System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 178


__ADS_3

Mereka semua pun tertidur nyenyak sekali bahkan saat hujan numpang lewat saja mereka tak sadarkan diri.


"Mereka benar-benar sangat parah tidurnya," ucap ketua itu.


Dan akhirnya mereka bangun. "Astaga ini sudah gelap," ucap mereka panik dan kucar kacir masuk perkemahannya dan mengambil tas masing-masing.


"Setelah kalian tertidur puas, aku harap kalian besonya bisa bertempur dengan semangat," ucap ketuanya.


"Siap ketua," teriak mereka serentak.


Mereka pun berangkat menuju wilayah masing-masing.


Sesampainya di tempat mereka yang di tuju dan mereka pun mendirikan tenda, sayangnya mereka bergelisah tak bisa tidur karena siangnya mereka terlalu lama tidurnya.


"Mataku tak mau tertidur," ucap salah satu pria itu duduk.


"Sama, aku juga," sahut yang lain.


xxx


Ke esokan harinya.


Paginya mereka tampak segar karena habis mandi.


"Siap Semua," ucap ketuanya.


"Siap ketua," ucap mereka serempak dan mereka pun membawa senjata dan berlari menuju daerah yang akan mereka kuasai.


Perperangan pun terjadi mereka saling membalas tembakan dan ribuan hujan peluru di sana.


Tiba-tiba di dari kelompok organisasi hitam melemah, mereka mulai mengantuk lagi.


Yang tadinya ribuan peluru kini tinggal ratusan peluru lagi, karena sebagian dari mereka tiba-tiba tertidur.

__ADS_1


"Ini apa yang terjadi?" tanya ketua itu heran dengan bawahannya yang melemah.


Dan Akhirnya mereka kalah.


"Sialan!" teriak ketuanya saat itu ketua tersebut lari melarikan diri dari pada ia tertangkap oleh musuhnya.


"Mau lari kemana?" tanya Sultan yang tiba-tiba menghadang ketuanya.


"Minggir!" bentaknya.


"Kau harus bertanggung jawab atas nyawa mereka," ucap Sultan.


"Awas kamu!" teriaknya dan ia menabrak tubuh Sultan dan berlari.


Dor!


Sultan menembak ketua itu.


Ketua itu pun jatuh tersungkur ke tanah.


"Aku adalah pengkhianat yang sesungguhnya, aku yang sudah meletakkan obat tidur di dalam makanan mereka hingga mereka tertidur pulas dan membuat organisasi ini hancur," jawab Sultan tersenyum licik.


"Dasar bajingan, aku sudah mempercayaimu, kenapa kau berkhianat!" teriak ketua itu dengan suara yang tertahan.


"Jangan salahkan aku yang kejam, sesungguhnya organisasi kalianlah yang paling kejam," ucap Sultan.


"Dasar pengkhianat!"


Dor!


Ketua itu mati seketika.


"Selanjutnya aku harus pergi ke markas besar," ucap Sultan masuk ke mobilnya.

__ADS_1


"Ayo Suqay, kita berangkat sekarang," ucap Sultan.


Tin! Tin!


Mereka pun berangkat menuju ke markas besar.


Sesampainya di sana markas itu malah terlihat seperti pabrik besar.


Sultan mengendap-endap masuk ke markas di sana, banyak penjaga di sana, sepertinya tidak mudah di terobos begitu saja.


"Gunakan mata tembus pandang,"


Terlihat lah di dalam pabrik di sana banyak pekerja, mereka seperti ilmuan yang sedang berexpermen.


"Apa yang terjadi? kenapa aku tidak busa melihat apa yang mereka experimen?" tanya Sultan heran.


"Aku harus masuk ke sana," ucap Sultan.


Sultan pun mengendap-endap dan tiba-tiba ada penjaga yang ingin buang air kecil, Sultan mengikutinya lalu memukul pundak penjaga itu.


Sultan mengeretnya masuk ke dalam semak-semak belukar lalu berganti pakaian penjaga itu.


Sultan pun keluar dangan stel baju penjaga lengkap.


"Apa kau sudah selesai?" tanya temannya.


Sultan hanya mengangguk.


"Sekarang gantian aku yang pergi," ucap penjaga itu.


Sultan kembali mengangguk.


Pria itu pun pergi ke semak dan ia menemukan temannya yang sudah tidak berbaju.

__ADS_1


"Pasti pria tadi yang melakukannya," ucap penjaga itu keluar dari semak belukar dan berlari menuju markasnya


BERSAMBUNG


__ADS_2