
"Anak aja tega bunuh ibunya, inikan cuma saudaranya saja, siapa yang tau," ujar Sultan mengangkat alisnya.
"Kenapa kamu percaya jika pelakunya ada di antara ke 4 orang ini?" Tanya polisi mencari tahu.
SISTEM
(Di dalam saku pria mati tadi ada sesuatu)
"Di dalam saku suami Ibuk ini ada sesuatu," jawab Sultan meniru sistem.
"Sesuatu? Apa itu?" Tanya polisi itu penasaran.
SISTEM
(Menunggu mobilnya datang.)
"Apa mobil mereka sudah di derek ke sini?" tanya Sultan.
"Mari kita keluar mungkin akan sampai ke sini," ajak polisi itu. Mereka pun keluar dan dari kejauhan terlihat mobil itu di derek.
Sesampainya di kantor polisi, para petugas forensik memeriksa semua yang mencurigakan dan termasuk semua tubuh korban.
"Pak coba ambilkan sesuatu di sakunya," ujar polisi itu.
"Ini pak, kami menemukan sapu tangan dan kalung berlian persegi 4 pak," ujar petugas forensik tersebut.
"Apa ini maksudmu barang buktinya? Tapi apa hubungannya dengan sapu tangan ini?" tanya polisi itu masih bingung. polisi tersebut menerima barang itu sesudah mengunakan sarung tangan agar tidak merusak barang bukti.
Sultan memulai deduksinya seperti yang di perintah oleh sistem.
"Coba Bapak cium bau sapu tangannya," pinta Sultan dan pak polisi tersebut menciumnya.
"Benar ini bau pestisida sintentik," angguk pak polisi itu.
Mereka bertiga melihat ke arah Mika. "Tidak mungkin kamu yang melakukan pada kakakmu sendirikan Mika," ujar Airi mengelengkan kepala.
__ADS_1
"Tentu saja bukan aku kak, untuk apa aku membunuh kakak kandungku sendiri dan aku sangat menyayanginya," ujar Mika menangis.
"Tapi sapu tangan itu milikmu," teriak Leni sambil memegang lengan Airi yang hendak jatuh ke tanah.
"Itu memang milikku, tapi aku tidak melakukan apa pun kepada sapu tangannya," balas Mika membela dirinya.
"Apa kamu yang langsung memberikan sapu tangan tersebut kepada kakak laki-lakimu?" Tanya Sultan mengintrogasi.
"Tidak, aku memberikannya kepada kak Reni karena aku tidak bisa langsung memberikan kepada kakakku karena jarak kami cukup jauh," ujar Mika menyeka air matanya.
"Apa jangan-jangan kamu yang menaruh racunnya kemudian baru memberikan kepada kakaknya?" tanya polisi itu menatap Reni.
"Mana mungkin Reni meracuninya, dia nggak punya waktu buat memberikan racun kepada sapu tangan tersebut lalu memberikan kepada Mas Miko, kami semua melihatnya ketika Mika memberi sapu tangan kepada Reni dan Reni langsung memberikan kepada Mas Miko dan itu tidak ada jeda dan dia juga tak sempat memberikan racun itu kepada sapu tangan tersebut," bela Airi.
SISTEM
(Tangan wanita itu ada racun menempel yang sama persis dengan racun dari pria tadi).
Sultan mendekati Reni dan memegang lengannya dan mengangkat tangannya dan mencium tangan Reni dan mendapati bau yang sama. Reni hanya pasrah.
"Oh jadi kamu pelakunya ya?" tanya pak polisi itu menatap Reni. Reni hanya terdiam menundukkan kepalanya.
Airi langsung menghampiri Reni yang berdiri terpaku dengan mata yang berkaca-kaca. "Tidak mungkinkan Reni, bukan kamu yang melakukannya Reni, ayo bilang sama mbak, bukan kamu 'kan?" teriak Airi menagis menguncangkan tubuh adiknya.
