System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 269


__ADS_3

"Bu-bukannya kamu yang menyuruh saya," ucap pria itu gagap.


"Kamu di kasih uang berapa sampai menjebakku? Kau kerja sama dengannya kau berakhir di penjara, sedangkan dia berkeliaran menghirup udara segar dan kita berdua malah hidup di penjara, apa kau membiarkannya begitu saja?" tanya Sultan.


Pria itu terdiam sesaat.


"Pokoknya kau yang sudah bekerja sama denganku," ucapnya tak mau mengaku.


"Katakan berapa uang yang dia beri, aku akan memberikannya lebih, jika tak percaya aku akan mengambilkan uangnya," ucap Sultan.


"Apa kau ingin menyogok di depan polisi secara terang-terangan!" bentak polisi itu.


"Jika aku ada yang melakukan, tunjukkan buktinya," ucap Sultan.


"Dialah buktinya," ucap bapak itu.


"Dia bisa saja berbohong demi uang, satu-satunya cara di balas dengan uang," ucap Sultan.


"saya tidak akan tergiur oleh uang," ucapnya.


"Yakin? Jika begitu kita tes," ucap Sultan beranjak dari kursinya dan pergi ke arah mobilnya dan di kawal oleh polisi.


Sultan mengambil 1 tas berisi uang dan kemudian membawanya kembali masuk ke dalam.


"Ini uang berisi 100 milyar, jika kau jujur, aku akan berikan semua ini untukmu, jika tidak kau tetap di penjara dan tidak dapat apa pun, tapi jika kau mengaku setidaknya meskioun di penjara, anak dan istrimu tidak terlantar," ucap Sultan mencuci otak pria itu.


Pria itu pun menangis. "Aku di ancam, jika aku mengatakan yang sebenarnya, anak dan istriku dalam bahaya," ucap pria itu menundukkan kepala.


"Kau... kau kenapa berbohong?" tanya bapak itu.


"Itu juga saya di ancam pak," ucap pria itu meneteskan air mata.


"Tapi kenapa harus aku?" tanya Sultan.


"Dia sakit hati denganmu, karena kau pernah membuatnya bangkrut," ucap pria itu.


"Tapi perusahaan apa dulu, aku tak mungkin berbuat sesuatu hal tanpa sebab," ucap Sultan.

__ADS_1


"Perusahaan penjual tas," jawab pria itu.


"Oh perusahaan itu, dia emang pantas bangkrut, tapi aku tidak membangkrutkan perusahaannya, aku hanya tidak mau bekerja sama dengannya saja," ucap Sultan.


"Aku tidak tau apa yang kau lakukan padanya, tapi dia sangat hati padamu," ucap pria itu.


"Dia itu menjual bahan palsu dan setiap di dalam tasnya, ia mengelemkan narkoba di dalam tasnya dan aku tentu saja menolaknya," ucap Sultan.


"Baiklah, jika begitu kami akan mencari orangnya," ucap polisi itu.


"Aku sudah jujur, apakah uang ini menjadi milikku?" tanya pria itu.


"ambil aja, yang penting aku di nyatakan tidak bersalah," ucap Sultan.


"Terima kasih Tuan, dan pak polisi, tolong amankan anak dan istri saya, saya mohon," ucap pria itu memohon.


"Kami akan mencarinya sampai dapat, tenang saja, Anda tidak perlu khawatir." ucap polisi itu. Polisi itu kembali memasukkan pria itu ke dalam penjara dengan membawa uangnya ke dalam penjara


Ting ting


Hadiah Anda kurang 100.000.000.000


Sultan di nyatakan tidak bersalah dan pria yang menjebaknya itu menjadi buronan polisi.


Sultan masuk ke dalam mobilnya. "Apa jangan-jangan dia yang sudah mengirimkan semua barang itu?" tanya Sultan dalam hati.


Triring.


Triring


Triring.


"Halo," jawab Sultan.


"Sayang, ada lagi tas masuk ke perusahaan, di ambil apa nggak?" tanya Qayla.


"Jangan di ambil, buang semua tas itu," ucap Sultan.

__ADS_1


"Pak tolong kawal saya keperusahaan saya, sepertinya orang tadi sudah menujukkan dirinya," ucap Sultan.


"Baiklah," angguk polisi itu dan masuk ke dalam mobilnya. Sultan bergegas berangkat menuju perusahaannya.


"Sepertinya dia sangat berani," ucap Sultan melaju kencang di jalanan.


Sesampainya di sana, ada ratusan tas bewarna pink bertumpuk di depan perusahaan.


Sultan dan polisi itu segera turun dari mobil.


"Coba bapak cek, apa ada sesuatu yang aneh di dalam tas ini?" tanya Sultan.


Polisi itu pun mencium baunya. "Meskipun baunya sangat jauh tercium, tapi memang ini adalah obat terlarang, maksud dan tujuan, agar orang lain membeli tas ini dan mereka ketagihan menciumnya," angguk polisi itu.


Sultan melihat ke arah jalan, ada sebuah mobil yang terparkir sangat jauh.


Sultan mengendap-endap berjalan melewati mobilnya dan mencari jalan pintas agar ia bisa mendekati mobil pria itu.


Akhirnya Sultan mendekati mobil itu dan Sultan pun meninju kaca jendela mobilnya, membongkar paksa pintu mobilnya dan menarik pria itu, mengengam erat bajunya, membawanya keluar dari mobilnya.


"Hey! Lepaskan!" teriaknya berusaha melepaskan pegangan tangan Sultan. Namun Sultan tak peduli dan terus menariknya hingga sampai di depan polisi itu dan menghempasnya ketanah.


"Tangkap dia pak, dia yang sudah melakukannya," ucap Sultan.


Polisi itu langsung memborgol tangannya dan membawa masuk ke dalam mobil Sultan dan tak lupa polisi itu memborgol kakinya agar ia tak bisa kabur saat perjalanan.


Pria itu meronta-ronta dan Sultan memegang kakinya.


"Kau lebih baik diam atau ku patahkan kakimu," ancam Sultan.


Dengan terpaksa pria itu terdiam. Mereka kembali ke kantor polisi.


Sesampainya di sana, pria itu langsung di jebloskan kepenjara.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2