System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 245


__ADS_3

Sultan terpaksa mendobrak pintu tersebut dan ketika pintu itu roboh, Terlihat seorang wanita yang sebelah kakinya sudah di luar jendela.


"Hey! Apa yang kamu lakukan!" teriak Sultan segera menarik tubuh wanita itu dan menjauhkannya dari jendela.


"Apa lagi yang harus aku lakukan!" teriaknya.


"Kau tidak punya alasan untuk mati," ucap Sultan.


"Aku punya alasannya!" teriaknya lagi.


"Apa alasanmu?" tanya Sultan.


"Tentu saja Alasanku banyak, dan kamu tidak akan bisa membantuku," balasnya.


"Bagaimana aku ingin membantumu jika kau tidak cerita," ucap Sultan.


"Aku punya penyakit kanker dan aku tidak punya uang dan keluargaku juga tidak punya uang dan mereka pasrah dengan keadaanku karena mereka lebih menyayangi anak bungsunya ketimbang aku dan contohnya sekarang mereka tidak ada di saat aku sakit, pacarku juga berselingkuh setelah tau jika aku penyakitan dan dia malah berselingkuh dengan temanku sendiri dan aku di tinggalkan sendiri begitu saja, alasan apa lagi yang aku punya untuk aku bertahan hidup, keluargaku tak mau lagi denganku, pacar selingkuh dan teman berkhianat. Untuk apa lagi aku hidup," ucapnya sambil menangis.


"Jika kamu punya uang apa yang harus kamu lakukan?" tanya Sultan.


"Aku akan balas dendam!" ucapnya geram. "Meskipun sekali aku mati, aku akan tetap balas dendam," ucapnya dengan mata berapi-api.


"Selamat kamu beruntung, yang kamu butuhkan adalah uangkan? Berapa biaya pengobatanmu?" tanya Sultan.

__ADS_1


"100 juta," jawab wanita itu cepat.


"Baiklah aku akan memberikanmu uang 200 juta, pergunakan uangnya baik-baik, putar badanmu terlebih dahulu," ucap Sultan.


"Kamu serius?" tanyanya.


"Lakukan saja yang aku suruh, kamu akan tau nanti," ucap Sultan.


Meskipun dengan wajah yang mengherankan, namun ia mengikuti perintah Sultan dan membalikkan badannya.


Sultan segera mengambil uang di sistemnya dan meletakkan di atas lantai di depan wanita itu.


"Kamu boleh membalikkan badan," ucap Sultan.


"Ini benar-benar uang?" tanyanya tak percaya dengan mata terbelalak dan tangan gemetar.


"Astaga! Ini benar-benar uang!" teriaknya bersuka cita.


Ia pun bersujud. "Terima kasih Tuan, engkau adalah penyelamatku, aku tidak tau harus bagaimana membalas jasamu," ucap wanita itu.


"Tidak perlu, kau tidak bunuh diri saja sudah bersyukur, tetaplah hidup dan hargai nyawamu, jangan karena mereka mengabaikanmu dan kau menyerah dalam hidupmu, sesungguhnya masih ada yang masih peduli denganmu, meskipun kau tidak tau siapa orangnya atau mereka peduli denganmu secara diam-diam," ucap Sultan.


"Terima kasih nasehatnya, aku akan mengingatnya selalu," ucap wanita itu.

__ADS_1


Ting ting


Hadiah Anda di kurangi 200.000.000


Sisa Hadiah Anda 15.404.804.900.000


"Baiklah jika begitu, aku ada urusan dan pergi dulu," ucap Sultan.


"Sekali lagi terima kasih Tuan," ucap wanita itu menundukkan kepala memberi hormat.


Sultan pun melangkahkan kaki pergi keluar dari kamar tersebut.


"Astaga! Kenapa pintu ini jadi begini?" tanya suster yang membawakan obat untuk wamita itu.


"Maaf itu aku yang melakukannya karena aku sangat kesal dengan penyakitku," ucap wanita itu beralasan.


Suster itu hanya bisa mengelengkan kepala. "Ya sudahlah, asal kamu tidak ingin bunuh diri saja sudah bersyukur," ucap Suster itu memasang kembali infusnya yang di copot wanita tadi ketika ia hendak bunuh diri.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2