System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 183


__ADS_3

Sultan terdiam. "Apa aku benar-benar anaknya?" tanya Sultan ragu-ragu.


"Apa siapa namamu?" tanya bapak itu.


"Sultan," jawab Sultan singkat, ia merasa sangat aneh jika selama hidupnya ini biasa tinggal bersama ibunya dan kini ada seorang pria menjadi ayahnya, ia masih bingung.


"Siapa nama Ibumu?" tanya Bapak itu.


"Marwa," jawab Sultan lagi.


"Apa dia benar-benar marwa?" tanyanya dengan mata berkaca-kaca.


Sultan terdiam.


"Terima kasih Tuhan, kau sudah mempertemukan aku dan keluargaku," ucapnya menagis.


"Kesinilah Nak, biarkan aku memelukmu, melihatmu lebih dekat," ucap pria itu.


Sultan pelan-pelan mendekat dan pria paruh baya itu pun memeluknya.


"A-ayah," Sultan berusaha membiasakan lidahnya.


"Iya, ini Ayah Nak, kita bisa bersama kembali, gunakan sistem untuk saling membantu yang butuh pertolonganmu," ucap Pria itu mengangguk-angguk.


"A-aku lakukan A-ayah," ucap Sultan. "Kok aku jadi gagap ya?" tanyanya dalam hati.

__ADS_1


Pria yang di sebut Ayah itu pun melepaskan pelukannya dan Sultan masih terdiam.


Mereka pun sama-sama terdiam.


Lama mereka terdiam entah apa yangbmereka pikirkan akhirnya Sultan angkat bicara.


"A-ayah, mari kita pulang ke negara kita, meskipun Ibu tidak tahu jika Ayah masih hidup, tapi aku tahu, ibu pasti sangat merindukan Ayah," ucap Sultan.


"Iya, Ayah sangat merindukan Ibu, mari kita pulang sekarang," ucap Ayah tak sabaran.


"Baik Ayah," ucap Sultan membantu Ayahnya berdiri lalu membopongnya.


"Suqay, datanglah ke sini," ucap Sultan.


Sultan memasukkan ayahnya ke dalam mobil dan ia juga masuk ke kursi pengemudi dan melaju mobilnya.


Tak lupa Sultan ke kota dahulu untuk membeli makanan untuk persediaan di jalan dan baju ganti.


Semuanya habis 20 juta.


Ting ting


Hadiah Anda di kurang 20.000.000


Sisa Hadiah Anda 8.003.730.000.000.

__ADS_1


"Ayah, sini ku gantikan bajunya," ucap Sultan mengambil baju yang ia beli tadi.


"Terima kasih ya Nak," ucap Ayahnya. Sultan mengangguk lalu memasangkan bajunya. Dan mereka kembali melajukan mobilnya.


Sampainya di pelabuhan Mobil Sultan mengapung di air dan kemudian keluar balung-baling untuk melajukan mobilnya di air menuju untuk pulang kembali ke negara mereka.


"Mobil kamu emang praktis ya," ucap Ayah berdecak kagum.


"Iya Ayah, ini semua karena sistem yang Ayah berikan," ucap Sultan.


"Ayah akan melakukan apa pun Untuk Anak Ayah," ucap Ayah mengangkat tangannya mengelus kepala Sultan.


"Berhubungan Ayah sudah kembali, jadi sistemnya aku kembalikan pada Ayah," ucap Sultan.


Ayah tertawa. "Untuk apa kau kembalikan pada Ayah, Selama ini Ayah tidak bisa memberimu apa-apa, apa lagi kasih sayang, jadi itu anggap saja warisan dari Ayah untukmu, dan juga ayah ingin hidup tenang bersama Ibumu," ucap Ayah tersenyum.


"Terima kasih Ayah, jika begitu, setelah pulang nanti, aku akan membangun perusahaan Ayah, tempat Ayah membuat teknologi yang lebih canggih," ucap Sultan mantap.


"Terima kasih ya Nak, dan Ayah juga sangat berterima kasih dengan Ibumu, karena sudah mendidikmu menjadi anak yang berbakti," ucap Ayah dengan mata berkaca-kaca.


"Iya Ayah, selama ini, hidup Ibu sangat menderita sekali, semoga kepulangan Ayah, bisa membayar penderitaannya selama ini?" ucap Sultan.


Ayah mengangguk-angguk.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2