System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 171


__ADS_3

"Pak Man tolong kamarku lebarkan 10x10 meter persegi ya, yang di belakang tambahin 100 meter lagi dan dapur dan dapur buat 7x7 meter," ucap Sultan.


"Di tambah tingkat nggak?" tanya pak Man.


"Iya, di atas buat 4 kamar dengan lebar 7x6," pinta Sultan.


"Baiklah jika begitu," ucap pak Man.


"Aku pergi dulu pak Man," ucap Sultan.


"Ya," jawab pak Man.


Sultan kembali ke mobilnya dan kembali ke tempat Benny tadi.


"Bagaimana? Sudah terbeli semua?" tanya Sultan.


"Sudah, Ayo kita pergi," ajak Benny.


Mereka pun membawa makanannya ke dalam bagasi mobil Sultan.


"Ayo, aku bawa kamu ke suatu tempat," ucap Sultan.


Benny hanya mengangguk-angguk tanda setuju. Sultan memutar mobilnya menuju suatu tempat.


"Rumah sakit?" tanya Benny heran.


"Iya, ini tempat yang aku bicarakanada seorang lagi yang jadi pengikut kita," ucap Sultan yang turun dari mobilnya.


Mereka masuk ke dalam rumah sakit tersebut, dan Sultan membawanya menemui Derry.


"Ini Derry dan ini Benny," ucap Sultan memperkenalkan mereka berdua.

__ADS_1


Ting ting


Misi level C


Seorang Suster gadungan menyamar karena ia ingin membunuh pasien yaitu orang yang ia benci di kamar 028.


Hadiah 30 poin.


Hadiah 800.000.000


"Kalian di sini dulu ya, aku pergi sebentar," ucap Sultan.


"Iya," jawab Benny.


Sultan pergi menuju kamar 028, Sultan mendekati kamar tersebut dan ternyata di kunci dari dalam.


Sultan langsung mendobrak pintunya dan suster gadungan itu sedang bersiap menyuntikkan racun ke dalam tubuh pasien.


Sultan menendang tangan wanita itu hingga suntikannya itu terlepas dari tangannya.


"Kurang ajar!" teriak wanita itu ingin memukul ke arah Sultan dan Sultan menangkap tangan wanita itu.


"Kau ingin membunuh orang?" tanya Sultan mengengam erat tangan wanita itu yang berusaha melepaskan diri.


"Bukan urusanmu! Lepaskan!" teriaknya.


"Katakan benda apa yang ingin kau berikan padanya?" tanya Sultan dengan tatapan tajam.


"Tentu saja aku memberinya obat karena ia sakit," ucap wanita itu tak mau mengaku.


"Kau lebih baik jujur, obat apa yang kau berikan padanya!" bentak Sultan.

__ADS_1


"Sudah aku katakan jika itu obat!" teriaknya tak mau kalah.


"Bagaimana jika aku menyuntikkanmu terlebih dahulu untuk memastikan jika obat itu aman," ucap Sultan.


"Jika kau berani melakukannya, aku akan teriak dan mengatakan jika kau pelakunya," ancam wanita itu.


"Teriak saja sana, aku berharap jika dokter itu datang," ucap Sultan tersenyum sinis.


"Lihat saja kau nanti," ucap wanita itu menatap tajam ke arah Sultan.


"Sana teriak," tantang Sultan.


"Tolongggg.... Tolonggggggg! Ada pembunuhan!" teriak wanita itu tersenyum licik melihat ke arah Sultan.


Para dokter dan suster berdatangan ke ruangan tersebut.


"Di mana pembunuhannya?" tanya Dokter itu.


"Dia... dia yang ingin melakukan pembunuhan pada pasien ini dengan jarum itu," ujar wanita itu menunjuk ke arah jarum yang tergeletak di lantai.


"Bagaimana jika kau tau jika jarum itu bisa membunuh orang?" tanya Sultan.


"Tentu saja dengan menyuntikan isi dalamnya!" teriaknya tak mau kalah.


Dokter itu mengambil jarum suntik tersebut dan menyuntikkannya kepada sebuah kain dan mencium baunya.


"Ini racun sianida," ucap dokter itu.


"Benarkan jika kamu ingin membunuhnya!" teriaknya lagi.


"Saya mengenalu dia, dia memang pengunjung di rumah sakit ini, tapi kami tidak mungkin mempekerjakan orang yang emosinya tidak terkendali seperti Anda, sepertinya Anda kena gangguan jiwa," ucap dokter itu

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2