucap Sultan mengambil kotak tersebut. "Apa yang kau butuhkan lagi," tanya Sultan.


"Aku membutuhkan kartu ATMnya, di dalam kartunya pasti banyak menyimpan uang, tapi aku tidak tahu kata sandinya," ucap gadis itu.


"Sekarangkan sudah canggih, kau hanya butuh salinan sidik jarinya," ucap Sultan melihat tangan Randi.


Gadis itu juga melihat arah tangan pria yang ia cintai itu. "Aku tidak perlu salinan sidik jarinya, aku akan membawakan jarinya langsung," ucap gadis itu mematahkan jari jempol Randi dan mencabutnya dengan paksa.


"Astaga! ternyata kau berani juga," ucap Sultan berdelik ngeri.


"Aku saja sudah hampir jadi mayat, untuk apa aku takut lagi," ucap Gadis itu mengambil semua kartu ATM Randi.


"Dan kau, lebih baik pulang dan jangan kata apa pun pada orang lain jika ingin nyawa kecilmu itu selamat," ancam gadis itu dengan membelalakkan matanya kepada wanita yang terduduk lemas yang tersender dengan wajah pucat pasi sampai ia tak bisa membuka mulutnya karena sudah terlalu takut. Wanita itu hanya melihat ke arah gadis itu dengan tatapan kosong dan sayup.


"Sudahlah, sepertinya ia sangat trauma setelah kejadian ini, akan sangat sulit menyembuhkan orang trauma dari pada menyembuhkan orang gila," ucap Sultan yang juga kasihan kepada wanita yang tidak tahu apa-apa itu.


Mereka berdua pun pergi dan menuju mobil Sultan dan masuk mobilnya.


Perlahan-lahan mobil Sultan pun meninggalkan markas tersebut.

__ADS_1


"Setelah ini, ke mana lagi kau akan pergi?" tanya Sultan.


"Besok aku akan keluar negeri setelah mengambil semua uangnya dan hidup dengan tenang yang jauh dari kehidupanku seperti ini, aku ingin bebas dan hidup bahagia seperti orang biasa lainnya," jawab gadis itu, di mata terlihat ia sangat rindu dengan momet itu.


"Baguslah, aku harap kamu tidak mengulangi lagi kehidupanmu yang kelam ini, jika tidak, aku yang akan menanggung konsekuensinya nanti," pesan Sultan.


"Tenang saja, kau penyelamatku, aku akan terus mengingatmu sabagai super heroku, menjadi orang biasa lebih baik, aku selama ini di butakan oleh cinta dan baru melakukannya, menjadi penjahat, menjadi pembunuh, cukup sudah hidupku seperti ini," ucap gadis itu menundukkan kepalanya.


"Sudahlah, semua Sudah berakhir, oh nya aku antar kamu ke mana dulu?" tanya Sultan.


"Antarkan aku ke Bank saja dan setelah itu kau pulanglah, tapi sebelumnya tolong berhenti di depan apotik, maaf sudah merepotkanmu," ucap gadis itu merasa tidak enak hati.


"Baiklah," ucap Sultan.


Mobil pun melaju dan sampainya di apotik Sultan memberhentikan mobilnya.


Gadis itu melepaskan sabuk pengamannya dan berlari membeli sesuatu dan kemudian pulang lagi.


Di perjalanan, gadis itu membalut jari jempolnya dan jari jempol Randi dengan kain kasa dan membalutnya agar tidak kelihatan jari jempol Randi.


"Kau ini ada-ada saja," ujar Sultan tersenyum kecil.


"Ini biar nggak ketahuan, kalo di tanya kenapa? Bilang saja jarinya bengkak," ucap gadis itu santai.


"Terserahmu sajalah," ucap Sultan.


Tak berapa lama, mereka pun sampai di kantor banknya.


"Ya udah cukup sampai di sini saja, terima kasih sudah banyak menolongku, aku tak punya apa pun untuk di balas, aku doakan semoga kau bahagia," ucap gadis itu.

__ADS_1


"Terima kasih. Semoga kamu juga begitu," ucap Sultan. Gadis itu pun keluar dari mobilnya dan melambaikan tangan.


"Hati-hati di jalan," ucap gadis itu. Sultan mengangguk dan kemudian melaju di jalanan.


Ting ting.


Misi selesai.


Selamat Anda mendapat 60 poin.


Poin Anda menjadi 960 poin


Selamat Anda mendapatkan 200.000.000.000


Hadiah Anda menjadi 3.759.999.650.000.


"Poin Sebanyak ini aku untuk menambah kekuatan lagi," ucap Sultan.


SULTAN


(Sistem, aku ingin memodifikasi mobilku menjadi yang tercanggih)


SISTEM


(Tuan bisa memilihnya)


Keluarlah dari layar monitor sistem dan apa yang perlu ia modifikasinya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH


TERIMA KASIH


__ADS_2