System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 273


__ADS_3

"Terserah kamulah," ucap Sultan.


Mereka kembali melahap makanannya. "Gimana? Enak nggak?" tanya Sultan.


"Enak, apa lagi kamu yang masak sendiri," ucap Qayla tersenyum.


"Kamu nyuruh aku jadi koki?" tanya Sultan.


"Koki untuk aku aja," ucap Qayla.


"Oke, aku akan masak untukmu, enak nggak enak kamu harus makan," ucap Sultan mencubit pipi Qayla.


"Sok romantis," ucap Sarah mencibir melihat Sultan dan Qayla dari kejauhan.


"Aku akan mengambil banyak baju, mumpung gratis," ucap Sarah.


Ia sengaja mengambil baju yang mahal dan alat make up yang harganya puluhan juta dan tas branded.


"Sultan, aku sudah memilih barangnya nih, btw makasih ya, dan tolong sekarang antarin aku pulang donk," ucapnya Sarah.


"Kamu kan bisa naik taksi," ucap Sultan.


"Aku mau kamu yang anterin," ucap Sarah menuju mobil Sultan dan dari kejuahan Sultan mengunci mobilnya lewat remot kontrol.


"Sultan buka pintunya donk!" teriak Sarah.


"Ini udah waktunya pulang, pulang yuk," ajak Sultan kepada Qayla.


"Ya udah, ayo," angguk Qayla setuju dan ia pun berdiri.


"Kamu tutup tempat ini ya, dan juga datanya besok kita sambung lagi," ucap Qayla kepada sekretarisnya.


"Baik Nona," angguk sekretarisnya.


"Oh ya besok kalian semua datang ya di hotel jalan asmara, di depannya Ada tulisan Sultan hotel ll, ada acara sedikit, dan juga mulai sakarang jangan panggil dia Nona, panggil dia Nyonya," ucap Sultan.


"Baik Tuan," angguk sekretarisnya.


Sultan dan Qayla masuk ke mobil dan ketika Sarah ingin naik, Sultan pun langsung mengaskan mobilnya.


"Sultaaaaaan! Sialan kamu!" teriak Sarah marah karena ia di tinggalkan.


"Kita langsung pulang apa mampir dulu?" tanya Sultan.


"Mampir sebentar di penjual es krim, aku pengen makan es krim," ucap Qayla.


Sultan pun berhenti di penjualan es krim.


"Kamu mau juga nggak?" tanya Qayla sebelum ia keluar dari mobil.


"Boleh deh," angguk Sultan yang menunggu di mobil.


Qayla pun keluar menuju mobil penjual es krim.


Seseorang lewat di depan mobilnya memakai pakaian suster. Sultan tak menaggapinya karena ia berpikir jika suster itu mungkin mau masuk kerja.


Karena suster itu lebih menarik perhatian di banding pemandangan lain, Sultan melihatnya terus suster itu.


Terlihat Suster itu membawa seseorang dari mobil lalu memindahkan ke mobil yang lain di tepi jalan dan melihat-lihat seperti ia takut terlihat oleh seseorang.


"Apa yang dia lakukan?" tanya Sultan terus melihatnya.


Qayla pun datang dan masuk ke mobil.

__ADS_1


"Nih untuk kamu," ucap Qayla memberikan kepada Sultan.


Sultan mengangakan mulutnya namun ia tetap fokus ke mobil itu.


"Kamu lihat kemana sih?" tanya Qayla.


"Tuh," ucap Sultan memonyongkan mulutnya.


Ting ting


Misis level B


Selamatkan pria yang di bawa suster tersebut


Hadiah 20 poin


Hadiah 800.000.000.000


Saat mobil itu bergerak menjauh, mobil Sultan pun mengikuti mobil tersebut.


"Kita kemana?" tanya Qayla.


"Mengikuti mobil biru itu," ucap Sultan menunjuk dengan mulutnya.


"Ada apa emangnya?" tanya Qayla heran.


"Sepertinya ada seseorang yang di bawa paksa oleh seorang suster dan itu kita tidak tahu apa suster itu beneran Suster apa dia palsu," ucap Sultan.


"Oh baiklah jika begitu," ucap Qayla setuju.


