
Tedi melajukan mobilnya takut jika ia ketinggalan.
"Hay," Sultan melambaikan tangannya.
"Eh, Sultan, kapan kamu ganti mobilnya?" tanya Tedi heran sambil menyetir mobilnya.
"Kamu mau lihat nggak?" tanya Sultan tersenyum.
"Lihat apa'an?" tanya Tedi.
Sultan pun menyentuh perubahan bentuk mobilnya. Kali ini berubah menjadi mobil pajero sport.
"Wih, keren banget Sultan," puji Tedi mengacungkan jempol.
"Of crush," jawab Sultan.
Tak lama kemudian mereka sampai di kampus. "Suqay, ayo parkir," perintah Sultan.
Tin! Tin!
Mobil pun terparkir dengan otomatis.
"Mobilmu keren banget Sultan," ucap Tedi terkagum-kagum.
"Siapa dulu pemiliknya," ucap Sultan membanggakan diri.
"Sultan," panggil seseorang yang suaranya tidak asing lagi.
Sultan membalikan badannya dan melihat ke arah pemilik suara tersebut. "Ada apa Michela?" tanya Sultan.
"Tidak ada, bagaimana kabarmu?" tanya Michela pelan.
"Aku baik-baik saja," jawab Sultan.
__ADS_1
"Oh, kamu ada waktu habis kuliah ini?" tanya Michela.
"Belum tahu juga, ada apa emangnya?" Sultan balik bertanya.
"Ada yang ingin aku bicarakan denganmu habis kuliah nanti, aku harap kau punya waktu untukku, aku tunggu kamu di taman kampus," ucap Michela menundukkan kepala dan pergi berlalu.
Sultan dan Tedi melihat arah kepergian Michela. "Cie... cie... jangan-jangan kamu mau di tembaknya," ejak Tedi tertawa.
"Aku yang di tembak kok kamu yang geli, iri ya nggak pernah di cariin wanita," sembur Sultan.
"Aku itu gantleman cuy, aku yang maju duluan sebelum wanita itu maju ke depan untuk menyatakan perasaannya, bukan kayak kamu, suka gantungin perasaan perempuan," nasehat Tedi.
Sultan membulatkan matanya. "Emangnya kamu juga bakal nembak cewek yang nggak kamu sukai?" tanya Sultan mengkrucutkan bibirnya.
"Jika ada wanita yang suka padaku tapi aku tidak menyukainya, aku langsung mengatakan padanya bahwa aku tidak menyukainya jadi jangan mendekatiku lagi, karena aku tak mau memberinya harapan palsu," ucap Tedi dengan gaya bahasa puisinya dan gerakan tangan seperti penyair.
"Hey Tedi, yang kulihat selama ini kau hanya berhayal, mana gadis yang kau tembak, jika ada sudah pacarmu sekarang, dan nyatanya kau nempel terus denganku, yang seringnya kau hanya mengoda anak perempuan orang tanpa memberinya kepastian," ejek Sultan.
"Sultan, kau harus dengar keluh kesahku," teriak Tedi mengejar Sultan.
"Nggak ada gunanya," ucap Sultan ketus.
Mereka pun masuk ke ruangannya dan terlihat Sarah yang seperti habis menangis.
"Udahlah, bukan urusanku," ucap Sultan dalam hati melewati Sarah begitu saja. Sarah membalikkan badannya melihat Sultan yang duduk di kursi tanpa mempedulikannya.
"Sultan, sepertinya Sarah habis menangis," bisik Tedi.
"Iya aku tahu, jangan pedulikan dia, aku tak mau memberi harapan padanya," balas Sultan.
Tedi menganggguk mengerti dan ia pun balik ke posisi tempat duduknya.
Sarah duduk di kursinya sambil menatap Sultan terus membuat Sultan risih.
__ADS_1
Karena tak tahan lagi, Sultan menarik tangan Sarah dan membawanya tempat sepi lalu melepaskan tangannya lalu menatap Sarah.
"Katakan jika ada yang ingin kau katakan," ucap Sultan tanpa basa basi.
Sarah menatap Sultan dengan mata sendunya. "Sultan, aku putus dengan Roni," ucap Sarah menundukkan kepala.
"Lalu? Kenapa kau terus menatapku terus?" tanya Sultan.
"Tidak apa-apa, aku hanya merasa sangat bersalah denganmu, aku yang sudah meninggalkanmu dan sekarang ini karma yang kudapat, aku di campakkan begitu saja dan ia selingkuh," ucap Sarah menangis.
Sultan menarik nafas dan membuangnya dengan pelan. "Hanya ini yang ingin kau katakan, tidak ada yang lain?" tanya Sulran datar, ia sebenarnya kasihan dengan mantan pacarnya ini, tapi ia harus tegas, jika ia melemah maka sama saja ia memberi harapan lagi kepadanya.
Sarah mengelengkan kepalanya.
"Ya sudah jika tidak ada yang lain, aku pergi dulu," ucap Sultan membalikkan badannya dan ingin pergi.
Tiba-tiba Sarah memeluk Sultan dari belakang. "Sultan sudikah kau kembali padaku lagi?" tanya Sarah menempelkan dadanya di punggung Sultan dan berharap.
Sultan melepaskan tangan Sarah dari pinggangnya. "Ini sudah kesekian kalinya kau mengatakan itu, maaf Sarah aku sudah orang lain di hatiku," ucap Sultan.
"Siapa dia?" tanya Sarah yang seketika suaranya meninggi.
"Kau tidak perlu tahu, yang pasti sudah tidak ada kamu di hatiku lagi," jawab Sultan melangkahkan kakinya pergi meninggakan Sarah yang sedang menangis.
"Kau milikku Sultan, kau milikku!" teriak Sarah histeris.
Michela keluar dari balik pintu. "Sultan sudah punya seseorang di hatinya."
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH
TERIMA KASIH
__ADS_1