System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 91


__ADS_3

"Hm tidak ada apa-apa, aku ingin ngucapin selamat atas kemenanganmu, dan waktu itu aku sudah bawa buket bunga tapi kamunya malah nggak dateng, gagal deh buat ngasih buketnya," ujar Michela sedikit kecewa.


"Maaf ya, waktu itu aku ada urusan mendadak dalam beberapa hari ini, jadi sibuk terus dan nggak sempat buat datang ke kampus," jawab Sultan menjelaskan.


"Tidak masalah sih, yang penting kamu, baik-baik saja. Kamu hari ini sibuk nggak?" tanya Michela.


"Nggak tau juga, sibukku sih kadang tiba-tiba," jawab Sultan sambil menekuk ailisnya.


"Oh," Michela mengangguk.


"Ada apa?" Sultan balik bertanya.


"Tidak ada apa-apa sih, cuma tanya aja," jawab Michela tersenyum.


Tiba-tiba Dosen masuk ruangan, siapa lagi kalau bukan dosen Aurora. Para mahasiswa duduk di tempat duduknya masing-masing.


"Wah... setiap kali masuk ruangan ini saya jadi bersemangat," ujar Aurora tersenyum kepada Sultan. Sultan langsung memandang ke samping-pura-pura tidak melihat senyum Aurora.


"Selamat ya buat Sultan, semoga kamu kedepannya bisa lebih dari pada ini," ucap Aurora.


"Terima kasih Buk Aurora," jawab Sultan jail.


"Apa? Buk?" batin Aurora mengebu-gebu.


"Baiklah mari kita lanjutkan pelajarannya, hari ini saya akan memberi materi yang sedikit sulit," ujar Aurora memulai pelajarannya.


"Berhubungan tadi kau mengatakan aku Buk, akan ku kerjai kamu Sultan," ujar Aurora balas dendam.


"Sultan, coba kerjakan soal di papan tulis ini, dan juga beri penjelasan agar teman-temanmu bisa memahaminya, sebelum mereka tidak mengerti kamu tidak boleh duduk," ucap Aurora tersenyum mengerikan.


SISTEM


(Tuan, dosen Anda sepertinya dendam dengan Anda)


SULTAN


(Di lihat dari wajahnya iya, tapi aku nggak tau apa kesalahanku)


Sultan dengan santai berdiri dan menuju papan tulis dan mengerjakan soal, semuanya terisi dengan benar dan sultan mulai menjelaskan dengan penjelasan yang gampang di pahami.


"Bagaimana? Apa kalian mengerti? tanya Sultam kepada teman-temannya.


"Mengerti, hebat kamu Sultan, kenapa kamu tidak melamar jadi dosen saja, kamu bahkan lebih hebat dari dosen di kampus kita, baru di jelaskan sedikit saja kami sudah mengerti," puji teman-temannya sambil mengacungkan jempol.


Aurora terbelalak tak percaya, itu adalah soal yang sangat sulit dan dia hanya mengerti separuhnya saja, itu adalah soal dari seorang profesor luar negeri yang ia bawa ke kotanya.


Gagal deh balas dendamnya.


xxx


Saat pulang kuliah.


Ting ting.


Misi level C.


Seorang anak hilang saat mandi di sungai bersama teman-temannya.


[Hadiah 30 poin]


SULTAN


(Lokasi)


SISTEM

__ADS_1


(Sungai Ambawa)


Sultan melajukan mobilnya menuju sungai Ambawa dan ketika sampai di sana sudah banyak orang berdatangan untuk melihatnya dan ada juga yang menolong mencari.


SISTEM


(Tuan, anak itu pinsan nyangkut di sebuak ranting di sisi sungai, ia tertutup dedaunan dan di tambah air yang keruh sehingga tubuhnya tak terlihat)


SULTAN


(Baiklah, aku menyelam sekarang)


Sultan melepaskan bajunya dan terjun ke dalam sungai yang kedalamannya 7 meter dengan deras termasuk tinggi karena hujan.


Sultan pun berenang mencarinya di setiap tumpukan dedaunan dan akhirnya Sultan menemukannya dan membawanya berenang ke tepian.


"Anakku!" teriak si ibu anak tersebut menangis sambil memeluk anaknya.


"Ibu tenang saja dia hanya pingsan," ucap Sultan.


"Terima kasih Nak, terima kasih banyak sudah menyelamatkan anak Ibu," ucap ibu itu menangis sambil memegang tanga Sultan.


