
Mereka memandang satu sama lain dan saling memberi kode. Dan Mereka langsung menyerang ke arah Sultan. Mereka meninju ke arah Sultan dengan santainya Sultan memegang kepala mereka.
"Seperti ini saja kemampuan kalian?" tanya Sultan dan langsung membenamkan kepalanya dan menghantam mereka sekali serangan.
Bak buk bak buk bak buk bak buk.
Dan terkaparlah mereka sambil meringgis kesakitan.
"Haish... mental plastik gini aja mau jadi penjahat, aku sudah berbaik hati pada kalian, kalo nggak sudah ku patah-patah kalian jadi 10," ujar Sultan membuka ikat tangan remaja yang tadi.
"Udah sana pulang," kata Sultan kepada remaja tadi.
"Iya terima kasih Bang," ucap remaja tadi dan pergi.
"Ingat, jangan sampai aku melihat muka kalian lagi, jika aku melihat kalian dan itu sedang melakukan kejahatan, ku patahkan leher kalian," ancam Sultan. Sultan pun kembali menaiki mobilnya dan melaju pergi.
"Berbaik hati apanya? Udah remuk begini," omel pria itu berusaha berdiri namun jatuh lagi. Mereka tak sanggup berdiri lagi dan hanya bisa merebahkan tubuhnya di tanah.
"Dia benar-benar kejam, sepertinya ucapannya tidak main-main, aku takut jika bertemu lagi, sepertinya memang dia akan mematahkan leher kita," ucap temannya.
Ting ting.
Anda mendapatkan 5 poin.
Poin Anda menjadi 110 poin.
SULTAN
(Misi tersembunyi atau misi tambahan, hahahaha)😛😛
SISTEM
(Sama saja)😒😒
SULTAN
(Hehehehehe...)
Sultan melajukan mobilnya menuju arah pulang. Sesampainya di rumah, Sultan mendapati ibunya tidak ada di rumah.
"Ibu... Ibu...," panggil Sultan mengecek rumahnya.
"Ibu tidak ada di rumah malam begini, di mana ibu ya?" Sultan mencari-cari ibunya namun tidak di temukan ketika Sultan mencarinya di dapur, dapur itu sangat berantakan ada 3 buah piring yang pecah dan kuali yang terjatuh di lantai.
__ADS_1
"Astaga!!! Apa terjadi sesuatu dengan Ibu," ujarnya panik dan langsung Sultan keluar dari rumah dan mencari-carinya di jalan.
Sultan benar-benar panik karena ia tidak menemukan ibunya. ia berlari tanpa alas kaki, ia mencari sampai melewati jembatan tapi tidak juga di temukan. Akhirnya Sultan memutuskan untuk balik lagi mungkin ada tempat yang ia lewati. Tiba-tiba saja seseorang memegang pundak Sultan dan itu membuat Sultan sangat kaget.
Hampir saja Sultan menghantamnya, ternyata dia adalah pak Radit warung langganan ibu.
"Aaaaaa...." teriak pak Radit melindungi wajahnya dengan tangannya.
"Eh maaf Pak, habis Bapak mengagetkan ku saja," ujar Sultan menurunkan tangannya.
"Kamu tadi aku lihat lari ke sana terus lari lagi ke sini, ada apa?" tanya pak Radit penasaran.
"Ibu nggak ada di rumah, apa Pak Radit melihatnya?" tanya Sultan berharap.
"Oh... Ibumu barusan dari sini dan dia buru-buru pulang," jelas pak Radit.
"Oh begitu ya, terima kasih Pak," ucap Sultan yang langsung berlari menuju rumahnya.
"Semoga Ibu baik-baik," ujar Sultan yang terus berlari. Sesampainya di rumah Sultan langsung masuk ke rumah dan mendapati ibunya yang sedang membereskan pecahan piring.
"Ibu, ibu baik-baik saja?" tanya Sultan mendekati ibunya.
"Kamu kenapa? Ibu baik-baik saja, kamu pergi keluar kenapa tidak menutup pintunya," ujar Ibu seketika berhenti memungut pecahan piringnya. Sultan berjongkok dan membantu ibunya memungut pecahan piring tersebut.
