
Dengan terpaksa Sultan mengandeng tangan si nenek, jika hanya sebatas nenek dan cucu sih nggak masalah, tapi si nenek malah menyenderkan kepalanya di pundak Sultan dan mengelus-elus lengan Sultan.
"Eh Nenek, rumah Nenek di mana?" tanya Sultan lagi, ia sungguh tak sabar lagi agar cepat sampai.
"Di depan sana Nak," ujar nenek nyaman di pundak Sultan.
"Aduh aku harus gimana nih," batin Sultan meronta-ronta.
"Masih jauh Nek?" tanya Sultan tetap sabar.
"Eh bukan yang ini Nak, di belakang tadi, kita kelewatan deh," ujar nenek itu genit.
"Ya Tuhan kapan penderitaan ini berakhir," batin Sultan menangis๐ญ๐ญ๐ญ
"Nek dari mana aja?" tanya si cucu laki-lakinya.
"Ehem... lagi jalan-jalan sama Nak ganteng ini," ujar nenek tersenyum.
"Oh ini Nenek kamu ya, nih aku kembalikan lagi, tadi dia tersesat makanya aku antar," ujar Sultan berusaha melepaskan gandengannya dari tangan si nenek dan langsung kabur.
"Makasih ya Bang," ucap si cucunya.
"Udah, nggak usah makasih deh, justru aku berterima kasih karena kamu udah nongol," jawab Sultan yang langsung melajukan mobilnya, ia sangat tidak ingin berlama-lama di sana.
Sultan jadi merinding seketika. "Apa takdir mempermainkanku, di tolak oleh para gadis-gadis, malah di sukai ama nenek-nenek," umpatnya.
Ting ting
Misi selesai
Anda mendapatkan 30 poin.
Poin Anda menjadi 140 poin.
SULTAN
(Asem... kamu ngasih misi jangan aneh-aneh donk, aku rela misinya baku hantam sampe 2 hari 2 malam, misi beginian 1 detikpun aku tak relaaaaaaa...)
SISTEM
(Tuan harus bersyukur, ketimbang ngak ada misi, nanti malah jadi preman nganggur)
SULTAN๐๐
(Hey hey... aku pria baik-baik oke!)
Mobil melaju kencang menuju kampusnya. Sesampainya di kampus, belum sempat Sultan menginjak lantai seorang dosen berlari menghampiri Sultan.
__ADS_1
"Sultan, kamu tolong jemput seseorang donk," pinta dosen itu.
"Siapa Pak?" tanya Sultan mengerutkan keningnya.
"Itu Rektor kampus kita, dan langsung bawa ke sini," jawab dosen tersebut.
"Lho? Emang dia ngak punya supir pribadi?" tanya Sultan heran.
"Para Rektor kampus habis rapat di suatu kota dan memerintahkan setiap mahasiswa untuk menjemputnya. Nah!... Kamu adalah pilihan yang tepat, mobil kamukan edisi terbatas yang tidak di miliki kota ini, pasti deh kampus kita bakalan terkenal," ujar dosen itu terkekeh.
Sultan๐๐
"Masalahnya saya harus jemput di mana?" tanya Sultan manyun.
"Di bandara, cepat sana, dan lihat siapa kampusnya yang mahasiswanya terkaya hahahaha," tawa pak Riko meledak.
"Dan asal kamu tau, Bapak sudah menyiapkan dua orang untuk memvideokan bagaimana reaksi mereka," ujar dosen itu nyengir.
"Ya pak saya pergi sekarang," ujar Sultan dan langsung memutar mobilnya dan melaju di jalanan.
SISTEM
(Tuan di manfaatkan nih ๐๐)
"Heh! Giliran kaya di cari-cari, waktu masih susah dulu orang lewat aja di tendang," umpat Sultan. Namun ia tetap melajukan mobilnya menuju bandara.
"Bapak rektor itu sungguh beruntung saja hari, lain kali jika numpang lagi harus tarik ongkos numpang sama antar jemput nih," gerutu Sultan.
SISTEM
SULTAN
(Aku bukan ingin berhemat, pak rektor itu orang kaya, mana bisa dia cuma numpang gratis aja)
SISTEM
(Terserah Tuan saja)
Sesampainya di bandara, Sultan segera memarkirlan mobilnya dan langsung masuk tempat kursi tunggu. Tak lama para penumpang turun dari pesawat dan segera berhamburan mencari para penjemputnya.