Reni menangis dengan air mata jatuh ke tanah. Ia mulai menagis sesengukkan.
"Aku melakukannya," ia mengakuinya.
"Tidak mungkin, mbak tidak percaya, mana mungkin kamu melakukan orang yang sudah baik denganmu," teriak Airi tak percaya.
"Dia sudah menghamiliku lalu membunuh bayi di perutku, dan dia sudah dapat balasannya," ujar Reni geram ketika mengingat kejadian dulu.
Airi menutup mulutnya tak percaya, "Mana mungkin mas Miko melakukannya, kenapa... kenapa jadi seperti ini," teriaknya, ia berjongkok menundukkan kepala dan menarik menarik pangkal rambutnya.
"Itu kenyataannya mbak, dia mengodaku lalu menghamiliku, setelah aku hamil 2 minggu ia bilang jika ia mau bertanggung jawab dan ia memberiku segelas jamu, dia mengatakan jika jamu tersebut adalah jamu memperkuat rahim setelah aku meminumnya 2 hari kemudian aku keguguran dia mengatakan akibat dari keguguranku karena aku terlalu banyak aktivitas, setelah aku meminta seorang ahli jamu mengecek jamu tersebut itu adalah jamu untuk mengugurkan bayi, aku meminta penjelasannya tapi ia sama sekali tak merasa bersalah, itu sangat membuatku benci, ingin sekali aku membunuhnya saat itu tapi aku berfikir lagi aku harus membunuhnya ketika kesempatan datang," jelas Reni menahan marahnya.
__ADS_1
"Dia sudah menyesalinya kak," sahut Sultan.
"Tidak mugkin, ketika aku mengatakannya dia hanya menyeringai dan mengatakan dia akan punya anak bersama Airi dia tak mau bertanggung jawab karena ia sangat mencintai mbak Airi," tukas Reni.
"Apa kau tahu makna dari berlian persegi 4 ini? Ini adalah harapan, antara dia, kak Airi, kak Reni dan sang bayi maksud dari berlian adalah kalian adalah berlian yang sangat berharga baginya, sepertinya ia ingin kemakam dan lihatlah ia juga membawa sebuah buket bunga untuk anaknya dan juga di balik berlian tersebut sudah tertulis anisial nama kalian dan sepertinya ia memberi nama anak itu juga Berlian, apa kakak Sudah pernah hamil sebelumnya?" Tanya Sultan kepada Airi.
Ia menangis sesengukan. "Aku... aku tak bisa hamil karena beberapa minggu yang lalu rahimku baru saja di angkat karena ada penyakit yang tidak memungkinkan aku untuk mempunyai anak," jawabnya.
"Maka dari itulah ia menyesal karena sudah membunuh anak itu karena kak Airi tidak bisa hamil lagi," jelas Sultan. Mereka menangis bersama.
Note: ini hanya karangan Author saja, jangan di bawa ke dunia nyata.
Ting ting.
Misi selesai.
Anda mendapatkan 40 poin.
Poin Anda menjadi 100 poin.
"Wah kamu memang hebat dalam membuat deduksi, lebih baik kamu jadi detektif saja anak muda," ujar pak polisi itu menepuk pundak Sultan.
"Saya sudah terlanjur ambil jurusan desain pak," jawab Sultan nyengir.
"Kamu bisa saja pindah jadi detektif, anak muda berbakat sepertimu sangat di butuhkan oleh negara ini," ujar pak polisi itu lagi.
"Hehehe... inikan karena sistem," ujar Sultan dalam hati.
"Baiklah pak, jika tidak ada urusan lagi, saya pamit pergi," ujar Sultan menundukkan kepala memberi hormat, pak polisi itu mengangguk dan Sultan masuk mobilnya dan pergi.
"Aku sudah terlambat masuk kuliah jam segini nih," ujar Sultan melihat jam digital di mobilnya.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE DAN HADIAH.
__ADS_1
TERIMA KASIH