
"Hahaha... mereka emang imut." tawa Tedi terbahak-bahak.
Sultan dan Qayla bekerja sama, Sultan menangkap pria penjahat itu dan Qayla juga menangkapnya mereka pun membenturkan kedua penjahat itu dan melemparnya bersamaan ke atas lalu menendangnya seperti bola masuk gawang.
Sultan menangkapnya lagi lalu melemparnya ke arah Qayla, Qayla menangkapnya lalu menghantam perutnya beberapa kali lalu melemparnya lagi ke Sultan dan Sultan melemparnya ke atas pohon dan mereka melakukannya sambil tertawa.
"Kurang ajar! Kalian pikir anak buahku bola!" teriak bosnya marah.
"Jika tak mau jadi bola lebih baik jangan menganggu usaha orang, atau mau lebih dari ini lagi?" tanya Sultan bercekak pinggang.
Bos itu mendekati Sultan lalu mencekik leher Sultan, Sultan menarik tangan bos penjahat itu hingga keluarlah kalung dari bajunya.
Mata bos itu terbelalak melihat kalung tersebut lalu pelan-pelan mundur dan berlari.
"Ayo cepat kita mundur!" teriak bos tersebut ketakutan dan langsung masuk mobilnya.
Para anak buahnya bingung dan mereka juga ikut mundur.
"Kenapa mereka tiba-tiba lari?" tanya Tedi yang asyik memvediokan mereka berkelahi.
"Tentu saja mereka takut karena gertakanku tadi," ujar Sultan bangga. "Tapi ngomong-ngomong kamu hebat Qayla, aku sungguh salut," puji Sultan tersenyum.
Qayla membalas senyuman Sultan. "Biasa saja, kamu juga hebat," balas Qayla.
"Aku meleleh," batin Sultan.
"Hey Tedi, kasih tamu kita minum," ujar Sultan kepada Tedi.
"Laksanakan," ucap Tedi dan langsung nyelonong pergi ke dapur untuk mengambil makanan dan minuman.
"Tuan, bisakah Anda katakan kepada Tuan direktur bagaimana gaji kami kerja di sini?" tanya koki tersebut.
"Kamu nggak perlu khawatir, kerja saja yang yang bener, aku tau dia tidak akan pelit karena uangnya banyak sekali," jawab Tedi menepuk pundak koki tersebut.
"Baiklah jika begitu," jawab koki itu pasrah dan segera menyiapkan makanan ringan dan minumannya di atas napan.
Satu persatu para koki itu keluar mengantarkan makanannya hingga memenuhi meja tamu.
"Banyak sekali?" tanya Qayla.
"Ya Nona, ngabisin stok makanan biar di ganti dengan makanan baru," jawab ketua koki tersebut.
"Oh ya, nanti aku ingin bicara denganmu dan semua karyawan, nanti kita kumpul ya," ujar Sultan.
"Baik Tuan," jawab koki dan para karyawan tersebut.
"Ayo di makan," ajak Sultan.
__ADS_1
Mereka pun segera menyantap makanan di atas meja, apa lagi Sultan yang kelaparan.
"Sultan, bagaimana aku juga ikut mengakuaisi tempat ini?" tanya Qayla.
"Boleh juga, aku akan segera mencari sekretaris dan manejer untuk mengurus kerja samanya," jawab Sultan setuju.
"Oh, belum ada sekretarisnya ya?" tanya Qayla terasenyum.
"Iya, rencana aku nggak perlu pake begituan karena mereka sudah tauhu pekerjaan masing-masing dan jika gajian tinggal kasih gaji aja, kalo bangkrut tinggal investasi lagi. Karena kamu ikut mengakusisi tempat ini, jadi aku alan carikan sekretaris untuk kerja sama kita agar kamu nggak merasa di bohongi kerja sama denganku," jelas Sultan.
"Hidupmu emang santai ya, selain aku siapa lagi yang sudah ikut bekera sama denganmu?" tanya Qayla sambil menyantap makanannya dengan pelan.
"Tidak ada, aku tidak terima kerja sama dengan orang lain kecuali kamu dan tidak akan ada kerja sama lagi dan kamu orang pertama dan terakhir yang kerja sama denganku," jawab Sultan menatap Qayla serius.