Seorang gadis cantik bak artis berjalan sambil mengeret kopernya, dengan sepatu heels dan rambut tergerai melambai-lambai dan merah merona setiap pria memandang rasanya bagaikan magnet menempel di tubuhnya.
"Wah cantik mau kemana, biar aku antarin ya," goda salah satu mahasiswa kampus yang entah dari mana.
"Saya sudah ada yang jemput, lebih baik ingat pacar kalian atau hubungan kalian tak berlangsung lama," ujar datar.
"Ya itu salahmu, siapa suruh kamu cantik seperti dewi," goda mereka sambil tertawa. Wanita itu berhenti menatap tajam ke arah para pria pengoda tersebut.
__ADS_1
"Kalian lebih baik menjauh atau kalian akan menyesal nanti," ancamnya. Sepertinya dia sangat marah dan ucapannya tidak main-main.
Mereka langsung berdelik ngeri dan wanita itu melanjutkan langkah kakinya.
"Eh... aku kok kayak pernah lihat dia ya? Tapi di mana?" tanya Sultan mengingat-ingat. Sultan berusaha mengingatnya tapi sangat sulit ia mengingatnya.
"Ngapain aku pikirin, merusak otakku saja jika aku berpikir terlalu keras," keluh Sultan. Tapi matanya tetap melihat ke arah wanita tadi, tentu saja sistem motoriknya bekerja lagi dan berfikir lagi di mana ia melihat bwanita tersebut.
Para rektor berdatangan dan di sambut oleh hmahasiswa masing-masing, Sultan juga mendekati rektornya.
"Oh kamu yang jemput saya, siapa namamu?" tanya Rektor itu.
"Iya Pak, nama saya Sultan," jawab Sultan sopan. Rektor itu mengangguk-angguk. Mereka pun menuju parkiran.
"Eh siapa yang punya mobil sport edisi terbatas itu?" tanya para mahasiswa kampus lain.
Ada salah satu mahasiswa yang sengaja mendekati mobil Sultan dan berdiri menyender di samping mobil.
"Ini tentu saja mobilku," ujar mahasiswa itu berlagak. Mereka pun terkagum-kagum. Melihat itu Sultan membunyikan alarm mobilnya.
"Astaga!!" Mahasiswa itu pun kaget.
"Huuuuuuuhh... katanya miliknya, bikin malu aja," ejek mereka para mahasiswa yang lain. Sultan pun mendekati mobilnya tersebut sambil tersenyum melihat mahasiswa tadi.
"Heh! Itu siapa lagi yang mendekati mobil itu, apa dia juga ingin mempermalukan dirinya juga," ejek mereka.
"Hey... kamu juga ingin mengaku itu mobil punyamu juga ya," ejek mereka sambil terkekeh. Sultan tak mempedulikannya karena mereka juga akan tau siapa pemiliknya.
"Para mahasiswa berdiri di samping mobilnya masing-masing," perintah salah satu rektor tersebut dan para mahasiswa berdiri di samping mobilnya.
"Eh, itu mahasiswa siapa yang punya mobil sport edisi terbatas itu?" tanya salah satu rektor melihat ke arah Sultan.
"Oh, itu mahasiswa saya, jawab rektor kampus Sultan tersenyum.
"Wah, orang kaya mana yang bisa beli mobil itu untuk anaknya, sungguh buang-buang uang," ujar mereka.
"Itu bukan buang-buang uang Pak, tapi mereka ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya, karena bagi mereka uang bukan segalanya, namun anaklah yang terpenting," bela rektor kampus Sultan.
Para rektor itu bersalaman sebelum mereka berpisah.
"Ayo masuk Pak," ajak Sultan. Mereka pun terbelalak.
"Astaga!!... beneran punya dia, wah... aku sudah mengecek harganya di internet seharga 250 miliyar lho, gila!! Jika di belikan ke mobil biasa itu bisa dapat puluhan unit. Orang kaya emang beda ya," ujar mereka. para mahasiswa yang lain mengangguk-angguk.
"Hey... apa yang kalian tunggu lagi, cepat kita harus langsung ke kampus," ujar rektor itu kepada mahasiswanya.
BERSAMBUNG
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE DAN HADIAH
TERIMA KASIH