System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 191


__ADS_3

Pemilik hotel tadi langsung meletakkan uang di atas meja penerimaan tamu dan tak lupa ia menghitung jumlahnya terlebih dahulu.


"Ini 600 milyarnya, dan ini 20 milyarnya, aku bukan orang yang pelit kawan, aku sangat dermawan, kau malah untung banyak meskipun aku rugi, tapi tak masalahlah, yang penting kamu senang aku pun senang," ucap pemilik hotel terkekeh.


"Senang kepala gundulmu, seharusnya hotel ini sudah jadi milikku," ucap pria itu marah dan mengambil uangnya lalu pergi.


"Hahaha, abaikan saja dia, Tuan sangat dermawan sekali membeli hotel saya yang sederhana dengan harga tertinggi, saya sangat terharu jadi, terima kasih banyak Tuan," ucap pemilik hotel menjabat tangan Sultan.


"Sama-sama, tapi hotel ini sangat sederhana dan juga nggak ada pengunjung, uang segitu tidak sesuai dengan harga hotel ini, aku yang terlalu mahal membayarnya," ucap Sultan melihat sekeliling hotel.


Jleeb!


Jantung hati pemilik hotel bagaikan di tusuk panah oleh ucapan Sultan, Sakit tapi kok tak berdarah.


"Hehehehe...," pemilik toko nyengir sambil mengaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Tapi tidak apa-apa, ini pilihan Qayla, mahalpun aku terima," ucap Sultan tersenyum kepada Qayla.


"Wah... kalian emang romatis, pasangan serasi, Anda sangat beruntung Nyonya mendapatkan suami seperti Tuan, demi Nyonya dia rela menghabiskan uang yang buanyak," ucap pemilik hotel mengacungkan jempol sambil merubah arah bicaranya agar Sultan tidak menghinanya lagi.

__ADS_1


Sultan dan Qayla saling berpandangan.


"Kami bukan suami istri," jawab Qayla membuang wajahnya ke samping.


"Oh pacarnya ya?" tanya pria itu lagi.


"Bukan juga," jawab Qayla mengeleng.


"Ha?" pria itu tertegun. "Jika begitu Anda siapanya?" tanya pria itu canggung.


"Hanya partner kerja saja," jawab Qayla.


"Hahahaha... begitu ya," ucap pria itu tertawa sumbang, ia juga bingung posisinya sekarang karena ia salah bicara.


"Pria tua itu sungguh nggak tanggung jawab," ujar Sultan melihat kepergian pria itu.


"Kenapa?" tanya Qayla, masa karyawannya di tinggal gitu aja tanpa harus mengumpulkan dulu untuk memberitahu kepada mereka jika pemilik hotel sudah berubah," jawab Sultan.


"Mungkin dia lupa Tuan karena sudah mambawa uang 2 tas," sahut pegawai itu sambil tertawa.

__ADS_1


Sultan mengangguk. "Perintahkan kepada semua karyawan untuk berkumpul, kita akan merenovasi kembali hotel ini," perintah Sultan.


"Baik Tuan," angguk pegawai itu dan mencari teman-temannya mana tahu masih ada di wc.


Setelah berkumpul semua, mereka terheran-heran dengan wajah baru di hotelnya.


"Ada apa ini? Dan siapa dia?" tanya pegawai itu berbisik-bisik.


"Iya, dan di mana pemilik hotel ini?" tanya temannya.


"Entahlah," jawab temannya mengangkat bahu.


"Baiklah, langsung saja, hotel ini sudah aku beli dan otomatis pemilik hotel ini adalah aku, jadi kalian hanya boleh mendengarkan aku dan orang-orang yang aku sebutkan nanti dan termasuk orang di sebelahku, hotel ini mau di renovasi terlebih dahulu, jadi untuk sementara kalian jangan masuk dulu, menjelang hotel ini siap di renovasi," ucap Sultan.


"Tapi Tuan, kami belum terima gaji bulan ini," ucap salah satu pegawainya.


"Apa? Pria itu memang tidak bertanggung jawab, tapi ya sudahlah, selama kalian tidak masuk kerja aku akan memberi kalian uang capek kalian," ucap Sultan.


Bersambung

__ADS_1


jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2