
Sultan mengambil ponselnya di mobilnya.
"Habis batre pula," ucap Sultan yang segera mengisi daya ponselnya.
Sultan melihat perabotnya namun tidak ada yang hilang. "Jadi siapa yang melakukannya ya?" tanya Sultan heran.
Ia menegakkan kembali pintu rumahnya dan kemudian ia masuk ke kamarnya dan tidur.
Tak terasa ketika bangun hari menunjukkan pukul 02:00 dini hari. Sultan menghidupkan dan mengecek ponselnya.
Banyak pesan yang masuk dari sekretarisnya mengatakan jika perusahaannya sudah selesai.
"Oh iya, aku kan belum bayar pekerjaan mereka," ucap Sultan yang segera menelpon sekretarisnya.
Tuuut
Tuuut
Tuuuut
"Halo," jawab Sekretarisnya
"Bagaimana? Apa ada kendala?" tanya Sultan.
"Tuan tadi kemana aja nomonya nggak aktiv, para pekerja minta uang kerjanya, terpaksa saya bilang besok uangnya sekalian menyelesaikan plasteran di belakang," ucap sekretaris itu.
"Bagus kamu emang pantas jadi sekretaris, tidak sia-sia Qayla memilihmu," ucap Sultan bangga. Seketika Sultan terdiam karena barusan ia menyebut nama Qayla.
1 menit
2 menit
3 menit.
__ADS_1
"Tuan, kenapa Anda diam?" tanya sekretaris itu setelah menunggu beberapa menit.
"Oh... eum... oh iya, besok akan aku bayar kes uang kerja mereka dan besok tolong kamu handle perusahaan itu karena aku mau chek tempat yang lain," ucap Sultan.
"Baik Tuan," jawab sekretarisnya.
"Jika begitu aku tutup telponnya dulu," ujar Sultan.
"Baik Tuan," ucap Sekretarisnya dan Sultan menutup panggilannya.
krucuk!
Krucuk!
Cacing di perut Sultan berbunyi nyaring. "Aku harus makanan nih," ucapnya segera keluar dari rumah dan masuk mobilnya.
"Masalah pintu rumah besok saja aku telpon," ujar Sultan menginjak gas mobil sambil melihat pintu rumahnya.
Sultan mencari restoran 24 jam yang buka dan ia pun malah mampir di warung kaki lima.
"Bentar ya bang," ucap penjual itu mengambil beberapa tusuk sate lalu membakarnya.
Sultan pun menunggu sambil melihat sekeliling dan terlihat beberapa orang pria menuju entah kemana.
"Bang aku ambil satu dulu ya, aku pergi sebentar," ucap Sultan mengambil satu tusuk sate yang berada di panggangan dan mengikuti para pria itu.
Ting ting
Misi level B
Beberapa orang yang ingin membakar gudang bahan bakar
Hadiah 20 poin
__ADS_1
Hadiah 800.000.000.000.
"Ini bisa gawat nih, dampatnya nanti pasti sangat besar," ucap Sultan.
Para pria itu mengendap-endap dan bersembunyi di balik tembok.
3 orang pria itu yang satunya memantau keadaan yang 2 nya menghidupkan korek api dan membawakan 1 liter bahan bakar dan menyiram ke dinding lalu menghidupkan pematiknya.
Sultan mengunakan serangan jarak jauh menghantam pria yang memegang pematik itu.
Dbukkkk!
Pria itu terjatuh.
"Hey ada apa denganmu?" tanya temannya itu.
"Tidak tahu, tiba-tiba saja ada semacam kekuatan yang mendorongku," jawab temannya bangun dari terjatuhnya.
"Ya udah, cepatan sebelum ada orang melihat kita," ujarnya.
Ketika menghidupkan pematiknya tiba-tiba angin berhembus mematikan api di pematiknya.
"Perasaan tidak ada angin, kenapa bisa mati?" tanya mereka. Dan kembali ia menghidupkan pematiknya dan lagi-lagi apinya padam.
"Jangan-jangan pematik ini tidak bagus, untung saja kita membawanya lagi," ujar temannya itu mengeluarkan pematik dari saku celananya.
Ketika mereka menghidupkannya apinya tetap saja padam.
Sultan mendekati pria itu lalu memukul pundaknya, yang duanya terkejut dan ingin lari, Sultan menagkapnya dan menjedutkan kepalanya ke dinding dan seketika mereka pingsan.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih