
"Pasti donk, kalo nggak nggak ngapain juga capek-capek dateng," jawab pria yang lain.
Tak lama kemudian makanan Sultan dan Tedi datang.
"Ayo makan," tawar Sultan kepada sekelompok pria itu.
"Kami sudah makan, kalian emang harus mengisi tenaga biar nggak tegang pas nonton nanti," sahut mereka. Sultan dan Tedi langsung melahap makanannya.
Mereka baru pertama bertemu tapi sudah bisa berbaur, salut dengan mereka.
"Tapi ngomong-ngomong di mana raja judi dari kota T, aku penasaran siapa orangnya, apa dia pria Tua yang gendut?" tanyanya sambil tertawa dan di ikuti tawa teman-temannya yang lain.
Tedi tampak marah dan ingin menghajar mereka, tapi Sultan menahannya lagi dan itu membuat ia tak berselera makan lagi. Waktu hampir habis Sultan menarik Tedi dari tempat keramaian sekelompok pria tersebut agar dia tidak emosi lagi.
Eh... mereka malah mengekor, beranjak dari sana dan mengikuti Sultan dan Tedi, mereka semua masuk gedung yang sudah di siapkan. Sesampainya di sana tempat mewah dan juga sudah di siapkan kamera dan akan siaran langsung.
Tempatnya di atas panggung terbuka agar tidak ada kecurangan.
"Yang merasa raja judi kota T harap menuju panggung sekarang, karena waktu hanya tinggal 1 menit pertandingan akan segera mulai," terdengar dari pengeras suara.
Tedi menarik tangan Sultan ke atas panggung.
"Kalian ngapain di sini?" tanya pembawa acaranya.
"Tapi tadi kamu manggil raja judi dari kota T," ujar Tedi sewot.
"Oh jadi kamu raja judi dari kota T," ujar raja judi dari kota W.
"Bukan aku tapi... (menarik tangan Sultan dan memegang bahu Sultan dan Tedi malah bersembunyi di belakang) tapi dia," ujar Tedi dengan bangga.
Raja judi dari kota W menatap Sultan dengan saksama.
"Jadi kamu yang sudah mengalahkanku waktu itu ternyata hanya bocah tegil, kali ini aku tidak akan mengalah lagi," ucapnya tajam.
Sultan membalas tatapannya.
SULTAN
(Kau tau ini pertarungan? Aku harap kau membantuku sampai akhir)
SISTEM
(Sistem selalu Ada untuk Tuan)
SULTAN
(Awas kalo menghilang)
SISTEM
(Siap Tuan)
"Baiklah pertaringan akan segera mulai, Raja judi kota W dan Raja judi kota T di persilakan duduk di kursi yang di siapkan, harap berkenal 1 sama lain untuk lebih akrab," ujar pembawa acara.
"Namaku Yohan," ujarnya mengulurkan tangan.
Sultan membalas salam dari Yohan. "Sultan."
"Gila! Ternyata dia raja judi dari koya T, padahal tadi kita mengatakan kalau raja judi kota T ketakutan tak berani datang," ucap pria tadi merasa bersalah.
__ADS_1
"Jika tau di raja judi, aku akan minta foto bareng tadi," sahut temannya menyesal.
"Baiklah, di sini kalian tidak bisa bermain curang karena setiap kamera mengawasi kalian dari samping atas, dan kamera juga di rekatkan di bawah meja, terlebih dahulu yaitu kalian pertama-tama akan bermain dadu, pertandingan selanjutnya akan di beritahu oleh pemilik casino," ucap pembawa acara tersebut.
"Baiklah, Pertandingan... DI MULAIIIIIIIIIII.........!" teriak pembawa acara dan para penonton bertepuk tangan dengan meriah.
"Kamu harus menang," ucap Tedi berbisik di telinga Sultan.
"Iya, tenang saja," jawab Sultan santai sambil menatap Yohan.
Siaran langsung pun di mulai, pertandingan juga sudah mulai, ini benar-benar berita heboh dan sangat menegangkan para penonton.
