System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 161


__ADS_3

Ketua itu diam sesaat.


"Lalu kenapa ketua mematai-mataiku? Apa aku sungguh tak bisa di percaya di bandingkan bawahanku, bahkan ketua lebih percaya dengan bawahanku dia banding aku ketua mereka, jika begitu untuk apa ketua mengangkatku menjadi ketua markas ini, jika begitu keluarkan saja aku dari organisasi ini," ucap Sultan marah. Sebenarnya Sultan tidak marah ia hanya memancing apa yang akan ketua itu lakukan jika ia berkata begitu.


"Baiklah, aku tidak akan memataimu lagi," ucap Ketua itu melemah.


"Terima kasih Ketua," ucap Sultan.


Ketua itu pun pergi masuk ke mobilnya yang di kendarai oleh supir pribadi.


Sultan menatap kepergian Ketua itu hingga ia menjauh. "Aku tidak percaya jika dia tidak melakukan sesuatu?" ucap Sultan curiga.


"Aku harus mematainya dengan jarak yang jauh, sepertinya dia bukan orang biasa, aku tidak tau apa yang ia lakukan kedepannya," ucap ketua itu.


"Apa yang dia tanyakan padamu?" tanya Beni mendekati Sultan.


"Tidak ada, hanya mengatakan jika kepergian kita nanti aku harus yang paling banyak yang di siapkan," ucap Sultan berbohong. Ia tak berani mengatakan yang sejujurnya di depan orang ramai.


"Aku pergi dulu," ucap Sultan menepuk pundak Beni.


Sultan masuk ke mobilnya dan ia pun mengambil ponselnya lalu mengchat Beni.


"Beni, aku ada sesuatu ingin ku katakan, aku sangat berharap jika kau tidak terpilih untuk pergi perperangan nanti, karena jika kita gagal makan ketua akan membunuh kita semua, kau tetap jaga dirimu di markas, jika terjadi sesuatu, katakan padaku,"

__ADS_1


"Baiklah, terima kasih infonya,"


Sultan kembali melajukan mobilnya dan ia kembali kerumah sakit.


Sultan masuk ke rumah sakit dan ia melihat ke dua bawahannya ternyata sudah bangun.


"Bagaimana? Apa Derry sudah keluar?" tanya Sultan.


"Belum Bos besar," jawab mereka.


Ting ting


Misi level C


Hadiah 30 poin


Hadiah 700.000.000


"Kabari aku jika dia sudah keluar ya," ucap Sultan.


"Baik Bos besar," angguk mereka.


Sultan kembali naik mobilnya dan menuju tempat yang di tunjuk oleh sistem.

__ADS_1


Seorang Ibu yang di kerumuni banyak orang dan salah satu warga ke hilangan uang 1.500.000 dan ibu itu memang memegang uang 1.500.000.


"Dia yang sudah mencurinya, kembalikan uang saya sini!" bentak seorang Ibu yang merasa kehilangan uangnya.


"Tidak, ini uang gajian saya, ini punya saya, uang mu yang hilang itu saya nggak tahu menahu," balas ibu itu memegang uangnya dalam tas kecil dengan erat.


"Ini uang saya, berani kamu mencuri uang saya," ujar ibu itu memegang tas kecil milik ibu tadi.


"Enak saja kamu bilang, ini uangku, mana buktinya jika aku mencurinya," balas ibu itu.


"Ini, Mila yang bilang, kamu masuk rumahku dan mengambil uangku," ujar Ibu itu.


"Mana Mila? kita tanya sama dia," ucap salah satu warga di sana.


"Ha ini Mila, Apa kamu melihat dia mencuri uangnya?" tanya warga itu.


Yang bernama Mila mengangguk pelan. "Aku tadi hanya melihatnya sekilas saja, tapi aku tidak yakin," ucap Mila pelan.


"Ha! Benarkan! Sini uang itu!" ucap ibu itu merampas uang yang di tangan ibu itu.


BERSAMBUNG


mimpir juga ke (System Miliyader)

__ADS_1


Mampir juga ke (System super kultivasi)


__ADS_2