Qayla jadi tersenyum mengembang. "Kamu serius? Aku jadi tersanjung sudah di terima menjadi partner kerjamu," puji Qayla.
SISTEM
(Pertama dan terakhir, dasar gombal cicak ruwoππ)
"Uhuk! Uhuk! Uhuk!" seketika Sultan bantuk karena di ejek sistem.
"Eh Sultan, kamu baik-baik saja? Ini ayo minum," ujar Qayla panik dan menyerahkan segelas air putih sisa minumnya tadi, ia tak menyadari jika itu sisa minumnya karena panik.
Sultan menerima gelas tersebut dan meneguk habis air minum tersebut.
"Bagaimana Sultan? Apa kamu udah baikan?" tanya Qayla khawatir, Tedi juga mendekat.
SULTAN
(Sialan lu! Kamu ingin aku mati? Jika aku mati kamu juga menghilang)
SISTEM
(Gampang, tinggal cari Tuan baru)
SULTAN
(Terserah kamu deh, tapi ngomong-ngomong makasih ya, aku jadi di perhatiin Qaylaππ)
SISTEMππ ππ
Qayla kembali ke tempat duduknya dan mengambil gelasnya dan ingin minum dan barulah ia sadar ternyata gelasnya kosong.
"Astaga! Jadi air sisa minumku tadi ku kasih ke Sultan," ujarnya dengan perasaan nggak enak hati sambil melihat ke arah Sultan.
"Ada apa Qayla?" tanya Sultan mengangkat alisnya.
__ADS_1
"Eh tidak apa-apa," jawab Qayla malu.
Baru saja ingin menyantap makanannya tiba-tiba gadis yang kemaren ia tolongi datang menghampiri Sultan.
"Hay Sultan," sapa gadis itu. Sultan dan Qayla beserta Tedi melihat ke arah gadis itu.
"Wah, enak sekali makanannya, boleh aku ikut gabung?" tanyanya langsung duduk di samping Sultan.
"Siapanya kamu? Pacar?" tanya Qayla mengintrogasi.
"Eh bukan bukan, bukan pacar aku, dia kemaren yang aku tolongin pas dia berantem sama pacarnya," jelas Sultan ketakutan.
"Sekarang emang bukan, tapi nanti," ujar gadis itu tersenyum sambil memeluk tangan Sultan.
"Eh nggak, aku nggak mau," tolak Sultan mentah-mentah dan sambil berpindah tempat duduk.
Gadis itu mengikuti Sultan.
"Hey kamu! Kamu kan dengar jika dia tidak mau, kenapa kamu mengikutinya?" tanya Qayla tajam.
"Apa urusanmu, dia juga bukan pacarmu," balas gadis itu.
Mereka berdua menatap tajam dan kedua mata mereka keluar kilat yang mengerikan.
"Ya sudah kamu urus saja perempuanmu itu," ujar Qayla mengalah sambil membuang wajahnya kesamping.
"Eh, Hm... Qayla mari kita bahas permasalahan kita dan juga kita harus membicarakan kerja sama kita dengan para karyawan juga biar mereka juga tahu jika tempat ini jadi milik kamu juga," saran Sultan.
"Sultan aku datang ke sini ingin berterima kasih padamu, dan aku juga membawa hadiah untukmu," ujar gadis itu mengeluar kotak kecil berwarna hitam dan menyerahkan kepada Sultan.
"Aku sudah terima tanda terima kasihmu tapi aku tidak bisa menerimanya," tolak Sultan.
Gadis itu manyun dan langsung meninggakan kotak tersebut dan ia langsung pergi.
"Terima saja," ucap Qayla.
Tiba-tiba Tedi nongol dan langsung mencomot kotak tersebut.
"Wah... ini gantungan kunci dari giok biru, cantik sekali, untuk aku saja deh," ujar Tedi.
"Ambil saja sana," jawab Sultan tak peduli
"Oh ya, ayo semua kariyawan berkumpul semua, ada yang ingin aku sampaikan," ujar Sultan. Para pegawai semuanya berkumpul di hadapan Sultan
"Ini adalah pemilik baru kita setelah aku, dan juga aku ingin memilih salah satu dari kalian sebagai sekretaris dan manejer," ucap Sultan.
BERSAMBUNG
__ADS_1
JANGAN LUPA VOTE KOMEN LIKE DAN HADIAH
TERIMA KASIH