Para mahasiswa dan para dosen di kota T mereka malah nonton berjamaah di proyektor milik kampus, dan ketika mereka tahu bawa Sultan adalah raja judi dari kota T mereka sangat amat senang dan menonton secara khidmat.
"Sultan kalahkan mereka!" teriak teman kampus Sultan yang sedang menonton di siaran langsung.
"Sultan i love you," teriak para ciwi-ciwi. Mereka bahkan membuat tulisan-tulisan di karton manila sebagai bentuk dukungan lalu foto bersama dan mengirim lewat web.
Ding ding.
masuk notif di ponsel Tedi dan Tedi melihat isi notif tersebut.
"Nih lihat," ujar Tedi memperlihatkan foto bersama di kampus.
Sultan melihatnya dan hanya menyinggingkan senyumnya, inilah rasanya jadi orang populer.
"Maaf Tuan, Anda tidak boleh mengunakan alat elektronik di sini dan jangan menganggu para pemain, atau Anda silakan duduk di kursi penonton," ujar pembawa acara itu memperingati.
Sultan memegang tangan Tedi. "Biarkan dia tetap di sini, akan saya pastikan dia tidak melakukan lagi," ucap Sultan memandang ke arah pembawa acara tersebut.
"Baiklah jika begitu," ucap pembawa acara tersebut.
"Matikan ponselmu," perintah Sultan.
"Siap Bos," jawab tedi cepat dan langsung menonaktivkan ponsel lalu menyimpannya.
"Permainan dadu dan tebak angkanya," ujar seorang gadis **** memegang dadu dan sebuah cup.
Ia mengoncang dadu tersebut lalu meletakkan di meja di hadapan Sultan dan Yohan.
"Silakan tebak angkanya, dari Tuan Sultan," ujar pembawa acara.
SISTEM
(3 dan 6)
"Angka 3 dan 6," jawab Sultan.
"Dan untuk Tuan Yohan?"
"Angka 3 dan 6," jawab Yohan.
"Selamat, kalian seri," ujar pembawa acara.
Putaran kedua.
"Silakan Tuan Yohan duluan,"
"Angka 4 dan 5," jawab Yohan.
__ADS_1
SISTEM
(4 dan 5)
"Angka 4 dan 5," jawab Sultan.
"Selamat kalian seri lagi,"
SULTAN
(Kenapa ia bisa tau angka di dalamnya? Apa mereka berbuat curang)
SISTEM
(Tidak, dia mendengar dari suara dadu yang di terbentur di cup, karena setiap angka yang menyentuh cup bunyinya berbeda, dia memang pantas di sebut raja judi, karena hanya beberapa orang yang bisa memahami bunyi tersebut)
SULTAN
(Jadi begitu ya, jika aku tidak ada sistem, mungkin dari awal aku sudah kalah duluan)
Putaran selanjutnya.
Begitulah seterusnya, mereka berdua selalu menebak angka yang sama dan selalu seri hingga permainan dadu berakhir.
"Baiklah, di sini belum ada pemenangnya, mari kita beralih di permain selanjutnya," ujar pembawa acara tersebut.
Kali ini adalah permainan kartu, gadis **** itu mengocok kartu tersebut lalu membagi kartu tersebut kepada Sultan dan Yohan.
Sultan menerimanya dan membuka isi kartu tersebut, semua angkanya kecil tapi untungnya terselip kartu As sekop, namun Sultan menutup dengan kartu lain.
Permulaan yang tidak beruntung, ternyata Yohan punya kartu joker dan Sultan kalah.
Terdengar suara sorak yang bergemuruh karena kota W menang.
"Awal yang baik Tuan Yohan!" teriak Para pendukung Yohan. Mereka bertepuk tangan meriah
SULTAN
(Baiklah, kali ini kamu yang menghendel semua, bermain yang serius)
SISTEM
(Siap Tuan, tadi hanya pemanasan)
SULTAN
(Pemanasan? Main yang bener)
SISTEM
(Siap Tuan)
Putaran kedua.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH
TERIMA KASIH
__ADS_1