System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 65


__ADS_3

Pegawai tersebut jadi panik, ia melihat ke kiri dan ke kanan takut jika ada seseorang mendengarnya.


"Tuan harap tidak memberi tahu kepada siapa pun," ujar pegawai itu tajam.


"Nah itu dia. Jika kau tidak ingin masalah inibdi dengar dunia jadi pertemukan aku dengan direktur utamanya," pinta Sultan.


"Tapi saya benar-benar minta maaf, karena Tuan sekarang sedang meeting dengan para pemegang saham lainnya berusaha untuk melepaskan masa kritis ini," jawab pegawai lesu.


"Apa kamu percaya jika aku bisa menyelamatkan perusahaan ini?" tanya Sultan lagi.


"Apa Tuan serius?" tanya pegawai membulatkan matanya dan mengangkat alisnya di matanya ada binaran secercah harapan.


"Apa aku kelihatan orang yang tak bisa di percaya?" tanya Sultan menaik turunkan alisnya.


"Anda sangat muda sekali, jika di lihat Anda anak orang kaya yang hanya ingin main-main, wajah Anda seperti anak berandal dan mesum," jawabnya menusuk langsung jantung hatinya.


"Astaga, ucapanmu sangat-sangat melukai hatiku (sambil memegang dadanya). Oke! Ngak main-main lagi, jika perusahaanmu tidak ingin terhenti sampai di sini dan jika kamu maaih mau mejadi pegawai di sini, lebih baik kamu cepat katakan kepada atasanmu, atau perusahaan ini benar-benar tidak ada harapan lagi," ucap Sultan serius.


"Saya harap Anda tidak membohongi saya. Nari ikut saya," pinta pegawai tersebut menuju ruang meeting.


Tok! Tok! Tok!


Suara ketukan dari balik pintu.


Pengawal pribadi direktur membukankan pintunya.


"Ada apa kamu datang? Saya sudah katakan jangan ada yang menganggu. Apa kamu tidak lihat jika saya sedang meeting!" teriaknya marah.


"Saya bukan ingin menganggu Pak, tapi ada seseorang yang ingin bertemu dengan Anda," ucap sang pegawai ketakutan.


"Saya sedang sibuk," ucap direktur malas.


Sultan pun maju berdiri di depan pegawai tersebut.


"Saya ingin membantu perusahaan Anda agar tidak terjun bebas sahamnya di lautan hindia, bagaimana menurut Anda?" tanya Sultan.

__ADS_1


"Dan kamu siapa? Jika kamu ingin main-main jangan di sini, saya sudah cukup pusing dengan masalah ini," ujarnya marah.


"Begini, mari kita tawar menawar. Jika saya bisa menyelamatkan perusahaan ini apa yang saya dapatkan?" tanya Sultan. Ia duduk di kursi kosong di samping direktur tanpa persetujuan sang direktur.


"Kamu jadi direktur utamanya," ujar direktur itu tanpa pikir panjang.


"Deal," ucap Sultan meraih tangan sang direktur lalu menyalaminya sambil tersenyum.


"Emang apa yang bisa kamu lakukan bocah nakal?" tanyanya masih tak percaya.


"Kalian butuh suntikan dana?" tanya Sultan mengangkat alisnya.


"Memangnya kamu punya uang berapa?" ujarnya yang masih meremehkannya.


"Berapa pun, sebut saja nominalnya," jawan Sultan merentangkan tangan.


"Saya tidak percaya jika kamu punya uang," ujarnya mencibir.


"Hey... hey... coba kalian lihat di luar jendela, lihat berapa harga mobilku. Kalian akan terkejut melihatnya," ucap Sultan berbangga diri. Ia menyisir rambut dengan tangannya lalu menaikkan ke atas rambutnya.


"Mana? tidak kelihatan pun?" tanya mereka karena mobil tersebut memang tak terlihat, bagaikan di kerumuni semut angkrang.


"Cukup! Kamu sudah main-mainnya," ujar direktur marah.


"Kamu tinggal sebut saja berapa dana yang di butuhkan!" balas Sultan.


"20 miliyar, apa kamu punya uang sebanyak itu? jika tidak silakan kamu pulang," jawabnya.


"Heh! Hanya 20 Miliyar, Aku akan .enyumbangkan 27 miliyar, tapi sesuai kesepakatan aku jadi direktur utamanya.


Mereka kaget mendengar ucapan Sultan. Mereka berfikir apa benar dia benar-benar Sultan Andara.


"Mana buktinya?" tanya direktur itu.


Sultan mengeluarkan uang dari sistemnya dan meletakkan berjejer di mejanya.

__ADS_1


"Bagaimana? Apa kalian masih tidak percaya?" tanya Sultan duduk di kursinya di depan uang tersebut.


Mereka langsung terbelalak melihat uang sebanyak itu di hadapan mereka.


"Kamu... kamu benar-benar orang kaya?" tanyanya tak percaya.


"Aku sudah katakan tadi," ucap Sultan.


Sang direktur melihat uang tersebut dengan mata berbinar dan ingin menyent uang tersebut, namun Sultan menepuk tangannya.


"Jangan coba-coba kau mengambilnya jika kau tidak mengesahkanku dulu menjadi direktur utamanya," ucap Sultan.


"Baik Tuan, siapa nama Anda?" tanya direktur tersebut.


"Sultan," jawab Sultan singkat.


"Baiklah demi perusahaan kita bangkit lagi, jadi atas nama direktur utama kita yaitu di pi.oin oleh Tuan muda Sultan, saya harap kedepannya biar bisa maju lagi," ucap direktur itu terpaksa melepaskan jabatannya ia bernama pak Hadi.


Akhirnya resmilah Sultan menjadi direktu utama perusahaan tersebut. Ia yang akan memimpin perusahaan itu meskipun ia tidak tahu cara memulainya.


"Jika bangkrut lagi paling aku harus nyari uang lagi untuk investasi lagi," ujar Sultan dalam hati.


Ting ting.


Misi selesai.


Anda mendapatkan 80 poin.


Poin Anda menjadi 460 poin


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VITE DAN HADIAH


TERIMA KASIH

__ADS_1


Jangan lupa mampir di karyaku (Pendekar suci dari timur)


__ADS_2