System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 188


__ADS_3

"Tidak apa-apa," jawab Sultan melangkahkan kaki mengikuti mereka.


"Berhenti kalian!" teriak Sultan menunjuk ke arah para preman itu.


"Heh! Mau apa kamu!" balas pria itu.


"Ini karaokeanku, apa kalian pikir tempat ini tidak bertuan sehingga seenaknya kalian buat keributan di sini," ucap Sultan marah.


"Lalu kenapa? Kami akan mengambil tempat ini," ucap pria itu lantang.


"Apa kamu bilang? Kau ingin mengambil tempat ini? Hey! Tempat ini aku beli dengan uang ya, enak saja kau ingin mengambilnya begitu saja, kau pikir ini pasar, siapa cepat dia dapat!" ujar Sultan membulatkan matanya.


"Bukan siapa cepat dia dapat, tapi siapa kuat dia dapat," ucap pria itu terkekeh bersama temannya.


"Oh, kau ingin beradu denganku?" tanya Sultan. "Ayolah ke sini," ucap Sultan.


"Serang dia, tempat ini akan menjadi milik kita," ucap pria itu kepada teman-temannya.


Para pria itu datang menyerang Sultan dan Sultan pun menendangnya hingga mereka terpental.


Melihat teman-temannya di hajar oleh Sultan, pria itu melihat melihat ke arah Qayla yang berdiri. "Aku akan menyenderanya, untuk menghentikan dia," ucap pria itu langsung menarik tangan Qayla lalu menjepit leher Qayla.

__ADS_1


"Berhenti kamu! Atau dia akan ku bunuh!" ancam pria itu.


Seketika mereka berhenti bertarung dan melihat ke arah Pria yang menyendera Qayla.


"Mantap," ucap teman-teman pria itu mengacungkan jempol.


"Pppffff... hahahahaha," Sultan tertawa sambil memegang perutnya.


Pria itu heran beserta teman-temannya, seharusnya ia berusaha menyelamatkan teman perempuannya, ini malah menertawakannya.


Qayla menarik tangan pria itu lalu memghempaskannya ke lantai lalu mematahkan tangan pria itu.


Kraak!


Teman-temannya panik dan kebingungan entah apa yang harus mereka lakukan.


"Astaga! Dia lebih sadis dari pria itu," ucap teman pria itu berdelik ngeri.


Sultan menendang pria itu lalu menghempaskannya kelantai hingga pecah dagunya.


"Ampuni kami, ampuni kami, kami salah mengusik orang," ucap mereka bersujud di kaki Sultan.

__ADS_1


"Ganti rugi semua yang kalian pecahkan, baru aku akan melepaskan kalian," ucap Sultan.


"Baiklah, Baiklah, kami akan mengantikannya," ucap para pria itu dan ia mengeluarkan uang dari saku mereka masing-masing dan meletakkannya di lantai.


"Kurang ajar! Kalian anggap aku apa? Tukang mintak-mintak di kasih uang receh begini, apa aku ini kalian anggap pengemis!" bentak Sultan.


"Kami nggak punya uang lagi, hanya ini yang kami punya," ujar mereka sambil menagis.


"Nggak punya uang tapi berani menghancurkan barang milik orang lain, bagaimana kalian akan mempertangung jawabkan semua kekacauan ini," ucap Sultan.


"Ampuni kami Tuan, kami hanya punya ini, tidak punya yang lain," ucap mereka sambil memohon.


"Aku ingin kalian kerja sebagai pengaman di sini dan itu tanpa di gaji, tapi jika kalian berani kabur, aku tidak akan segan-segan mematahkan leher kalian, ingat! kalian tidak akan bisa pergi, aku akan mencari kalian sampai ke lubang ulat sekali pun," ancam Sultan.


"Baik Tuan, akan kami lakukan," ucap mereka.


"Tapi Tuan, bagaimana dengan teman kami yang tangannya di patahkan itu?" tanya mereka memandang ke arah teman yang terbaring kesakitan.


"Biarkan saja dia mati, buang dia ke kandang macan untuk di jadikan makanan mereka," jawab Sultan.


BERSAMBUNG

__ADS_1


jangan lupa like vote komen dan hadiah


terima kasih


__ADS_2