
"Eh Qayla, aku mau ganti baju," ucap Sultan dengan wajah memerah mengaruk pipinya yang tidak gatal sambil melihat ke samping.
"Ya udah gantilah," ujar Qayla yang masih tidak sadar dengan ucapan Sultan.
"Ehem maksudku, aku ingin ganti baju, maaf, apa bisa kamu keluar sebentar," ucap Sultan hati-hati.
"Eh maaf, maaf," ucap Qayla langsung berlari menuju pintu dan menutupnya kencang.
"Astaga apa yang sudah aku lakukan," ujar Qayla dengan wajah memerah sambil membenturkan kepalanya ke tembok.
"Qayla, apa yang sedang kamu lakukan?" tanya mama Qayla yang sedang membawa minuman dan makanan ringan.
"Eh... tidak ada Ma, cuma kepalaku sedikit pusing, jadi aku membenturnya, dan sekarang sudah tidak sakit lagi," ucap Qayla mencari alasan.
Mama Qayla hanya mengeleng-gelengkan kepalanya, heran dengan tingkah anaknya hari ini.
Melihat Mamanya menuju ke ruang tamu, Qayla mengikuti Mamanya dan mendekatinya. "Mama, ini kue apa?" tanya Qayla mengambil 1 buah kue dari piring, ia sangat malu karena ketahuan mama saat ia menjedutkan kepalanya dan sengaja mengalih pembicaraan.
"Kembalikan kuenya, sejak kamu tidak sopan begini?" tanya Mamanya marah. Dengan manyun, Qayla mengembalikan kuenya dan duduk di sofa bersama Papanya.
Sultan pun keluar setelah selesai berganti pakaian, yah meskipun agak kedoboran sedikit karena Sultan mengaplikasikannya jadilah bajunya sedikit keren.
"Sudah selesai Tuan, mari minum dulu," ajak papa Qayla.
"Terima kasih Om," angguk Sultan sopan. Mereka pun memakan cemilan di atas meja bersama-sama.
"Oh ya, Qayla mengatakan ingin berkunjung ke rumah Tuan Ceo, apa itu tidak menganggu Tuan?" tanya Papa Qayla to the poin.
"Oh iya tidak apa-apa, justru saya yang ingin membawanya berkunjung," jawab Sultan.
"Oh begitu ya, hahaha... kami sangat senang bisa bertemu dengan Tuan semuda ini sudah pandai berbisnis, jika kedepannya pasti menjadi orang sukses," ucap papa Qayla senang.
"Terima kasih atas pujiannya Om, oh ya Om, apa boleh saya bawa Qayla sekarang?" tanya Sultan buru-buru. Ia tak terbiasa dengan bergaul orang yang sudah tua kecuali ibunya.
"Oh silakan, silakan, semoga kerja sama kita berjalan lancar ya😈," ucap papa Qayla menyalami tangan Sultan.
"Oh tentu saja Om, Om tidak perlu khawatir😈," ucap Sultan membalas salam dari papa Qayla. "jika begitu saya permisi dulu Om," pamit Sultan.
"Ya hati-hati di jalan," pesan papa Qayla.
Qayla pun mengikuti Sultan dan masuk mobilnya. Sultan pun melaju mobilnya.
"Pa tidak apa-apa dia bi bawa oleh anak itu?" tanya mama Qayla khawatir.
"Tenang saja Ma, suatu saat kita ambil dia sebagai menantu kita, anak muda seperti dia sangat cocok dengan Qayla, sopan, baik, dan pembisnis, anak muda seperti dia sangat jarang di temukan," ujar papa Qayla senang.
"Ya udah terserah Papa deh," ucap Mama Qayla membersihkan meja tamunya.
"Papa kamu kenapa tiba-tiba baik?" tanya Sultan melihat ke arah Qayla.
"Oh itu, karena dia takut denganmu," jawab Qayla tertawa.
__ADS_1
"Takut kenapa? Aku kan tidak makan orang," ujar Sultan ikut tertawa.
"Tentu saja karena ia takut jika tidak jadi kerja samanya," jawab Qayla.
"Oh begitu rupanya," Ujar Sultan mengangguk-angguk.
Ting ting.
Misi level B
Membantu seorang bapak-bapak menangkap ayamnya lepas kandang.
