System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 47


__ADS_3

Ting ting.


Misi level B


Membantu pasangan yang sedang bertengkar.


[Hadiah 20 poin]


"Apa itu benar?" tanya Aurora.


"Eh anu... aku pergi dulu, ibuku menyuruhku pulang suruh cuci piring," ujar Sultan buru-buru pergi. Aurora hanya menatap kepergian Sultan.


"Aku rasa semua wanita menyukaimu karena hatimu yang baik Sultan, tak terkecuali aku, sayangnya kamu ngak peka," ujar Aurora bersandar di pagar balkon dan membiarkan angin sepoi-sepoi menerpa wajahnya dan rambut panjangnya melambai-lambai.


Sultan masuk ke mobilnya.


SULTAN


(Hey... apa yang bisa ku bantu?)


SISTEM


(Membantu hubungan mereka menjadi baikan lagi)


SULTAN


(Hey... itu bukan ke ahlianku, aku saja masih jomblo dan kau memberiku misi seperti ini, aku cuma bisa menyelesaikan misi dengan baku hantam, masalah cinta aku angkat tangan, atau... kau sengaja mengejekku dengan alasan misi?)


SISTEM


(Ini juga untuk kebaikan Tuan, agar Tuan bisa belajar menghadapi pacar yang ngambek)


SULTAN😒😒


Sultan memutar mobilnya keluar dari kampus tersebut.


SULTAN


(Di mana lokasinya?)


SISTEM


(Taman hiburan)


SULTAN


(Astaga!!... mereka malah bertengkar di tempat ramai, apa tidak malu?)


Sultan menuju taman hiburan, dan sesampainya di tempat keramaian.


"Waw... siapa orang kaya yang memakai mobil sport terbatas itu?" tanya mereka kagum.


Sultan pun keluar dari mobil.


"Wawww... dia sangat keren," jerit para gadis-gadis muda gemes.

__ADS_1


"Haish... waktu aku miskin dulu mereka malah kabur," keluh Sultan. Ada sepasang kekasih yang sedang bertengkar.


"Bagaimana aku harus memperbaiki hubungan mereka? Ini sangat membanggongkan," ujar Sultan bingung. Sultan membeli es krim lalu mendekati kedua pasangan itu dan di sana banyak orang yang sedang memvideokan pasangan itu.


"Tante dan Om, ini es krim, katanya bisa untuk meredakan amarah di saat musim panas begini dan ini gratis," ujar Sultan menyodorkan es krim ke hadapan mereka berdua.


"Diam kamu," teriak pasangan itu serempak.


"Kamu yang selingkuh," tuduh wanita itu.


"Kamu yang selingkuh dariku," balas pria itu menunjuk ke arah wanita itu.


"Ehem, Tante dan Om, apa bisa bertengkarnya di tempat sepi aja?" tanya Sultan memberanikan diri.


"Diam kamu," teriak mereka lagi.


Sultan😲😲.


Mereka asik dengan pertengkarannya.


"Jika begitu mulai sekarang dia pacarku," ujar wanita itu mengandeng tangan Sultan dan itu membuat Sultan terkejut.


"Heh! Emangnya kamu saja yang bisa, aku juga," ujar pria itu mengandeng salah satu wanita dan setelah melihat ke arah wanita itu ia sangat kaget, bukan hanya gendut tapi juga dandanannya menor. Pasangannya tertawa mengejek.


Karena tak tahan lagi, Sultan menarik tangan kedua pasangan itu ke tempat sepi di balik tenda orang jualan minuman.


"Kalian ini 'kan bukan anak kecil lagi, kenapa harus berantam, dan itu tempat ramai dan apa kalian tidak malu? Ini adalah di tempat orang bersenang-senang bukan tempat kalian membuat konten dengan pertengkaran kalian yang tidak bermutu itu, apa kalian tahu dengan prilaku kalian tadi sangat tidak terpuji dan secara tidak langsung kaluan sudah mengajarkan para muda mudi untuk berbuat yang tidak harus di tiru. Bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla." omel Sultan panjang lebar membuat mereka ternganga.


"Ehem ehem... Adek manis, bisa tolong belikan aku minuman, ini uangnya dan ambil saja kembaliannya," ujar Sultan kepada adek kecil di sampingnya dan menyuruhnya lalu memberinya uang 100.000 karena tengorokannya sangat kering. Anak itu pun pergi.