Sultan mengikuti mobil tersebut dan sampailah mereka ke suatu tempat yang jauh dari tempat keramaian, mobil itu berhenti, dan mobil Sultan juga berhenti yang tidak jauh dari mobil biru tersebut.


"Mobil itu sedang apa? Apa mengikuti kita?" tanya Supir mobil.


"Tidak tahu, coba aku tanya dulu," ucap Suster itu turun dari mobilnya dan memakai masker.


"Aku keluar ya, bilang saja sedang menunggu seseorang, aku masuk ke mobil itu dan kamu ikuti nanti ya," ucap Sultan diam-diam keluar dari mobil dan menyelinap ke mobil biru itu.


Tok!


Tok!


Tok!


Suster itu mengetuk kaca jendela mobil Qayla dan Qayla membukakan untuknya.


"Permisi? Sedang apa Anda di sini?" tanya Suster itu.


"Oh saya sedang menunggu seseorang, dia sedang pipis di dalam semak-semak sana," ucap Qayla ngasal.


"Oh begitu ya, baiklah jika begitu," angguk suster itu dan ia pun pergi kembali masuk ke mobilnya.


Sultan terlebih dahulu masuk ke dalam bagasi mobilnnya, untung saja tidak di kunci.


Qayla pun melewati mobil tersebut, setelah rasanya cukup jauh, mobil Qayla pun berhenti dan Qayla mematikan mesin mobilnya.


Mobil biru itu kembali berjalan dan melewati mobil Qayla.


"Oh iya, Sultan kan bawa ponsel, aku lacak saja GPS-nya, jika mengikuti di tempat sepi begini bakal ketahuan karena hanya ada mobil kami berdua," ucap Qayla.


Qayla memilih melihat GPS lewat ponsel Sultan saja dan tidak mengikuti mobil tersebut.


Di dalam bagasi, Sultan melepaskan ikatan tali dari tubuh pria yang pingsan itu dari tempat tidurnya yang mereka ikat dan juga melepaskan infus dari besi penyangga.

__ADS_1


Diam-diam Sultan membuka bagasi tersebut sedangkan mobil berjalan sangat laju.


Gunakan poin untuk mendarat dengan selamat


Memuat...


Loading...


Mulai...


10%...


20%...


30%...


40%...


50%...


60%...


70%...


80%...


90%...


100%...


Selesai


Poin Anda di potong 30 poin


Sisa poin Anda menjadi 410 poin.


Sultan pun terjun membawa pria pingsan itu dan mereka pun mendarat dengan selamat, sedangkan suster itu dan supir mereka tak sadar jika tawanan mereka sudah tidak ada lagi di dalam bagasi karena terlalu fokus melihat ke depan.


Sultan langsung membawa pria itu berlari menjauh.


"Sepertinya Sultan bergerak mengarah kesini, aku harus segera menjemputnya," ucap Qayla menghidupkan mesin mobilnya dan bergerak menjemput Sultan.


Setelah sampai di tempat sepi, sebuah Mobil berwarna silver datang mendekat ke arah mobil biru tersebut.


Suster dan supir itu pun turun dari mobilnya.


"Mana pria itu?" tanya seorang pria yang tadi membawa mobil Silver.


"Ada di bagasi," ucap Suster itu menunjuk ke arah mobilnya.


Suster dan pria itu menuju belakang mobil dan mereka sangat terkejut bahwa bagasinya sudah terbuka lebar.


"Ayo masuk," ucap Qayla kepada Sultan. Sultan memasukkan pria pingsan itu ke dalam mobil dan Sultan sendiri yang mengemudi, dan Sultan pun menginjak pedal gas mobilnya melaju sangat kencang.


"Di mana dia!" teriak pria itu marah.


"Beneran dia sudah kami masukkan ke dalam mobil, dan dia juga sudah kami ikat dan ini talinya" ucap suster itu menyakinkan pria tersebut.


"Lalu kemana dia pergi, tidak mungkinkan orang pingsan bisa melarikan diri," ujar pria itu dengan nada tinggi.


"Kami sudah menyakinkan jika dia sudah pingsan dan tidak bisa bergerak, dia sudah kami suntikkan obat bius dan obat tidur, tidak mungkinkan obatnya hanya bekerja sebentar dan itu sudah melebihi dosis," ucap Suster itu.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2