"Iya ibu buru-buru mau ke warung Pak Radit, pas Ibu keluar ada masuk kucing dan mecahin piringnya, Ibu usir dulu kucingnya baru Ibu keluar nggak sempat buat beresin piringnya," jawab ibu manyun.
"Ibu lain kali beli apa-apa online aja ya, mintak nomor ponsel Pak Radit, kalo minta si beli apa-apa suruh aja dia yang antar," pesan Sultan khawatir.
"Ah Ibu cuma beli garam aja kok pake online segala," ujar ibu mencibir.
"Mau cuma beli permen 1 buah pun Ibu harus online, ini juga untuk keselamatan Ibu sebelum poin Sultan cukup," ucap Sultan keceplosan.
"Poin kamu cukup? Poin apaan?" tanya Ibu seketika berhenti memungut pecahan piring memandang wajah Sultan sambil mengerutkan keningnya.
"Eh maksudnya... anu Bu... hm... poin... poin apa ya?... poin game, hehehe, iya poin game," ujar Sultan ngeles, ia sangat kebingungan mau jawab apa.
"Apa hubungannya poin gamemu dengan keselamatan Ibu," ujar ibu kembali memungut sisa-sisa yang hanya tinggal serpihan saja.
"Oh nggak ada sih, cuma... pokoknya sebelum Sultan menyuruh Ibu pergi bebas Ibu harus di rumah untuk sementara waktu," perintah Sultan.
"Sebenarnya ada apa ini?" tanya Ibu curiga.
"Aduh... pokoknya ini nggak bisa di jelaskan deh, Sultan mohon Ibu, oke! Ibu maukan nmengikuti ucapan Sultan, kalo Ibu ikut ucapan Sultan nanti Sultan kasih 50 milyar deh," pujuk Sultan memeluk kaki ibunya sambil menarik-narik rok ibunya.
__ADS_1
"Haish... dasar anak nakal, ya sudah Ibu ikuti kemauan kamu, tapi jangan tarik-tarik rok Ibu lagi, dan kamu cepat makan sana, habis itu belajar," ujar ibunya membopong serpihan piri tersebut.
"Ibu yang terbaik deh," ujar Sultan yang langsung ke meja makan dan menyantap makanannya.
"Astaga kenapa mulutku ini keceplosan, untung saja Ibu nggak curiga," ujar Sultan memukul-mukul muncungnya. Selesai Sultan menyantap makanannya ia masuk ke kamarnya.
"Aku harus tidur, hari-hari yang sungguh melelahkan," ujar Sultan nmenghempaskan tubuhnya ke ranjang empuknya.
Tanpa sadar ia tertidur dan bermimpi. Di dalam mimpinya, ia bertemu seorang gadis di bandara, ia sangat cantik dan modis. Gadis itu mengibaskan rambutnya dan menyerbakkan bau wangi dari tubuhnya. Semua orang terpukau oleh kecantikannya, ia bagaikan dewi turun dari langit, semua orang ingin mendekatinya tapi bagaikan ada penghalang namun mereka semua tidak bisa mengapainya. Yang mengherankan kenapa ia ada di bandara, niat mau keluar dari kotanya aja nggak ada, tiba-tiba Sultan kebelet pipis.
Dengan malasnya ia bangun dan masuk kamar mandi, berjalan dengan mata terpejam hingga kepalanya kejedut pintu yang belum ia buka.
"Aduh..." Sultan memegang jidatnya dan masuk kamar mandi.
xxx
SISTEM
(Tuan, silakan Anda bangun karena ini sudah waktu berangkat kuliah)
Zzzzzzz....
Zzzzzzz....
Zzzzzzz....
SISTEM
(Tuan, jika Anda tidak bangun sekarang nanti rezekinya di patok ayam)
Sultan mengucek-ucek matanya dan....
"Aaaaaaa...." jerit Sultan histeris.
"Kenapa aku tidur di kamar mandi," Sultan bangun dan langsung kembali ke kamarnya.
"Mimpi itu membuat orang tidurpun jadi terpesona," ujar Sultan mengangkat bahunya.
Ia kembali masuk kamar mandi untuk bersih-bersih dan segera bersiap-siap untuk berangkat kuliah.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE DAN HADIAH
__ADS_1
TERIMA KASIH