System Kekuatan Dan Kekayaan

System Kekuatan Dan Kekayaan
BAB 236


__ADS_3

"Tidak! Dia sudah membunuh pamanmu dan dia harus di bunuh! Tidak ada alasan apa pun!" ucap Ayah Michela marah.


"Ayah! Ayah harus berpikir jernih, Ayo Sultan jelaskan, jika kau punya alasan untuk membunuh pamanku," ucap Michela melihat ke arah Sultan.


"Tentu saja aku membunuhnya bukan tanpa sebab, aku tidak mungkin membunuh orang yang tidak mengangguku, aku bersyukur telah membunuh pamanmu, jika tidak sampai sekarang aku tidak akan pernah bertemu dengan ayahku yang di sekap oleh pamanmu," jelas Sultan.


"Ya udah Ayah! Dia sudah menjelaskannya, jika paman yang bersalah kenapa Ayah membelanya, itu harga yang setimpal untuknya," ucap Michela.


"Ayah tetap tak terima! Dan kamu jangan ikut campur! Ini urusan Ayah dengan dia, sana kamu minggir!" bentak Ayahnya menolak Michela terjembab di lantai.


Ayah Michela menodongkan pistolnya ke arah Sultan. "Mati saja kau!" teriak ayah Michela.


"Tidaaaakkk!" teriak Michela berusaha berdiri.


Dooorrr!


Sebuah tembakan mengarah ke Sultan namun Sultan tak bergeming dari tempat ia berdiri.


Siapa yang sangaka jika Michela menghalangi peluru untuk Sultan dan ia malah yang terkena peluru itu pas di jantungnya.


Michela terjatuh ke lantai dengan memegang dadanya yang tertembak, Sultan langsung menangkap tubuh Michela.


"Michela," lirih Sultan.

__ADS_1


"Sultan..., se-pertinya kita tidak berjodoh lagi di kehidupan se-karang, a-pa kita akan berjodoh... di kehidupan selanjutnya? Aku... sangat menyukaimu, ber-temu denganmu adalah suatu kebahagian untukku... terima kasih sudah hadir di hidupku, aku...aku mencintaimu," seketika Michela tak sadarkan diri lagi dengan air mata berlinangan jatuh di telapak tangan Sultan.


Ayah Michela tak bisa berkata-kata lagi ia berdiri mematung menatap anaknya yang sudah tak bergerak itu.


"Cepat panggil Ambulan!" teriak Sultan.


Namun tidak ada sahutan. Sultan membawanya masuk ke dalam mobilnya dan langsung membawa ke rumah sakit terdekat.


Sesampainya di rumah sakit, Sultan mengendong Michela dan berteriak.


"Tolong selamatkan dia!" ucap Sultan.


Mereka para dokter pun datang membawa masuk Michela ke dalam ruang UGD.


SULTAN


(Sistem, apa bisa mengunakan poin untuk menyelamatkan Michela)


SISTEM


(Maaf Tuan, poin Anda tidak cukup, dan juga tidak ada tanda-tanda kehidupan lagi, jika Anda punya poin pun itu hanya akan sia-sia)


"Tapi aku sangat berharap adanya keajaiban," ucap Sultan duduk di kursi tunggu dengan tangan di kepala dan menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Tak lama Dokter itu keluar.


"Bagaimana Dokter? Apa dia bisa di selamatkan?" tanya Sultan sambil menjengah ke dalam ruangan.


"Maaf, kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi Tuhan lebih sayang dia, ikhlaskan dia dan biarkan dia pergi dengan tenang," ucap dokter itu.


Sultan tak bisa berkata-kata, meskipun ia tak bisa membalas cintanya Michela tapu ia juga tak rela Michela pergi begitu saja, ia pantas bahagia dengan pria mana pun.


"Michela, kau wanita yang bodoh! Kenapa kau melakukan ini, kau tau jika nyawamu hanya satu, kenapa kau malah melindungiku, aku tidak menyangka jika kita terpisah seperti ini, yang lebih sadisnya kau malah mati di tangan ayahmu," ucap Sultan menundukkan kepalanya dengan mata berkaca-kaca.


Tubuh kaku Michela d bawa ke ruang mayat menunggu keluarga dan orang terdejat untuk menjemputnya.


Sultan pun langsung menghubungi Qayla.


Tuuut


Tuuut


Tuuut


Bersambung


jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2