[Hadiah 20 poin]
SULTAN
(Apaaaaaaaaa???? Ayolahhhhh... aku tidak menolak semua misi tapi tolong jangan kasih aku misi seperti ini di saat aku sedang mengaet gebetan, menangkap ayam itu sungguh memalukan)
SISTEM
(Anda harus menerimanya atau poin Anda semuanya di pangkas habis😈)
SULTAN
(Kau sungguh tak membiarkanku membuat pilihanðŸ˜ðŸ˜ dasar menyebalkan)
SISTEM😛😛
SULTAN
SISTEM
(200 meter lagi ke depan)
"Ada apa Sultan wajahmu di tekuk begitu?" tanya Qayla yang wajah Sultan tiba-tiba berubah.
"Eh tidak ada apa-apa kok," jawab Sultan kembali senyum.
Pok! pok! pok! pok! pok!
Suara ayam yang terbang melintasi jalan raya. Hampir saja tertabrak, untung saja Sultan rem mendadak.
"Maaf, maaf ya, ayam saya lepas dari kandang," ujar bapak itu kepada Sultan. Sultan pun menepikan mobilnya dan keluar dari mobil.
"Ke mana Sultan?" tanya Qayla yang juga ikut turun.
"Bantuin bapak itu nangkep ayamnya," jawab Sultan.
"Aku ikut," ujar Qayla. Sultan mengangkat alisnya, ternyata gadis ini menyukai hal ini juga?
Pok! pok! pok! pok!
__ADS_1
Ayam tersebut malah terbang ke atas pohon. "Ayo donk anak manis, turun ya, nanti Papa kasih kamu makan cacing pita," ujar bapak tersebut memujuk ayamnya.
"Busyed dah, ayamnya di kasi makan cacing pita, pantesan ayamnya kabur," ucap Sultan mendekati bapak tersebut.
"Pak, ayamya jangan di kasih cacing pita lah, nggak bakalan panjang umurnya," saran Sultan.
"Cacing pita itu kepanjangan dari cacing PIlihan TerpecayA," jawab bapak tersebut.
"Ohhhh, kirain beneran di kasih cacing pita," ucap Sultan mengerti. "Biar aku bantu pak buat nangkep ayamnya," tawar Sultan.
"Boleh, boleh," ucap bapak tersebut senang karena ada yang membantunya.
Sultan memanjat pohon tetsebut malah ayamnya terbang kebawah, terpaksalah Sultan turun lagi, ayam itu lari menuju rumah tetangga di sana banyak ayam betina. Ayam itu terbang masuk ke dalam kawasan ayam betina yang asik dengan makanannya.
Pok! pok! pok! pok! pok!
Ayam tersebut mengepakkan sayapnya menunjukkan betapa gagahnya dirinya. Namun ia kalah saing karena ada ayam pejantan yang lain yang lebih gagah, ayam tersebut menunjukkan tajinya dan membusungkan dadanya dengan tubuh tingginya, ayam tersebut menjadi sedih karena ayam betina semuanya mengerumuni ayam pejantan yang gagah tadi, ia pun keluar dari kawasan tersebut berjalan dengan sedih.
Kesempatan datang, Sultan langsung menagkap ayam tersebut. "Akhirnya dapat juga kamu, kenapa? Kalah saing?" ejek Sultan.
Puk!
Ayam tersebut menampar Sultan dengan sayapnya.
"Asem, ku patahkan lehermu sekarang," ujar Sultan mencekik ayam tersebut.
"Terima kasih sudah membantu saya menangkap ayam saya," ujar bapak tersebut senang ketika ayam tersebut di tangan Sultan.
"Oh sama-sama pak," jawab Sultan membtulkan pegangannya dan mengelus-elus kepala ayam tersebut.
Sring!
Tatapan tajam ayam tersebut kepada Sultan. "Astaga! Ayam ini seram juga," batin Sultan.
Pok! Pok! Pok! Pok! Pok! Pok!
Ayam tersebut marah dan memaki Sultan dengan bahasa ayamnya dan ia semoat terbang di kepala Sultan dan mengais kepala Sultan dengan kuku kakinya, tapi untungnya bapak tersebut langsung mengambilnya.
"Maaf ya, ayam saya sedikit sensitif," ucap bapak tersebut merasa bersalah dan segera memeluk ayamnya dengan kuat.
"Iya nggak apa-apa," jawab Sultan mengangguk. Sultan dan Qayla pun kembali masuk mobil.
Ting ting
Misi selesai
Selamat Anda mendapatkan 20 poin.
Poin Anda menjadi 320 poin.
BERSAMBUNG
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE VOTE HADIAH DAN KOMEN
TERIMA KASIH