"Kak ini minumannya," ujar adek kecil itu mengulurkan minumannya dan Sultan menerimanya.


"Sebentar ya, aku minum dulu," ujar Sultan meneguk airnya dan kemudian....


"Apa kalian tau? Kalian baru saja pacaran terus bertengkar, bagaimana jika kalian sudah berumah tangga. Aku yakin, jika kalian berumah tangga pasti rumahnya ngak ada tangganya karena kalian bertengkar terus dan itu bukan rumah tangga tapi neraka bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla...."


"Apa kalian mengerti?" tanya Sultan bercekak pinggang.


"Bukan urusanmu," teriak wanita itu melipat tangannya.


"Hey tentu saja ini urusanku, karena kalian membuat keributan di sini," balas Sultan. Wanita itu pergi begitu saja.


"Hey Nona, apa hatimu sekeras batu," teriak Sultan. Wanita itu berhenti.


"Lihatlah pacarmu ini, dia masih sayang denganmu," teriak Sultan lagi. Wanita itu pun membalikkan badannya dan pacarnya itu menundukkan kepala. Melihat itu dia berlari memeluk pacarnya.


"Sayang, maafkan aku, kita jangan bertengkar lagi," ujar wanita itu menangis. Pria itu memeluk pacarnya juga.


"Syukurlah, udah baikan," ucap Sultan lega.


Ting ting.


Misi selesai.


Anda mendapatkan 20 poin.

__ADS_1


Poin Anda menjadi 165 poin.


"Astaga.... misi yang sulit ini hanya misi level B, sebenarnya AKU TAK TERIMAAAAAAAA..." teriak Sultan.


SISTEM😩😩


(Tuan harus menerimanya)


"Baiklah, aku harus ke rumah sakit dulu untuk melihat keadaan Tedi sekarang," ujar Sultan menuju mobilnya.


"Hay ganteng," goda para gadis itu.


Sultan melambaikan tangannya. "Hay juga ladies manis," balas Sultan.


"Aaaaa... minta nomor ponselnya donkkkkk," teriak para gadis itu mengejar Sultan.


"Maaf Nona-Nona yang manis, nomornya lagi di pake," jawab Sultan masuk mobilnya dan melaju pergi.


"Tungguuuuu...." teriak mereka. Tapi Sultan tetap melajukan mobilnya, tak berapa lama Sultan sampai di rumah sakit.


Ia menuju kamar Tedi ternyata Tedi sudah tidak ada lagi.


"Suster, pasien yang berada di ruangan ini kemana ya?" Tanya Sultan kepada salah satu suster yang sedang lewat.


"Sudah pulang Pak," ujar suster itu.


"Begitu ya, baiklah terima kasih Sus," ucap Sultan. Suster itu mengangguk dan pergi.


"Kenapa dia tidak memberi tahu ku," ujar Sultan melangkahkan kakinya keluar dari rumah sakit tersebut, ia pun melaju mobilnya menuju rumah Tedi.


Ketika di perjalanan di depan ada kecelakkaan, seorang bapak-bapak nafasnya hanya tinggal di tenggorokan. Istri dan anaknya yang masih berusia 9 tahun menangis sejadi-jadinya. Kala itu Sultan sangat kasian, ingat waktu ia di tinggal oleh ayahnya waktu kecil, menolongpun ia tak bisa.


SISTEM


(Tuan bisa menyembuhkannya)


SULTAN


(Apaa???)


SISTEM


(Sistem tau kesedihan Tuan, bantu dia untuk hidup kembali selagi nafasnya masih ada, jika terlambat istri dan anaknya bisa hidup seperti Tuan, jika menunggu ambulan dia mungkin sudah tak bisa di selamatkan lagi)


Sultan pun keluar dari mobilnya dan berlari menuju arah bapak tersebut.


"Minggir jangan mendekatinya," teriak Sultan menerobos masuk kerumunan.


"Jangan mendekatinya!! Kalian beri bapak ini jarak dan jangan mengerumuninya," teriak Sultan. Mereka pun memberi jarak.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE DAN HADIAH


TERIMA KASIH

__ADS_1


__ADS_2