"Sama-sama Bu, saya hanya orang numpang lewat yang ingin membantu," jawab Sultan. Ibu itu melepas tangan Sultan dan kembali memeluk anaknya.


Sultan pun pergi mengambil bajunya kemabli dan masuk ke mobilnya.


Ting ting.


Misi selesai


Anda mendapatkan 30 poin.


Poin Anda menjadi 300 poin.


SULTAN


(Berarti aku tidak perlu berjudi lagi, aku mendapatkan uang dari hasil misi saja)


SISTEM


(Benar Tuan)


SULTAN


(Hehehe... aku kaya aku kaya)


SISTEM


(๐Ÿ˜’๐Ÿ˜’Anda memang sudah kaya, tidak perlu sok seperti orang baru kaya)


SULTAN


(Hehehe๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜)


Tring...


Tring...


Tring...


"Halo," jawab Sultan.


"Sultan, hm... apa kamu sibuk hari ini?" tanya Qayla.


"Tidak tau juga nih, ada apa Qay?" Sultan balik bertanya.

__ADS_1


"Hm aku mau main kerumah kamu, boleh nggak?" tanya Qayla malu-malu.


"Eh boleh, boleh, tapi..." Sultan memberhentikan ucapannya sambil melihat celananya yang basah.


"Tapi kenapa?" tanya Qayla pelan.


"Celana ku basah pas nolongin anak jatuh ke sungai, gimana aku pulang dulu, nanti aku jempul lagi, biar nggak di katai aku anak berandal oleh Papamu," jawab Sultan.


"Nggak apa-apa, jemput aku saja dulu baru pulang kamu mandi, kalo kamu pulang dulu, nanti jemput aku lagi terus ke rumah kamu lagi, kamu yang repot nanti," saran Qayla.


"Kamu emang wanita pengertian, haishhh... andai saja..."


"Andai saja apa Sultan?" tanya Qayla penasaran.


"Eh tidak apa-apa, aku ke jemput kamu sekarang ya, maaf ya jika pakaianku nanti bau," ujar Sultan.


"Iya nggak apa-apa, kalo nggak kamu mandi di rumahku saja," saran Qayla berbinar.


"Eh jangan, bisa mati di cekik Papamu nanti," ucap Sultan keceplosan. Ia langsung menutup mulutnya


"Ya udah deh," jawab Qayla kecewa. Sultan menutup panggilannya dan langsung meluncur kerumah Qayla.


Sesampainya di sana, Papa Qayla duduk di depan rumah, jika di lihat sih seram dengan kumis tebal di atas bibirnya.


Sultan menelan air liurnya dan mempersiapkan dirinya jika dia akan di marah.


Sultan memberanikan diri turun dari mobilnya dengan celana basahnya.


"Eh Tuan Ceo, Mari duduk," ujar Papa Qayla sopan.


"Oh terima kasih Om," jawab Sultan.


"Eh celana Tuan basah ya, mari masuk ke dalam rumah, mari ganti dulu Tuan, biar nggak masuk angin" ajak Papa Qayla.


"Terima kasih Om," jawab Sultan masuk ke dalam rumah.


"Qayla, Qayla, ini tolong bantu Tuan Ceo buat ganti baju," teriak Papa Qayla.


"Iya Pa," jawab Qayla keluar dari kamarnya.


"Ayo masuk kamarku," ajak Qayla menarik tangan Sultan dan Sultan mengikutinya.


"Qayla," panggil Papanya pelan.


"Eh, ayo masuk ke kamar tamu," jawab Qayla menarik kembali tangan Sultan menuju kamar tamu.


"Kamu bersih-bersih dulu ya, itu handuknya, aku ambil celana dan baju Papa dulu buat kamu pakai," ucap Qayla tersenyum dan keluar dari kamar dan menuju kamar Papanya.


"Rumahnya mewah," ujar Sultan sambil mengangguk-angguk.


Sultan mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi dan segera bersih-bersih.


"Sultan, kamu di mana?" tanya Qayla masuk kamar.


"Aku di kamar mandi," jawab Sultan dan segera mengenakan handuknya kemudian keluar dari kamar mandi.


"Nih bajunya," ujar Qayla menyerahkan baju yang terlipat rapi kepada Sultan kemudian Qayla duduk di atas kasur.


Sultan menerimanya dan berdiri sejenak menunggu Qayla keluar dari kamar karena ia mau berganti pakaian, tapi Qayla malah duduk di kasur dan juga tidak keluar


BERSAMBUNG


JANGAN lUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH


TERIMA KASIH

__ADS_1


__ADS_2