
Sultan pun masuk.
"Maaf Pak Anda di larang masuk," ucap penjaga pabrik.
Sultan tak peduli, ia berlari masuk dengan kecepatannya, masuk ke dalam pabrik dan segera menarik bapak tersebut.
Kedua penjaga itu seketika berhenti.
Untung saja hanya sepatunya yang copot dan tergiling oleh mesin tersebut.
"Bapak tidak apa-apa?" tanya Sultan setelah menyelamatkannya.
"Aku baik-baik saja Nak. Terima kasih ya sudah menyelamatkan bapak," ucap bapak itu.
"Bapak hati-hati ya, karena bahaya datang dengan cara apa pun dan di mana pun," pesan Sultan.
"Iya Nak. Jika bukan karena dia yang menghidupkan mesinnya secara tiba-tiba, jika tidak ada kamu datang menolong, saya sudah mati sekarang," ucap Bapak itu.
"Trutama untuk bapak ini, Anda yang paling lebih berhati-hati karena ini menyangkut nyawa orang," ucap Sultan.
"Saya benar-benar minta maaf, saya tidak akan mengulangi kajadian tadi," ucap bapak yang satunya merasa bersalah.
__ADS_1
"Sultan mendekati penjaga tadi, Saya masuk hanya ingin menyelamatkan dia, bukan maksud untuk masuk sembarangan, jika bapak tadi tak bisa di selamatkan bagaimana dengan keluarganya, penjaga kalian juga harus ketat, tidak membiarkan mereka bekerja tanpa pengawasan. Ya sudah, jika begitu saya permisi dulu," Pamit Sultan.
"Terima kasih Tuan, kami minta maaf atas kesalahan kami tadi," ucap kedua penjaga tadi.
"Tidak apa-apa," jawab Sultan yang kemudian keluar dari pabrik tersebut.
"Ketua, saat ini ia hanya menyelamatkan seseorang di pabrik saja dan kami akan terus mengikutinya," lapor bawahannya.
"Baiklah jika begitu," ucap ketua itu.
Sultan pun melajukan mobilnya di jalanan.
Ting ting
Anda mendapatkan 30 poin
Poin Anda menjadi 220 poin
Selamat Anda mendapatkan hadiah 800.000.000
Hadiah Anda menjadi 3.003.100.000.000.
__ADS_1
"Ternyata kalian masih mengikutiku ya," ucap Sultan menyunggingkan senyumannya.
Sultan tiba-tiba mengerem mendadak membuat mobil penguntitnya melaju ke depan dan Sultan pun berganti bentuk mobinya yang tadi ya mobil sama persis seperti mobil yang di berikan ketua padanya kini ia mengantikannya menjadi mobil sport miliknya.
"Eh di mana Suqay?" tanya mereka ketika melihat kebelakang sudah tidak ada mobil yang mereka kenal itu, yang ada hanya mobil sport yang melaju pelan di belakang.
"Gawat nih, kita pasti di marahi oelh ketua nih, ayo cepat cari," ujar mereka berbalik kebelakang karena mereka berpikir jika mobil Sultan balik arah.
"Pergi saja kalian pulang sana," ucap Sultan tertawa.
"Aku harus pulang sebentar untuk membuat perperangan itu menjadi kacau, jika di markas tidak mungkin aku melakukannya," ucap Sultan melajukan mobilnya agar cepat sampai.
Sultan langsung masuk kamarnya dan berpikir cara mengecohkannya.
"Mereka pasti berjuang mati-matian untuk mempertahankan organisasinya, aku punya ide, aku akan meletakkan sesuatu pada makanan dan minuman mereka agar jiwa tempur mereka kurang, aku juga akan meminum obatnya agar tidak di curigai, obat apa ya? Bagaimana jika obat tidur saja," ucap Sultan yang kembali keluar dari kamar hotelnya dan pergi lagi.
"Han tolong jaga benar-benar tempat ini karena aku 2 hari lagi akan pergi jauh, tidak tahu kapan pulangnya, kamu tolong jaga ibuku ya," pesan Sultan.
"Baik Tuan," angguk Pak Han.
Sultan pun pergi ke apotik untuk membeli obat tidur sebanyak-banyaknya.
__ADS_1
BERSAMBUNG