
"Kau jangan senang dulu, kau sama berakhir dengan mereka," ucap Sultan.
"Ayo serang," ajaknya tanpa peduli.
Mereka pun menyerang Sultan dengan samurai, Sultan menangkap samurai itu lalu mematahkan jadi 4 bagian.
Mereka pun bedelik ngeri karena samurainya sangat tajam dengan gampangnya ia meatahkan begitu saja.
Sultan menagkap kerah bajunya dan menghempaskan wajahnya ke lantai lalu menginjaknya hingga terdengar suara derakkan tulang yang patah.
Selanjutnya, Mereka melayangkan besi padat panjang memukul ke arah Sultan namun Sultan tak bergeming, Sultan mendorong tubuhnya dan menedang perutnya hingga ia tersudut, Sultan melipat tubuh pria itu menjadi 3 dan meremukan tulangnya.
"Gila! Dia benar-benar gila! Cepat beri tahu ketua," ujar temannya.
Mereka berusaha berlari dan mencoba menelpon ketuanya, Sultan mengejarnya dan melewatinya begitu saja, seketika mereka kepala terlepas dari badannya dan bergelundungan dengan genangan darah dan tubuh itu rubuh ke tanah.
"Halo," jawab seseorang dari ponsel seluler yang sempat di telpon tadi.
"Halo," jawab Sultan.
"Ada apa?" tanya seorang pria dengan suara berat.
"Di sini ada pembantaian, ketua cepat ke sini, atau aku juga akan mati di tangan mereka," ucap Sultan pura-pura ketakutan.
"Baiklah," ucap pria itu.
Sebelum ketua itu datang, Sultan masuk ke dalam dan mencari sesuatu yang mungkin akan penting.
"Apa ini?" tanya Sultan gambar, mungkin itu sebuah peta.
Sultan menyembunyikannya di dalam bajunya.
Tak lama kemudian ketua itu pun datang.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakuan?" tanya pria itu melihat Sultan berdiri.
"Ketua," sapa Sultan menundukkan kepala.
"Oh kamu, apa yang terjadi?" tanya pria yang di panggil ketua itu.
"Tidak tahu Ketua, katika saya pergi beli makanan dan pulang sudah ada suara keributan dan ketika saya mendekat, teman-teman di bunuh dengan sadis dan saya lari dan menelpon ketua," jawab Sultan menjelaskan.
"Baiklah jika begitu, kamu ikut kami dan mayat ini kuburkan saja di sini," perintah ketuanya kepada anak buah yang ia bawa tadi.
Mereka mengali lubang lalu menumpuk para mayatnya menjadi satu di dalam lubang lalu menguburkannya begitu saja.
"Mereka sangat sadis," ujar Sultan dalam hati.
Ketuanya terlebih dahulu pergi dan Sultan masuk mobil bersama ketua tersebut. Mobilnya ia tinggalkan di sana.
"Apa kamu melihat wajah orang itu?" tanya ketuanya.
"Hm... Aku melihatnya sedikit, ia berwajah bengis," jawab Sultan ngasal. "Nggak mungkinkan aku sebut ciri-ciri aslinya," ujar Sultan nyengir.
Ketua itu menganggap jika musuhnya yang menyerang bawahannya karena wajah yang di sebut Sultan sama dengan yang di maksud dengan ciri-ciri musuhnya itu.
"Ya iyalah, kalo orang marah pasti bengis," ucap Sultan dalam hati.
Mereka mengarahkan menuju markas musuhnya. Mereka membawa pasukan sekitar 3000 orang.
Beberapa jam perjalanan dan akhirnya mereka sampai di sana, mereka membawa beberapa persenjataan senjata api dan senjata tajam.
Duuaaaaaarrr!
Sebuah bom mendarat di markas menandakan memulai peperangan.
Para musuhnya kalang kabut dan kucar kacir karena mereka tidak ada persiapan.
__ADS_1
Para musuh pun menyerangkembali setelah mengambil peralatannya di ruang penyimpanan.
"Ini senjata untukmu," ujar ketua itu menyerahkan sebuah senjata api kepada Sultan, Sultan melihat ke arah ketua itu dengan ragu ia pun mengambilnya.
"Apa yang harus aku lakukan, belum tentu musuh mereka adalah musuhku," ucap Sultan dalam hati.
Sultqn berlari ke arah barat dan pura-pura membidik. "Aku harus mencari tahu dulu," ucap Sultan berlari mengendap kemudian ia masuk ke rombongan dan tidak lupa menyembunyikan kalung ke dalam bajunya, ia juga menacari sebuah penutup kepala dan wajah agar tidak di kenali oleh ke dua lawan.
Di saat mereka saling menembak Sultan punya kesempatan masuk ke dalam markas mereka dan mencari sesuatu.
"Ini apaan?" tanya Sultan melihat sebuah kotak kecil ia pun mengambilnya dan memasukkan kedalam bajunya.
Ting ting
Misi level SS
Membunuh tangan kanan ketua organisasi hitam dan juga membunuh ketua lawannya.
Hadiah 200 poin
Hadiah 1.000.000.000.000
"Tangan kanannya, bagaimana aku membunuhnya?" tanya Sultan melihat ke arah kerumunan yang sedang berperang.
"Baiklah, aku akan membunuh 2 orang sekali gus," ucap Sultan, ia kembali ke rombongannya tadi dan melihat pria yang berada di samping ketua tersebut.
"Dia mungkin yang di sebut tangan kanan itu," ucap Sultan melihat pria yang bertato tersebut.
Ketika ketua lawan menembak ke arah ketua organisasi hitam itu, Sultan menghalangi ketua organisasi itu menembak mengarahkan pelurunya ke arah datangnya peluru lawan dan pelurunya saling bertabrakan.
Tangan kanan ketua itu maju ke depan dan menembak ke arah ketua lawan tapi tidak kena, namun ketua lawan tetap ngotot ingin menembak ketua organisasi itu Sultan pun langsung menembak keduanya dengan satu tembakan.
BERSAMBUNG
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE VITE KOMEN DAN HADIAH
TERIMA KASIH