System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 230


__ADS_3

Mereka pun tertidur bersama.


Terdengar suara orang-orang yang mendekat, Sultan terbangun dan ia segera mematikan api unggunnya.


"Siapa mereka?" tanya Sultan dalam hati.


"Sepertinya mereka tidak ada di sini," ucap salah satu temannyanya.


"Tapi tadi bukannya ada cahaya di sana?" tanya temannya menunjuk ke arah gua Sultan.


"Ah, itu tadi hanya karena cahaya sentermu saja, di sini mana ada kayu bakar untuk membuat api dan permukaannya juga lembab," jawab temannya yang lain.


"Aku yakin tadi ada cahaya remang-remang, aku tidak salah lagi," ucapnya menyakinkan.


Karena ia penasaran, ia pun pergi sendirian ke arah gua Sultan yang hanya tertutup bebatuan dan ia mengintip dari celah batu itu.


Sultan menahan nafasnya, jika saja salah satu batu itu ia ambil, mungkin batu itu akan roboh dan ia pun akan ketahuan.


"Hey, suruh kita ke sini," panggil temannya. Ia pun tak sempat melihat dan berlari menuju temannya.


"Hampir saja," ujar Sultan dalam hati dengan nafas lega.


"Tempat ini sangat terjal, sepertinya mereka turun mengunakan helikopter, berarti dia juga termasuk orang kaya," ucap Sultan.


Sultan melihat Qayla yang masih tertidur pulas di pangkuannya.

__ADS_1


"Sebaiknya aku berjaga saja, takutnya jika mereka datang lagi ke sini," ucap Sultan dalam hati.


"Ini tulang manusia, apa jangan-jangan dia memang sudah mati oleh ledakkan itu?" tanya salah satu pria.


"Coba aku lihat," ujar salah satu temannya meraih tulang tersebut.


"Jika ia kenapa tulangnya seperti ini ya?" tanyanya.


"Apa ada masalah dengan tulangnya?" tanya temannya.


"Ini seperti sudah terjadi lama sekali, jika di lihat ini memang tulang yang terbakar," jawab temannya


"Sudah, bawa saja pulang, ketua menyuruh kita membawanya hidup atau mati, kita bawa saja tulang ini, lagian jika mereka masih hidup mana bisa mereka bisa naik jurang terjal begini, dan kita pasti sudah menemukannya karena kita dari tadi di tempat kejadiab dan tidak ada melihat jika seseorang yang tidak kita kebal datang ke sini atau menyelamatkan mereka," ucap temannya lagi.


Mereka balik ke tempat semula lagi, berhubungan hari juga sudah tengah malam, yang pastinya mereka sudah mengantuk, untuk melakukan pencarian pun sudah tak larat lagi.


Teman yang satunya terus saja memandang ke tempat tadi, ia sungguh penasaran.


"Ayo cepat, nanti terlambat," ajak temannya. Dan pria tadi itu pun mengurungkan niatnya untuk melihat tempat Sultan tadi.


Mereka segera naik lewat tali yang berjuntai dan segera pergi dari tempat itu.


"Syukurlah jika mereka sudah pergi," ucap Sultan lega.


Tak lama Qayla pun mulai bergerak dan ia bangun dengan mengucek-ucep matanya.

__ADS_1


"Ada apa Sultan?" tanya Qayla.


"Bukan apa-apa, ayo tidur lagi," ucap Sultan.


"Aku udah nggak ngantuk lagi, kamu gantian tidur," ucapnya.


"Nggak usah, aku mau coba telpon Tedi dulu, siapa tau dia bisa bantu," ucap Sultan.


"Bukannya katamu besok kita akan pergi dari Sini," ucap Qayla.


"Tidak, kita akan pergi sekarang, takunya bahaya jika mereka menemukan kita besok," ucap Sultan yang mengeluarkan ponselnya dari saku celananya.


Tuuut


Tuuuut


Tuuuut


Nomor yang Anda tuju tidak menjawab panggilan Anda, cobalah beberapa saat lagi.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2